Pasang Iklan

Tensei Shitara Slime Datta Ken Chapter 232.2

Semua chapter ada di Tensei Shitara Slime Datta Ken
Selamat membaca manga Tensei Shitara Slime Datta Ken Chapter 232.2 bahasa indonesia, jangan lupa mengklik tombol like dan share ya. Manga Tensei Shitara Slime Datta Ken bahasa Indonesia selalu update di Mangakita. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga Mangakita ada di menu Manga List.

Translated by: 4scanlation

Di dalam ruang kontrol, Ramiris dan yang lainnya juga sangat
sibuk untuk menangani situasi yang ada.

Karena masih tidak jelas apakah Dino menganggap Velda
sebagai musuh atau tidak, mereka sedang mempersiapkan tindakan penanggulangan
terhadap kedua situasi.

Jika Dino bekerja sama dengan Zero dan membiarkan dirinya
dimakan, mereka telah merencanakan untuk melepaskan bagian yang terisolasi ke
dalam 『Infinite Corridor』.

Tapi, jika Dino menjadi sekutu, maka mereka harus
membantunya melarikan diri dari dalam tubuh Zero dengan aman.

Jika itu hanya Zegion sendiri, maka rencananya adalah untuk
melakukan transfer ruang secara paksa berdasarkan informasi lokasinya melalui
” Soul Corridor ” dan melarikan diri.

Menggunakan serangan demi membuat sebuah lubang di dinding untuk
sesaat, itu adalah hal yang mungkin untuk berpindah ke luar melalui celah itu.

Namun untuk melarikan diri bersama dengan kelompok Dino,
mereka harus membuat lubang besar di dinding.

Mentransfer mereka dalam keadaan yang tidak stabil itu sangatlah
berbahaya.

Akan baik-baik saja jika itu hanya Dino, tapi karena Pico
dan Garasha lebih lemah jika dibandingkan dengan Zegion dan Dino, masih diragukan
apakah mereka akan mampu menahan dampak transfer melewati ruang bagian di luar
labirin.

Karena itu, persiapan itu harus berada dalam situasi yang
sempurna.

Selain itu, ada masalah lain.

Zero telah berevolusi menjadi “True Dragon”.

Meskipun Rimuru telah memberi tahu mereka tentang
kemungkinan itu, karena kata-kata Rimuru masih belum jelas seperti 『Hmm, mungkin tidak apa-apa, mungkin.』,
Mereka pikir itu bukanlah masalah penting.

Jika situasi yang terbilang mustahil itu terjadi, maka mereka
harus segera menghubunginya.

Jadi, sementara Ramiris menjadi pemandu bagi Zegion dan yang
lainnya, Benimaru menghubungi Rimuru.

Dan kemudian, para petugas di dalam ruang kontrol
menyelesaikan pekerjaan mereka dengan mengikuti petunjuk yang telah disediakan
sebelumnya.

「Kufufufufu. Luar biasa, untuk berpikir
bahwa”True Dragon” benar-benar terlahir! Seperti yang diharapkan dari
Rimuru-sama, sepertinya dia telah meramalkan segalanya. 」

Tawa gembira bergema di dalam ruang kontrol.

Itu berasal dari Diablo.

Rimuru telah memerintahkannya untuk pergi ke ruang kontrol.

Diablo menginstruksikan para petugas yang tengah panik untuk
bersiaga, untuk melanjutkan pekerjaan mereka.

Seperti biasa, Diablo menakuti para petugas iblis.

「Oh, Diablo. Kau sangat cepat. 」

「Tentu saja. Tak akan ada masalah
dalam mengabaikan Zero, jika evolusinya berakhir setelah ia menyatu dengan
labirin …… Namun karena dia telah berevolusi menjadi “True Dragon”
yang baru, kita tidak bisa mengabaikannya. 」

「Itu sudah pasti. Aku telah
mendengar tentang kemungkinan semacam itu, tapi aku masih terkejut ….. Seperti
yang diharapkan dari Rimuru-sama, dia telah memprediksi segala yang terjadi
sampai sejauh ini. 」

「Apa yang kau katakan. Itu tak perlu
dipertanyakan lagi. Mengesampingkan hal itu, Benimaru-dono, sepertinya
pemulihanmu masih kurang. Biarkan aku memberimu sebagian dari energiku. 」

「Oh, itu akan sangat membantu. Aku berpikir
bahwa tingkat pemulihanku masih belum cukup jika aku ingin menghancurkannya. 」

Hampir dari setengah Jumlah energi Benimaru yang telah
pulih.

Karena itu, Diablo mentransfer energinya kepadanya.

Itu merupakan metode yang mustahil untuk digunakan oleh
semua orang, tapi itu adalah hal yang mungkin untuk Diablo yang bisa
memanipulasi energi『 Collapse Nihility』milik
Rimuru.

