Pasang Iklan

Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 09 Chapter 05

Selamat membaca manga Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 09 Chapter 05 bahasa indonesia, jangan lupa mengklik tombol like dan share ya. Manga Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 09 bahasa Indonesia selalu update di Mangakita. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga Mangakita ada di menu Manga List.

Part 1

Hari selanjutnya, setelah Aqua menyebabkan masalah saat kami bertemu dengan Wolbach—

“Tidak ada masalah kali ini. Mohon biarkan aku melakukannya!”

Megumin yang ragu untuk menyerang Wolbach kemarin, berlari ke kamarku.

“Apa kau benar-benar tidak apa-apa? Ada apa denganmu kemarin…? Apa karena musuh kita terlihat seperti manusia? Aku mengerti bagaimana perasaanmu, karena aku tidak bisa menyerang kakak cantik seperti itu tanpa ragu…”

Megumin dengan kencang menggelengkan kepalanya.

“Untukku, itu bukanlah masalah jika musuhnya manusia ataupun anak kecil. Selama mereka menyimpan banyak exp, aku akan menyerangnya tanpa ragu, tapi… umm…”

Seperti kemarin, Megumin menjadi ragu untuk melanjutkan.

Dia telah menjadi sedikit aneh sejak kemarin.

Yah, sejujurnya, bahkan Yunyun sedang bermasalah karena kejadian kemarin. Kegembiraan dia yang biasanya hilang entah kemana, dan dia telah mengurung dirinya sendiri di kamarnya sejak kemarin.

Sebelum datang ke sini, aku telah menyadari Megumin sensitif terhadap nama ‘Wolbach’. Mungkin dia punya rahasia yang tidak bisa diberitahukan kepadaku…

“Aku benar-benar tidak tahu banyak dengan keadaanmu, tapi kita tidak bisa menggunakan taktik penyergapan lagi. Target kita akan menjadi lebih wasapada mulai dari sekarang, berkat si bodoh itu yang mengeluarkan air sebegitu banyaknya. Bagaimanapun, meskipun dinding benteng itu tidak diserang oleh sihir ledakan, tapi tetap saja rusak.”

Ini kesalahan untuk membuat penyergapan di dalam hutan dekat benteng itu.

Air yang Aqua buat membuat benteng yang ingin hancur itu runtuh.

Meskipun dia dipaksa untuk memperbaiki benteng itu, itu tidak sebanding dengan apa yang dia telah lakukan.

Bagian terburuknya, kami membuat musuh itu mengetahui bahwa kami mempunyai dewi Aqua di sisi kami.

Meskipun si bodoh ini menjalani kehidupannya dengan memakan dan tidur dengan tidak peduli terhadap apapun, meskipun dia dengan bahagia bermain dengan anak kecil meskipun umurnya sudah setua itu, meskipun dia masih tersesat di kota Axel walau sudah lama tinggal di sana, dia sebenarnya adalah dewi.

Setelah insiden kemarin, tidak diragukan lagi musuh kami sekarang akan lebih waspada terhadap penyergapan.

“… Seperti itukah…? Yah, jika kau perlu bantuan jangan ragu untuk memanggilku. Meskipun aku mengatakan itu, kekuatanku satu-satunya hanyalah sihir ledakan…”

Megumin menunjukkan senyuman masam.

“Kita perlu membuat rencana dengan yang lain, jadi santailah—“

Dan makanlah sesuatu…

Sesaat aku ingin mengatakan itu—

Dengan suara yang familiar, benteng itu mulai gemetar dengan sangat kencang.

–Aku dan Megumin berlari ke tempat kejadian.

Saat kami tiba, yang lain sudah menyelidiki situasinya.

Selagi kami tiba—

“Kami perlu bantuan di sini! Pergi panggil seseorang yang tahu sihir tanah atau sihir pemanggil golem! Kita perlu memperkuat dindingnya sebelum runtuh!”

Para kesatria dan petualang itu bergegas bergerak untuk memperbaiki dinding yang runtuh.

Aku mencoba mencari Wolbach—

“Tidak ada jejak darinya di sini… dia mungkin menggunakan teleport lagi untuk melarikan diri dan mengistirahatkan dirinya untuk memulihkan mana-nya.”

Megumin yang mencari Wolbach denganku mengatakan itu.

Menggunakan sihir ledakan dan lalu menggunakan teleport untuk melarikan diri—

Itu sederhana, tapi strategi yang sangat efektif.

–Ini adalah strategi yang tidak bisa kami biarkan terus berlanjut.

Aku berjalan menuju dinding benteng itu, dan berencana untuk menggunakan Create Earth untuk membuat beberapa bahan yang bisa digunakan untuk memperbaiki dinding kastil. Akur harus berkonstribusi setidaknya sebanyak ini…

“—Ah! Oii, apa yang terjadi di sini?! Kenapa dinding ini terlihat lebih buruk dibanding sebelumnya?!”

Suara yang familiar datang dari samping kami.

“… Pakaian apa itu, Aqua?”

Aqua yang mengenakan baju pekerja mengingatkanku saat kami pertama kali tiba di Axel. Kepalanya memakai bandana.

“Apa yang kau maksud dengan ‘Pakaian apa itu’? Kazuma menyuruhku untuk berpartisipasi dalam pebaikan benteng itu, jadi aku pergi untuk memperbaikinya… Tapi apa yang terjadi di sini?! Siapa yang melakukan hal mengerikan seperti ini kepada pekerjaan kami?!”

“Itu adalah dewa jahat yang kemarin. Bukankah aku sudah memberitahumu bahwa dialah yang menghancurkan dinding benteng itu? Yah, karena kau sudah susah payah berpakaian seperti itu, cepatlah dan bantu semua orang memperbaiki di sana.”

Selagi aku mengatakan itu, aku merapal create earth di bagian dinding kastil itu.

… Pekerjaan ini akan berlanjut sementara…

Para petualang dan prajurit telihat sangat tidak bersemangat.

Mereka mengumpulkan puing-puing, dan mencoba mencocokannya di lubang dinding itu—

“Tunggu sebentar! Kau tidak bisa melakukan itu seperti itu! Saat membangun dinding, kau perlu memperkuat pondasinya dulu dan lalu membuat tanggul di sekitarnya. Setelah itu, gunakan tambalan untuk memperkuat sambungannya. Jadi petama lakukan seperti ini, dan lalu ini. Akhirnya, jadi seperti ini!”

Suara bersemangat Aqua datang dari sampingku.

Dia pasti mengingat saat kami bekerja membangun dinding luar Axel.

Yah, meskipun bagaimana penampilan dia, dia terlihat seperti kuli bangunan.

Selagi aku memikirkan hal tidak berguna seperti itu, keributan datang dari di mana Aqua berada.

Selagi aku berbalik melihat ke belakangku, Megumin sedang menyusun tanah itu, dan Aqua bekerja di retakan dinding itu—

“Bagaimana kau bisa sangat cepat?! Dan kualitas ini…?! Oii, tunggu sebentar?! Apa yang terjadi?! Sejak kapan kau mempelajari skill pembangunan level tinggi seperti itu!”

Aku berseru dengan terkejut.

Dengan suara ‘Apa yang kau katakan sekarang?’, Aqua membalas:

“Kau pikir siapa aku? Saat aku memberitahu bos kontruksi itu ‘Aku punya pekerjaan menjadi petualang, jadi aku tidak bekerja lagi.’, dia langsung berbungkuk dan memohon kepadaku untuk menyerah terhadap pekerjaan sebagai petualang, dan menjadi karyawan tetap!”

Yang benar aja? Bos kontruksi tidak pernah mencoba menghetikanku…

Yah, aku sangat tidak peduli tentang itu.

Saat aku bekerja dengannya, aku sangat tidak memperdulikan apa yang dia lakukan, tapi dari sudut pandang penonton, tidak diragukan lagi tekniknya berada ditingkatan pro.

Untuk sekarang, aku penasaran kenapa dia mempelajari begitu banyak skill tidak berguna, tapi terkadang, skill-nya sebenarnya berguna.

Sebelum ini, orang-orang dari benteng itu dalam suasana hati yang berat, lagipula, benteng itu ingin runtuh karena serangan Wolbach.

Itulah kenapa kami mencoba untuk menyergapnya…

Bagaimanapun, bagian dinding yang diperbaiki oleh Aqua lebih kuat dibanding sebelumnya.

“Oii, bukankah skill-mu sedikit terlalu sempurna? Apa kau punya cheat memperbaiki dinding atau sesuatu? Juga, bukankah ini terlalu cepat mengering?”

“Siapa kau pikir aku? Aku dewi air yang bisa mengendalikan air di dalam ini untuk membuatnya kering lebih cepat kau tahu? Pikirkan kembali, saat aku mencuci pakaian, pakaian itu selalu kering dengan sangat cepat kan?”

Untuk sekarang, aku akan menyerahkan tugas ini kepadanya.

Bagaimanapun—

“… Ini akan berhasil!”


Part 2

Seperti biasa, benteng itu mulai gemetar dengan dentuman keras.

Dia pasi terus merapal ledakannya…

Aku berbalik menghadapi Aqua yang menjadi bersemangat dengan sangat bodoh saat adanya suara itu, dan berkata:

“Ketua Perbaikan, ini giliranmu.”

“Serahkan padaku! Semuanya, ikuti aku! Hari ini aku akan membiarkan kalian menyaksikan kehebatan seorang ketua!”

“Ketua, kami akan menyerahkannya kepadamu!”

“Ketua Perbaikan!”

“Ketua Perbaikan, mohon kerjasamanya!”

Dengan perintahku, Aqua ditemani oleh sekumpulan petualang dan prajurit, dengan angkuh berjalan ke tempat kejadian.

Darkness yang sementara menjadi komandan benteng itu, memberikan Aqua gelar konyol ‘Ketua Perbaikan’.

“Ketua Perbaikan. Tugasmu hari ini sangat penting. Takdir dari benteng ini ada di tanganmu… kalau begitu, pergilah.”

“Aku mengerti komandan! Tidak akan ada masalah, lagipula aku ketua. Karena aku ketua yang hebat, tidak mungkin aku akan kalah dengan dewa jahat rendahan itu!”

“Ketua!”

“Seperti yang diduga dari ketua! Ayo, dinding itu menunggu kita untuk memperbaikinya! Ayo lihat penampilan hebatmu hari ini!”

Ketua itu yang sepenuhnya dibodohi oleh Darkness, dengan gembira melakukan tugasnya.

–Tiga hari setelah Aqua menerima gelar tidak bermutu ‘Ketua Perbaikan’.

Meskipun itu diserang oleh explosion setiap hari, dinding benteng itu menjadi lebih tebal dan kuat dengan hari-hari berlalu.

Kenapa si bodoh itu tidak menjalani hidup dengan seperti ini?

Orang-orang itu yang dipaksa bekerja setiap waktu secara bertahap mulai bersemangat. Aqua, disisi lain, terlihat gembira menikmati dipanggil ‘Ketua’ dengan bawahannya yang sekarang. Dia bahkan membagikan wine yang dia beli dengan semuanya. Itu tidak salah untuk mengatakan bahwa semua orang mulai sangat percaya diri.

“… Umm, kemana suasana berat yang barusan itu pergi?”

“Hmm… Aku menghabiskan malamku untuk memikirkan tentang itu…”

Dua klan penyihir merah yang melihat Aqua menunjukkan ekspresi yang bermasalah.

Part 2

Aku mengerti bagaimana perasaan mereka, tapi sekarang waktunya untuk strategi yang berguna.

Karena kami bisa melakukan ini, kami bisa memperkuat dinding benteng itu, dan mengirim penyihir dengan teleport untuk melapor ke ibukota.

Karena kami telah mengelola pertarungan yang dalam keadaan buntu meskipun dengan sumber yang terbatas, para petinggi mulai percaya jika mereka lebih memberikan usaha ke dalam pertarungan ini, kami bisa merubah keadaan ini. Sebagai hasilnya, mereka mulai mengirim persediaan lebih banyak, bersama dengan bala bantuan dari para petualang dan kesatria.