Sambil melihat keduanya, Ramiris berkata,

「Satu-satunya anggota di sini yang
bisa bergerak di ruang itu hanyalah Diablo, Zegion dan Benimaru. Benimaru, kau
bisa menggunakan 『Space-Time Control』kan?

「Tentu saja, Ramiris-sama. Meskipun aku
baru saja menguasainya. 」

「Baiklah kalau begitu! Dengan ini, kurasa
semua kartu sudah terpasang?  Kita
mungkin perlu memanggil Master atau Rimuru jika Dino tidak bergabung dengan
pihak kita. 」

(Flapy : Master disini
maksudnya Veldora)

「Saat ini Veldora-sama mungkin
sedang sibuk. Dia mungkin tidak bisa meluangkan waktu untuk urusan ini. 」

「Begitukah ~. Kalau begitu, aku
harus membuat kalian bekerja keras. Akan buruk jika kita tidak dapat
menyadarkan Dino! 」

「Kufufufufufufu. Itu persis seperti
yang direncanakan. Rimuru-sama percaya bahwa Dino-sama akan bergabung dengan
pihak kita. 」

「Seperti yang diharapkan dari
Rimuru. Yah, aku juga percaya bahwa Dino akan berubah pikiran! 」

Bahkan ketika Ramiris berbicara pada Diablo dengan nada
gembira, semua orang terus bekerja tanpa henti.

Jadi, persiapan akhirnya telah selesai.

「Nah, apa kalian sudah siap? Baiklah
kalau begitu, biarkan rencana final dimulai ~ !! 」

Seiring dengan perintah Ramiris, rencana final mulai dijalankan.

◇◇◇

Dino dan yang lainnya mencapai titik yang telah ditentukan
oleh Ramiris.

Yang tersisa bagi mereka adalah bertindak bersamaan dengan
sinyal yang diberikan.

Ramiris mulai menjelaskan kepada Dino dan yang lainnya.

『Oke ? Pertama, kalian harus
melarikan diri dari sana. Aku ingin kalian menembus dinding itu dengan menggunakan
kekuatan level Medium. Lalu, dua orang di sana dan Gaia akan melompat keluar dengan
Zegion dan Dino yang bertugas untuk melindungi mereka. Setelah itu, kalian
berdua harus kembali setelah menghancurkan naga jahat yang menjijikan itu! 』

Mata Dino terbelalak dengan ekspresi bingung.

Dia tidak bisa memahami isi dari kata-kata yang dikatakan
Ramiris.

――
“Medium?” Dino tidak mengerti akan artinya.

――
“Menghancurkan naga jahat yang menjijikan itu?”
Dia tidak tahu bagaimana caranya.

「Hei. HEI HEI HEI HEI! TOLONG
TUNGGU! Apa yang kau katakan? Kau memasukkanku sebagai anggota untuk menaklukan
naga jahat itu, bukan !? 」

Dia ingin bertanya tentang hal-hal yang menyangkut kata Medium itu, tapi penaklukan naga jahat merupakan
masalah yang lebih penting daripada itu.

Dino menolaknya sambil terlihat panik, dia tidak ingin
dijadikan sebagai anggota penaklukan tanpa persetujuan darinya.

Namun, hal semacam itu tidak akan berhasil pada Ramiris.

『Hei kau. Kau bahkan bisa bersujud
di hadapanku untuk mendapatkan maaf dariku, kan? Jika kau tidak mencetak
beberapa poin bagus di sini, aku penasaran apa yang akan terjadi …… Kau tak
akan bisa membayangkannya, kan? 』

Dino tidak punya pilihan lain selain tunduk pada ancaman
Ramiris.

Selain menjadi lawan yang tidak dapat dimenangkannya dalam perselisihan sejak masa lalu, kali ini Dino berada di titik lemah.

Dengan berlinang air mata, Dino menguatkan dirinya.

「Oke. Lalu, apa yang kau maksud dengan
“Medium”? 」

『Kau bahkan tidak tahu tentang itu? Ini
berarti kau cukup menggunakan kekuatanmu untuk membuat lubang di dinding, tapi
jangan menggunakan semua kekuatanmu! 』

「Tunggu! Mana mungkin aku bisa
mengerti penjelasan yang samar-samar seperti itu … Selain itu, sebelumnya kau
bilang untuk melakukannya dengan kekuatan penuh! 」

『Aaah, ya ampun! Kau sangat berisik mengenai
hal-hal sepele semacam itu …… Jangan pedulikan detail kecil, buat lubang di
dinding dan lari. Setelah kau melarikan diri, simpan sebagian dari kekuatanmu untuk
menggunakan serangan terkuatmu, lakukan itu untuk menghancurkan naga jahat itu!

Ramiris secara sepihak menghujani Dino dengan kata-kata itu.

Singkatnya, dia bisa mengerti bahwa apa yang coba dia
katakan adalah untuk menghancurkan dinding tersebut sambil menyimpan kekuatan yang
cukup untuk menyerang naga jahat itu.