Ketua itu yang disayangi oleh bawahannya, yang memikul takdir dari benteng itu di pundaknya, tidak terlihat memperlakukan ledakan setiap hari sebagai apapun yang spesial.

Pada akhirnya, dia tidak hanya memperbaiki dan memperluas dinding itu, dia bahkan mulai membuat lukisan hebat pada dinding itu—

“Wolbach datang!”

Dalam respon terhadap ini yang berbeda dari pengumuman yang biasanya, aku dan Aqua saling menatap.


Part 3

“—Apa ini?!”

Wolbach gemetar saat dia melihat gerbang utama benteng itu.

“A-Apa yang kau maksud?!”

Aku bertanya dengan takut dibawah tatapan para petualang dan prajurit.

Sebagai orang yang sudah sangat kenal dengan Wolbach, dan sebagai seseorang yang mengobrol dengannya saat lalu, aku ingin bertemu dengannya.

Dia tampak tidak senang dengan sikapku, dan dengan geram menghentakkan kakinya.

“Aku membicarakan tentang dinding itu! Itu terlihat seperti ingin runtuh sesaat yang lalu, jadi bagaimana itu menjadi seperti ini?! Bukankah dinding itu lebih tebal dibanding sebelumnya?!”

“Tentang itu, kau perlu bertanya kepada Aqua…”

“Jadi ini karena wanita itu–!”

Wolbach sangat bereaksi saat aku menyebutkan nama Aqua.

Dia mungkin menyimpan dendam karena pertemuan mereka sebelumnya.

Lalu—

“Ah hah~, dan aku pikir seseorang yang penting akan datang… Hmm? Bukankah ini, umm… siapa orang ini?”

“Wolbach! … Tampaknya ini waktunya untuk kami untuk menyelesaikan perbedaan kita… Umm, eh?”

Wolbach bersiap untuk menghadapi Aqua yang muncul di belakangku dengan santai. Lalu dia—

Terkaku saat melihat grup Darkness. Atau sebenarnya, lebih tepatnya Wolbach terkaku setelah melihat Megumin yang membawa Chomusuke di lengannya.

Wolbach menatap ke arah Chomusuke.

Dan Chomusuke menatapnya balik.

Melihat dewa jahat dan hewan itu saling menatap, Aqua tidak bisa diam lagi.

“Oii, tunggu, tunggu! Bisakah kau tidak melihat ke arah Chomusuke kami seperti itu?! Meskipun wajahmu sangat kasar, mungkinkah… apa kau tipe orang yang menyukai benda-benda dan boneka imut? Itu berarti kau sangat lebih tertarik seperti Darkness…”

“Oii Aqua, aku tidak suka boneka semacam itu…! Kenapa seperti itu mirip denganku…!”

Wolbach tiba-tiba berhenti bergumam.

“Bukankah aku baru saja memanggilnya Chomusuke? Yah, pertama aku pikir namanya itu sedikit aneh, tapi akhir-akhir ini, aku mulai berpikir itu sebenarnya sedikit bagus.”

“Oii, bisakah kau tidak menyebut nama kuat dan agung itu sebagai nama yang aneh?”

Mendengar pertikaian sementara Aqua dan Megumin, Wolbach—

“Apa-apaan ini?!”

–Berteriak tidak percaya, dan perlahan berjalan menuju ke arah kami.

Bagaimanapun, dia dengan cepat menghentikan langkahnya.

Meskipun emosinya meledak, tampaknya dia masih waspada dengan para petualang yang berdiri di belakang kami.

Dengan tatapan yang menyesal, dia berkata:

“… Ah… Umm, jika kau tidak keberatan aku hanya ingin mengatakan sesuatu. Aku pikir dia betina… jadi aku pikir namanya sangat tidak cocok dengannya…”

“Chomusuke adalah Chomusuke. Dia adalah hewan peliharaan dan temanku.”

“A-Apa?! Oii, apa yang kau katakan?! Kenapa bagianku yang lain diperlakukan dengan sangat kejam?!”

Wolbach tiba-tiba mengatakan hal aneh itu.

“… Hah, dan aku disini penasaran kenapa kesucianmu sangat rendah. Jadi itu karena anak ini mengambil setengah dari kekuatanmu? … Hoho, dengan penglihatan hebatku, aku bisa melihat berbagai macam segel telah ditaruh pada Chomusuke.”

Aqua yang mendekati dan memeriksa Chomusuke mengatakan itu.

Disatu sisi tampaknya itu lebih dari bukti biasa, Chomusuke mulai menggeliat di genggaman lengan Megumin. Tampaknya dia ingin pergi ke Wolbach.

“Ah…”

Mencari dia yang lain, Wolbach melebarkan lengannya dan mulai perlahan berjalan menuju kami.

“Kita tidak bisa membiarkan dia mendapatkannya! Megumin, jangan lepaskan Chomusuke, okeh?!”

“Tunggu sebentar! Oii, anak itu setengah dari diriku, kau tahu?! Ini seharusnya menjadi saat-saat reunian yang emosional antara bagian dari diriku yang telah lama menghilang!”

Wolbach protes dengan mata yang berkaca-kaca.

“Aku tidak tahu apa yang kau inginkan dengan Chomusuke kami, tapi bisakah kau berjanji untuk tidak menentang kami? Bisakah kau berjanji untuk tidak menyerang benteng itu lagi? Jika kau tidak bisa, kalau begitu kami tidak bisa memberi musuh kami peningkatan kekuatan.”

Selagi aku mengatakan ini—

“Hey, jangan mendekat lagi, okeh? Aku sungguh tidak membencimu, jadi aku datang untuk berbicara denganmu, tapi jika kau ingin aku melepaskan anak ini kalau begitu kau perlu mendengarkan apa yang aku katakan. Yah, bagaimana kalau begini, karena kau adalah dewa, bagaimana kalau kau mempertaruhkan namamu bahwa kau tidak akan menentang kami lagi?”

–Aku mulai tertawa jahat yang membuat semua orang di sini merasa tidak nyaman.

“Uwah…” x3

Bahkan petualang kekar di sekitarku mengeluarkan gumaman gelisah. Disatu sisi, itu membuatku merasa aku melakukan hal yang tidak pantas.

Tidak, ini hanya tingkah untuk mencegah berbagai hal berubah menjadi buruk…!

Bagaimanapun, aku tidak peduli apa yang para petualang pikirkan tentangku… selama teman-temanku selalu disisiku…

“Oii, orang ini seperti dewa jahat? Maksudku, orang macam apa yang membuat dewa jahat menangis?”

“Jangan mengatakan itu Aqua. Orang ini mencoba yang terbaik untuk mempersatukan semuanya dengan caranya sendiri. Demi dia, kau harus mengatakan hal itu nanti.”

“Kazuma-san, itu sedikit buruk…”

… Aku ingin menangis juga.

“… Aku akan mundur hari ini, tapi jangan menjadi terlalu sombong terhadap diri kalian! Meskipun aku tidak bisa menghancurkan dinding itu, situasinya hanyalah buntu. Selama benteng itu masih ada, pasukanku tidak mungkin bisa menyerang ibukota. Bagaimanapun, selama kami menguasai hutan itu, kalian tidak bisa mengalahkan kami.”

Wolbach melanjutkan.

“Pertarungan selanjutnya adalah pertarungan pengurangan! Sampai dinding dan lukisan dinding itu musnah, aku akan terus menyerang!”

Sesaat dia ingin pergi dengan teleport—

“U-Umm! Bolekah aku bertanya apakah kau masih ingat denganku atau tidak?! Na-Namaku… Yunyun…”

Yunyun yang terdiam mengamati situasi itu bersama dengan Megumin, tiba-tiba mengatakan hal aneh seperti itu.

“… Aku ingat kau. Saat itu di kereta kuda, aku mengundangmu untuk bergabung ke dalam perjalananku… Ngomong-ngomong, namamu bukanlah nama samaran atau yang lain, kan…?”

Seperti yang kupikirkan, dia tidak hanya mengenalku, tapi dia mengenal Yunyun juga.

“Itu nama asliku! Umm… Aku ingat insiden itu dengan jelas! Aku bahkan menulisnya ke dalam diary-ku, dan aku terkadang kembali dan membacanya.”

“Se-Seperti itukah…? Sejujurnya insiden itu tidak perlu kau masukkan ke dalam hati… tapi aku pikir itu tidak masalah jika kau senang.”

Wolbach tampaknya kehabisan kata-kata.

“Umm–!”

Megumin bergumam dengan gugup, dan memeluk erat Chomusuke.

“Apa kau masih mengingatku? Namaku Megumin…”

Wolbach menunjukkan senyuman masam.

“Aku tidak ingat.”

Dengan suara yang kecil, dia mengaktifkan sihir teleportasi dan menghilang tanpa jejak.


Part 4

–Tempat berkumpul di benteng.

Para kesatria dan petualang berkumpul di sini dengan gembira.

Sampai sekarang, mereka terus dipaksa bertahan, dan itu menyebabkan tekanan fisik dan mental. Bagaimanapun, sekarang situasinya telah entah mengapa berubah, suasana hati mereka menjadi cerah, dan tatapan mereka terpenuhi dengan penantian pertarungan yang akan datang.

Meskipun pertarungan itu hanya terpojok menjadi buntu—

Mereka sekarang melihat ke arah kami masing-masing dengan setiap cara dengan pengharapan yang berat.

Bermandikan tatapan, aku berteriak:

“Baiklah, kita sekarang akan memastikan strategi pertarungan kita! Pertama, kami bertiga akan menggunakan kemampuan Hide untuk mendekati perkemahan musuh. Sekali kami sampai jarak jangkuan serangan sihir, kami akan melancarkan sihir ledakan ke arah perkemahan mereka, dan lalu menggunakan teleport untuk mundur! Musuh itu mungkin akan membalas serangan setelah itu, jadi aku meminta semua orang akan membantu saat mereka melakukannya!”

Mendengar perkataanku, para petualang mengeluarkan teriakan semangat.

Seperti yang Wolbach katakan—

Pertarungan sekarang menjadi jalan buntu.

Bisa dibilang, tidak ada alasan untuk kami untuk tidak melangkah.

Strategi pertarungan kali ini sangatlah sederhana, tapi sangat efektif.

Lagipula, itu strategi pengecut yang musuh gunakan.

“Jadi ini rencana jahat… Ah terserahlah, selama serangan itu berhasil aku tidak akan menerima komplain apapun…”

Darkness yang satu-satunya orang yang bisa menahan sihir ledakan, dan Aqua yang mempunyai kekuatan penyembuh terkuat, untuk kedua orang itu dan benteng itu akan bersiap siaga.

Dari kelihatannya, orang-orang yang telah dipaksa bertahan di dalam benteng itu telah memendam banyak frustasi.

Para petualang dan kesatria memberi kami, yang adalah perencana untuk menyerang perkemahan musuh secara langsung, dorongan dan menepuk punggung kami.

Yang mengurus sihir teleportasi, dan candangan dalam situasi pertempuran khusus, Yunyun.

Komandan di lapangan, dan seseorang dengan skill hide dan pendeteksi musuh, aku.

Dan penyerang utama yang menggunakan sihir ledakan, Megumin.

Satu-satunya yang bertanggung jawab atas serangan balasan hanyalah kami bertiga.

–Saat semua orang di benteng itu melihat kami pergi, kami mulai menyusup ke dalam hutan dekat benteng.

Hutan seperti itu tempat tinggal alami monster-monster, jadi di sana banyak pasukan tentara musuh ditempatkan untuk mengkondisikan di sekitar area. Seperti itulah, mereka tidak masalah untuk tinggal di sana lebih lama.

Bagaimanapun, hutan itu juga menguntungkan kami.