(Astaga, dia
benar-benar tidak bertanggung jawab. Tapi aku tak berada dalam posisi yang
benar untuk dapat mengatakan hal itu.)

Tampaknya dua orang yang memiliki perilaku yang sama dapat
bergaul dengan sangat baik satu sama lain.

「Baiklah, ayo cepat lari!」

Dino dengan tenang mulai mengambil sikap bertarung.

Dia tidak lagi berpikir pelit dengan menggunakan
kemampuannya.

Sekarang, apa yang perlu dia lakukan adalah mencocokkan timingnya
dengan Zegion terhadap Pico dan Garasha, dan menghancurkan dinding.

『Bagus, lindungi mereka dengan
penghalangmu, oke? Kalau tidak, mereka akan ditelan oleh sub-ruang dan akan terpental
entah ke mana! 』

Dino mengangguk pada peringatan Ramiris.

Selain Zegion yang terhubung melalui “Soul
Corridor”, Dino dan rekan-rekannya yang tidak memiliki ikatan yang kuat,
tidak memiliki pijakan di dalam sub-ruang.

Tetap saja, Dino pasti bisa mengatasinya, tapi ia
memperkirakan bahwa Pico dan Garasha akan dapat dengan mudah tersapu oleh sub-ruang.

Jika mereka tertelan oleh gelombang gejolak yang ada di
dalam sub-ruang, maka mustahil untuk memprediksi ke dimensi dan ruang mana
mereka akan tersapu.

Karena itu merupakan ruang yang berbeda di mana aliran waktu
bisa terdistorsi, tak ada harapan untuk kembali ke tempat yang sama begitu kau
tersapu kedalamnya.

Bahkan untuk Pico dan Garasha yang berasal dari makhluk sekelas
Demon Lord yang terbangun, akan sulit bagi mereka untuk mempertahankan
keberadaan mereka di dalam sub-ruang itu.

Persyaratan minimum untuk itu adalah memiliki skill 『Space-Time Control』.

Itu merupakan kemampuan pamungkas yang tidak dimiliki orang
lain selain Diablo, Zegion dan Benimaru yang akhirnya dapat menggunakannya.

「Dengar, kalian berdua tidak akan
bisa bergerak di dalam sub-ruang. Karena itu, pegang aku erat-erat, oke? Aku
tidak yakin kalau kalian bisa kembali begitu kalian terhanyut. 」

「Aku mengerti. Aku mungkin tidak
akan mati, tapi aku tidak tahu ke mana aku akan pergi nantinya. 」

「Dino, bisakah aku mempercayaimu?」

「Serahkan padaku. Sekarang setelah kita
sudah sampai sejauh ini, kita hanya harus melakukannya. 」

Mereka bertiga sedang melakukan percakapan semacam itu.

Pada saat itu, Zegion mengeluarkan sesuatu dari dalam『Space Warehouse 』 dan menawarkannya
kepada Dino.

「Ambil ini. 」

Dino mengambilnya karena dia dipaksa oleh sikap Zegion yang seolah
tidak akan membiarkannya mengatakan ya atau tidak.

Itu merupakan sebuah bola bulat kecil.

「Huh, benda ini adalah pseudo core yang
digunakan Rimuru untuk bermain-main, kan?」

Pertanyaan Dino disambut dalam kesunyian.

Sepertinya Zegion tidak punya niat untuk menjawabnya.

Sementara Dino menggerutu pelan 「Oke, terserah …… 」dengan
mata sedih, dia memasukkan bola itu ke dalam sakunya.

Persiapan sudah selesai.

Hal-hal tidak akan berakhir hanya dengan melarikan diri;
akan ada pekerjaan yang harus dilakukan sesudahnya.

Dino benar-benar memahami ini dan memperhatikannya dengan
seksama sehingga penggunaan kekuatannya tidak akan salah.

Lalu–

Pada saat yang sama dengan sinyal yang diberikan Ramiris, keempat
orang yang berada di dalam tubuh Zero melepaskan kekuatan mereka.





tags: baca Tensei Shitara Slime Datta Ken Chapter 232.2, Tensei Shitara Slime Datta Ken Chapter 232.2 manga, Tensei Shitara Slime Datta Ken Chapter 232.2 online, Tensei Shitara Slime Datta Ken Chapter 232.2 bab, Tensei Shitara Slime Datta Ken Chapter 232.2 chapter, Tensei Shitara Slime Datta Ken Chapter 232.2 high quality, Tensei Shitara Slime Datta Ken Chapter 232.2 manga scan, ,

Partner: Oploverz | Mangaku | Mangacan | Mangakyo | Mangashiro | Mangaindo | Silver Yasha | Komikstation | Komikfox | Achanime | NilaiTP | Pecinta Komik | NeuManga | Kiryuu | Overlordfree | Bacamanga

Totobet SGP