Karena banyak pepohonan yang menghalangi pandangan, ini adalah tempat yang sempurna untuk menunjukkan potensi maksimal dari skill hide.

Sekali kami cukup dekat, kami bisa mendeteksi gerakan musuh dalam batas tertentu.

Mungkin dibawah kepercayaan bahwa sihir ledakan Wolbach yang akan menghancurkan benteng itu, musuh-musuh itu terlihat seperti mereka di sini untuk piknik dibandingkan perang.

Aku menarik bajuku, dan menatap ke samping. Megumin mengangguk memastikan.

Ini adalah isyarat bahwa musuh itu sudah dalam jangkauan sihir ledakan.

Aku berbalik menatap ke arah Yunyun, dan dia menggenggam keras ke tongkat sihirnya.

–Baiklah, ayo mulai serangan balik kita!


Part 5

Saat Wolbach terus datang setiap siang dan malam hari untuk melancarkan sihir ledakannya ke arah benteng itu, musuh kami merasa kemenangan sudah ada di dalam genggaman mereka. Bagaimanapun—

“Explosion–!”

Sihir yang mematikan dilancarkan ke arah perkemahan pasukan raja iblis.

Karena mereka sudah terjamin dalam kemenangan yang mudah, pasukan raja iblis mengadakan pesta setiap hari, dan jatuh ke dalam kekacauan.

Monster-monster di dekat perkemahan beterbangan, dan semua yang tersisa hanyalah kawah yang besar.

“A–… Apa, Apa ini—?!”

“A-Apa itu?! Sihir ledakan–?!”

“Itu musuh, ini penyergapan musuh–!”

Monster dengan kecerdasan tinggi dengan cepat menjadi waspada terhadap sekitar mereka.

“Ah! Lihat di sana, orang-orang itu–! Itu klan penyihir merah dan…”

“Teleport–!”

Sesaat mereka menemukan kami, Yunyun sudah mengaktifkan sihir teleportasi.

“—Ini sukses besar!”

Kembali ke benteng itu dengan sihir teleport, kami melaporkan kesuksesan besar kami.

Tekanan kecemasan dan frustasi dari para kesatria dan petualang sudah terlepaskan dalam sorakan.

Teriakan ‘Mereka pantas menerimanya!’ dan ‘Aku bisa melihat semua itu dari menara pantau!’ bisa terdengar, dan semua orang dalam suasana hati yang gembira.

Lalu—

“Musuh mulai bergerak–!”

Para petualang yang bertugas memantau dengan segera kembali, dan menunjuk ke arah hutan itu.

Semua orang berkumpul dalam formasi yang telah kami rencanakan sebelumnya, dan bersiap untuk menghadapi pasukan raja iblis.

Pasukan raja iblis mungkin geram setelah penyergapan kami.

Tatapan mereka terpenuhi dengan niat membunuh, dan mereka tampaknya langsung segera ke sini bahkan tanpa menyiapkan formasi dahulu.

Sekali kami menyelesaikan tugas kami, para petualang dan kesatria akan mengambil alih selanjutnya.

Itu akan merepotkan untuk menyerang musuh yang memiliki keuntungan dalam jumlah, tapi itu hal yang berbeda jika kami dalam posisi bertahan.

Dalam pertarungan yang kisruh, tidak ada tempat bagiku untuk menunjukkan kemampuanku.

“Saudara-saudara petualangku! Kami akan menyerahkan sisanya kepada kalian!”

Mendengar teriakanku, para petualang berteriak menutupi niat membunuh dari para pasukan raja iblis.

–Setelah itu.

“Explosion–!”

“Ahhhhhhh!”

“Itu mereka lagi! Jangan biarkan mereka lepas kali ini. Tangkap mereka!!”

“Beraninya kau membunuh teman-temanku! Jangan pikir aku akan membiarkanmu hidup! Kepung mereka! Kepung mereka!”

Berbagai macam ghoul dan iblis yang adalah pasukan elit dari pasukan raja iblis melepaskan teriakan amarah.

“Teleport–!”

–Kami terus menyerang setiap hari dalam berbagai waktu.

“Explosion–!”

“Makanannya! Penyimpanan makanannya telah diledakan!”

“Sialan, mereka datang lagi! Bisakah mereka tidak datang disaat fajar?!”

“Cepatlah panggil Wolbach-sama. Beritahu dia untuk meledakan banjingan itu!”

“Wolbach-sama baru saja menggunakan sihir ledakan!”

“Tahanlah! Jika kita menunggu sedikit lebih lama, dinding benteng mereka akan runtuh! Saat itu terjadi, kita bisa memusnahkan hama-hama itu dalam sekali serang!”

“Aku tidak akan membiarkan mereka pergi kali ini! Jangan biarkan mereka menggunakan—“

“Teleport–!”

–Setiap hari, kami akan melancarkan sihir ledakan seakan-akan itu adalah pekerjaan rumah.

“Wahahahaha! Namaku Megumin, penyihir nomor satu dari Axel! Ayo, kalian semua akan menjadi poin exp-ku hari ini!”

“Mereka muncul–!”

“Lari, cepatlah dan keluar dari sini–!!”

“Bodoh, jangan berkumpul! Klan penyihir merah yang fanatik itu akan menyerang di tempat yang ada banyak orangnya! Pergi ke arah sana!”

“Tidak, jangan di sana! Kita perlu mencar dalam jarak yang jauh jika kita tidak ingin terkena serangan oleh–!”

“Explosion–!”

–Saat level-nya semakin meningkat, kekuatan sihir dan kekuatan ledakannya berkembang dengan cepat. Dia dalam ambang kesenangan dan semangat dari sihir ledakannya. Kampret, dia bahkan dalam tingkatan dimana dia mulai tertawa liar sebelum merapal ledakannya.

“Fuhahahaha! Muahahahaha! Aku datang lagi hari ini!”

“Kami mengerti! Kami mengerti! Kami menyerah! Kami sudah menyerah! Sini-sini, apa kau ingin permen?!”

“Aku masih punya ibu yang aku urus di rumah, jadi mohon–!”

“Ras penyihir merah dan ras iblis punya nama yang sedikit sama kau tahu? Hey, aku pikir kita pasti bisa berteman!”

( Note: Versi raw 紅魔族 (Komazoku) = Penyihir merah. 魔族 (Mazoku) = Iblis. Jadi penyihir merah bisa diartikan sebagai iblis merah juga. )

“Ayo kita bicarakan ini baik-baik, okeh?! Aku yakin kita pasti bisa berdamai! Lagipula perang hanyalah untuk orang bodoh!”

“Lihat, kami telah menjatuhkan senjata kami kau lihat?! Klan penyihir merah yang hebat tidak akan menyerang terhadap orang yang tidak bersen—“

“Explosion–!”

–Sekali musuh melihat kami.

“Megumin, di sana! Mereka terlihat seperti mereka berlarian ke arah yang berbeda, tapi mereka sebenarnya berkumpul!”

“Aku mengerti! Jangan pikir kalian bisa lolos!”

“Waahhhhhh. Dewa, mohon tolong aku!! Wolbach-sama mohon–!!!”

“Jika aku bisa memilih kehidupanku dan memulai hidup baru, aku tidak ingin menjadi ras iblis! Aku ingin menjadi kucing… aku ingin diberi makan oleh pemilik wanita yang cantik setiap hari… aku ingin dipeluk olehnya setiap hari…”

“Itu hanya mimpi. Benar, saat aku terbangun, ibuku yang pergi keluar akan kembali membawa babi liar untuk membuat steak…”

“A-A-A-Aku seseorang yang menjadi calon pemimpin pasukan raja iblis! Jika kau membiarkanku hidup, aku yakin raja iblis-sama akan memberikan hadiah yang hebat kepadaku…!”

“Explosion–!”

–Mereka mulai dengan panik berlarian dan bersembunyi.

“Aku tidak akan membiarkan kalian lolos! Kenapa pula aku membiarkan kalian kabur… Ah! Tunggu!”

“… Baiklah itu sudah cukup. Ayo akhiri untuk hari ini.”

Aku sudah lupa sudah berapa hari semenjak kami mulai menyerang pasukan raja iblis.

Saat pertama kali kami mulai, mereka akan menyerang balik kapanpun kami menyergap mereka dengan sihir ledakan. Sekarang, moral mereka tampaknya sudah hancur. Itu terlihat mereka mengemasi perlengkapan mereka dan lari kembali ke daerah raja iblis kapanpun sekarang.

“Aku tidak tahu mana yang pasukan raja iblis dan mana yang bukan lagi…”

Yunyun yang menemani kami selama ini, bergumam dengan takut.

Akhir-akhir ini, saat musuh-musuh melihat Megumin, mereka akan berlutut di tanah. Yang lain akan berbaring di tanah dan berdoa. Secara keseluruhan, mereka telah menyerah mencoba melarikan diri.

Aku merasa mereka bukan lagi masalah jika mereka adalah tentara yang telah ditinggalkan, tapi tampaknya hirarki pasukan raja iblis sedikit berat, dan tidak ada cara tentara-tentara itu bisa meninggalkan perintah atasan mereka.

“Disaat yang mencemaskan ini. Aku tidak akan bisa menaikan level-ku secara efisien lagi…”

“Aku hanya ingin mengingatkanmu, tapi kita datang ke sini bukan untuk mencari exp.”

Semangat dalam mata mereka telah pudar. Ini mungkin waktunya untuk berhenti.

Sialan, bahkan aku merasa bersalah tentang ini.

Pasukan elit dari pasukan raja iblis telah kehilangan lebih dari setengah tentara mereka karena ledakan harian kami.

Dibawah perintah Aqua, dinding di benteng itu telah diperbaiki sampai ketingkat mereka mendekorasinya dengan hiasan. Semuanya telah selesai, dinding-dinding itu lebih kokoh dibanding kami tiba sebelumnya.

Sejujurnya, aku merasa dia lebih baik menjadi seniman atau pengrajin. Pada akhirnya, itu lebih menguntungkan terhadap masyarakat dibanding jika dia menjadi archpriest.

Bagaimanapun, ini seharusnya sudah cukup.

“Kalau begitu Yunyun, ayo mundur untuk hari ini. Meskipun ini memalukan aku tidak bisa menembakan sihir ledakan sekarang, kita bisa datang lagi saat malam hari saat mereka mulai merasa aman. Baiklah, persiapkanlah sihir teleport.”

Megumin mengatakan itu, selagi dia menyandarkan tongkat sihirnya ke bahunya.

Sesaat kemudian—

“Aku telah mencari kalian untuk waktu yang lama. Kita akhirnya bertemu.”

Wolbach yang tampaknya telah menyerah sepenuhnya dalam menyerang, muncul. Ekspresinya berat dan menderita.


Part 6

Gawat.

Kenapa situasi semacam ini terjadi di sini.

“Tampaknya orang itu tidak ada di sini hari ini.”

Wolbach melihat ke arah grup kami dan mulai tertawa kecil.

Dia mungkin membicarakan tentang dewi pemalas itu.

Tampaknya dewa jahat itu masih waspada terhadap orang yang tidak berguna dalam situasi normal.

Wolbach menatapku dan Megumin.

“Kalian berlebihan sekarang… Sejujurnya, aku tidak ingin bertarung dengan siapapun yang berbicara riang denganku, jadi aku sedikit sebal…”

“Tu-Tunggu sebentar! Aku juga tidak ingin bertarung denganmu, lagipula, kita telah mandi bersama!”

“Ah?!” x2

Megumin dan Yunyun secara bersamaan terkejut.

“… Tolong jangan menyebutkan hal seperti itu dalam situasi seperti ini…”

“Eh?!” x2

Kami sedang membicarakan hal penting sekarang, jadi aku harap mereka tidak akan mengganggu percakapan ini.

“U-Umm, aku rasa mereka sepertinya salah paham…”

“Aku tidak peduli jika mereka salah paham. Karena kita telah mandi bersama dua kali, dan bahkan kau tidak ingin memperlakukanku seperti orang asing…”

“Aku memang mengatakan itu! Aku tahu aku mengatakan itu! Itu juga benar bahwa kita telah mandi bersama, tapi–!”

Wolbach menyipitkan matanya dalam tatapan yang kejam ke arahku, dan mencoba yang terbaik untuk merubah suasananya.

“Aku sudah menyelidikimu yang menyergap bawahanku setiap hari. Beldia, Vanir, Hans, Sylvia… Apa kau masih ingat dengan empat nama ini?”

Wolbach mengatakan nama para pemimpin yang berhubungan denganku.

“Kakak Wolbach, telingamu sangat merah.”

“Bacot!”

Setelah aku membuatnya mengingat saat kami mandi bersama di pemandian, wajah Wolbach mulai memerah.

“Aku ingat mereka… tapi aku tetap tidak ingin bertarung denganmu.”

“Meskipun kau tidak ingin, aku tetap tidak bisa melepaskanmu. Aku juga perlu memulihkan bagianku yang lain. Juga, jika kau bisa membunuh empat pemimpin pasukan raja iblis… bukankah kau bisa menjadi pahlawan dalam legenda?”

Aku adalah pahlawan dengan job terlemah. Jurus pamungkasku hanyalah steal lho.

Wolbach tampaknya tidak mengetahui apa yang sedang aku pikirkan.

“Sekali aku mengetahui namamu, aku menyadari bahwa aku tidak boleh melepaskanmu. Kau tahu? Nama dari pahlawan dalam legenda itu?”

Wolbach berkata dengan percaya diri. Itu seperti dia mengatakan ‘Aku sudah mengetahui semuanya tentangmu!’.

“… Aku tidak tahu pahlawan dari kisah apapun yang sedang kau bicarakan. Siapa namanya?”

“Jangan pura-pura bodoh. Ini karena terjadi sudah sangat lama, dan kau sudah lupa. Nama pahlawan dalam legenda itu adalah Satou. Ya, nama yang sama denganmu, Satou. Nama ini langka, jadi apa kau pikir ini hanya kebetulan semata?”

–Tapi itu nama pasaran di tempatku tinggal.

Meskipun begitu, aku mengerti.

Wolbach mungkin berpikir bahwa aku penerus pahlawan atau keturunan atau sesuatu.

Meskipun aku merasa aku tidak punya hubungan terhadap siapapun Satou yang dia bicarakan.

Lalu—

“Umm—“

Megumin menurunkan tongkat sihirnya dan berkata:

“Apa kau sungguh tidak mengingatku?”

Seluruh wajah Megumin sedikit memerah. Matanya berkilau merah.

Bagaimanapun, Wolbach hanya menatapnya.

“… Bukankah sudah kubilang? Aku tidak ingat kau… tapi jangan khawatir, aku akan mengingatmu dengan baik mulai dari sekarang— Sebagai musuh bebuyutanku yang telah membunuh banyak bawahanku.”

“?!”

Tanpa kata lain, dia mulai dengan cepat merapal sihirnya.

“Oii?! Tunggu sebentar, aku sungguh tidak ingin bertarung denganmu…!”

Meskipun aku mengatakan itu, aku bisa merasakan niatnya untuk bertarung.

Itu karena yang dia rapal adalah—

“Yunyun cepatlah rapal sihir teleportasimu.”

“A-Aku mengerti, a-aku akan melakukannya secepat mungkin.”

Selagi Wolbach merapal sihir ledakannya, Yunyun dengan cepat mengikuti, dan mulai merapal sihir teleportasinya.

Megumin tampaknya depresi karena Wolbach mengatakan ‘Aku tidak ingat.’, dan tidak menunjukkan niat untuk merapal sihirnya.

Selagi aku mulai menyesal meninggalkan alat sihir yang telah sepenuh hati aku siapkan di benteng itu, aku menemukan satu cara–!

Setelah secara panik mencari di sakuku, aku mengeluarkan sesuatu—

“Tinder.”

Aku menyalakan benda itu yang telah mengecil sebelumnya, dan melemparkannya ke arah Wolbach.

Selagi Wolbach mengetahui apa yang aku lempar ke arahnya, dia dengan ragu haruskan dia menghindar dan membatalkan sihirnya atau tidak.

Tanpa menunggu benda itu meledak, aku memegang tangan Megumin, dan menarik ke arah Yunyun–!

“Teleport–!”

Mendengar teriakan Yunyun, aku menutup mataku dengan rapat.


Part 7

Setelah kami melarikan diri, aku dan Yunyun terjatuh setelah teleportasi itu selesai.

“Oii, apa yang terjadi Kazuma?! Bukankah suara ledakan itu sedikit kecil hari ini?”

Kami berpindah ke aula tempat berkumpul.

Darkness bertanya tentang situasinya selagi kami duduk di lantai.

Mereka yang menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dengan rencana kami hari ini dengan panik berkumpul.

“Hey Kazuma, ada apa? Kenapa wajahmu sangat pucat? Apa kau dihajar oleh dewi itu?”

Dewi asal jadi, Aqua duduk di sampingku.

“Kami hampir diledakan oleh sihir ledakan, dan semua yang aku bisa lakukan hanyalah melempar ledakan yang ada di sakuku dan kabur. Ah, ini pertama kalinya aku merasa keburuntunganku sebenarnya bagus.”

Aku mengambil nafas dalam-dalam dan menggelengkan kepalaku.

“… Hey, apa? Kenapa kau sangat senang? Apa setengah bagianmu ada di sekitar sini atau sesuatu?”

Chomusuke yang aku serahkan kepada Darkness dan Aqua, naik ke atas pangkuanku.

Jika yang dikatakan Wolbach itu benar, kalau begitu anak ini adalah setengah dari dewa jahat itu. Bagaimana kami harus menangani ini…

“Hey Kazuma, ledakan kecil itu maksudmu benda yang kau buat sebelumnya? Jika kau melemparnya dan suara ledakan itu bisa terdengar sampai sini, itu berarti dewi yang mengakui sendiri itu meledak menjadi serpihan kan?”

… Benar, apa yang harus kami lakukan sekarang.

Jika ledakan itu bisa terdengar sampai sini, itu berarti dinamit itu berguna.

Bagaimanapun, meskipun aku tidak tahu sebarapa banyak dampak yang disebabkan, tapi itu seharusnya tidak cukup untuk membunuh pemimpin pasukan raja iblis.

Lalu—

“—Aku minta maaf!”

Megumin menghampiriku selagi aku kebingungan dalam pikiranku—

“Meskipun aku telah bersemangat sejak kita meninggalkan Axel, aku tidak bisa menggunakan sihir disaat krisis. Mohon maafkan aku…!”

Menatap langsung ke mataku.

“Apa sesuatu terjadi di antara kau dan kakak itu saat lalu?”

Aku bertanya penasaran.

“… Aku tidak bisa memberitahumu.”

Megumin mengalihkan tatapannya ke lantai. Ekspresinya terpenuhi dengan luka, dan terlihat seperti dia akan mulai menangis kapanpun.

Terhadap ekspresinya—

Aku tidak bisa berkata apapun.

Sial, aku melakukan sesuatu yang tidak perlu.

Tidak, jika Megumin ragu untuk menyerang dengan ledakan, kalau begitu ada sesuatu kan?!

Sebenarnya, itu mustahil jika tidak ada. Apa yang harus aku lakukan… Dia terlihat seperti dia ingin menangis…!

Aku memberikan tatapan berharap meminta bantuan terhadap orang di sekitar, tapi tidak hanya para petualang yang memalingkan tatapan mereka, bahkan Aqua dan Darkness langsung memalingkan tatapan mereka.

Orang-orang ini sungguh menyedihkan…!

–Lalu.

“Hey, bukankah itu Wolbach!”

Seseorang berteriak.

Dengan penasaran, para petualang menuju ke jendela di sekitar aula berkumpul.

Tentu saja, aku juga ikut, dan mengikuti arah tatapan dari petualang yang lain—

Wolbach, yang tubuhnya penuh dengan darah, berjalan menuju ke benteng.

“Wolbach terluka sampai seperti itu…!”

“Namamu Satou Kazuma, kan? Kau tidak buruk sama sekali!”

“Aku mendengarnya dari Aqua-sama. Tidak seperti kami, kau tidak punya kemampuan cheat apapun, kan?”

Para petualang yang melihat ini mulai memujiku.

Meskipun begitu, aku tidak senang sama sekali.

Meskipun dia adalah wanita cantik, tapi dia musuh kami. Dia adalah pemimpin pasukan raja iblis, dan musuh dari umat manusia.

Ya, tidak perlu merasa bersalah terhadap ini. Lagipula ini hanya perlindungan diri…

Selagi aku berkecamuk, seseorang berkata:

“Hey, dia terlihat sedikit melemah sekarang, jika kita pergi sekarang kita mungkin bisa menghajarnya, kan?”

Para cheater yang mendengar ini dengan ragu memandang satu sama lain.

“Baiklah, ayo berangkat! Pasukan elit raja iblis juga telah musnah!”

“Meskipun dia adalah kakak yang cantik, ini bukan waktunya untuk hal itu.”

“Jika kita menurunkan penjagaan kita bahkan untuk sesaat, kita akan terbunuh. Oii, siapapun yang bisa bertarung, bersiaplah dan berangkat! Sekali kita membunuh Wolbach kita bisa menggunakan keuntungan itu dan menyelesaikan sisa dari mereka!”

Hmm, seperti yang para petualang itu katakan. Apa yang aku lakukan hanyalah tindakan alami.

Orang-orang dengan cepat berhamburan dari aula tempat berkumpul.

Para petualang dan kesatria membuat kegemparan yang tidak terlihat sedikitpun mereka akan pergi berperang. Di belakang mereka, Aqua dengan tergesa-gesa bergabung dengan kumpulan itu dan Darkness yang menunjukkan ekspresi yang tegas.

… Selagi mereka pergi, Darkness membalikkan kepalanya dan memberikanku tatapan ke samping.

Sekali kami bertatapan, dia menganggukan kepalanya.

Apa? Apa yang kau maksud dengan itu? Bagaimana kau menginginkanku untuk menyelesaikan ini?!

Kau ingin apapun itu aku harus mengurus Megumin sekarang? Seperti itu kan?!

Megumin tidak menunjukkan reaksi apapun saat dia mendengar kabar bahwa Wolbach telah tiba, dan tetap berdiri di tempat di mana dia berada.

Ah, aku tidak bagus dalam berurusan dengan suasana yang berat ini, lagipula, aku telah menjalani hidup tanpa khawatir terhadap apapun!

Selagi aku secara acak berjalan di sekitar ruangan, Yunyun berkata:

“Orang itu… dia adalah pemimpin pasukan raja iblis, dan seorang dewa jahat.”

Matanya mulai berkilau, dan dia mengambil tongkat sihirnya.

“Meskipun dia pernah mengundangku untuk menjelajah bersama, meskipun dia membuatku senang sampai aku membaca ulang diary itu beberapa kali, meskipun aku tidak bisa tidur beberapa hari setelah aku menyesal tidak menerima ajakannya—“

Perkataan beratnya membuatku dan Megumin terdiam.

“—Kita adalah klan penyihir merah. Kita adalah anggota dari penyihir terkuat yang ditakdirkan untuk menolak keberadaan raja iblis. Tidak peduli apa yang terjadi, tidak peduli apa keadaan kita, kita tidak seharusnya dekat dengan pemimpin pasukan raja iblis. Lagipula inilah takdir kita.”

Yunyun berkata dengan sifat yang serius, tapi apa dia tahu identitas asli Vanir dan Wiz… lagipula dia terkadang akan bermain dengan mereka…

Dengan tongkat sihir di tangannya, dia berjalan menuju ke pintu masuk aula tempat berkumpul.

“Aku mengobrol dengan kakak itu sebelumnya di kereta kuda. Jadi jika dia dikalahkan oleh petualang lain yang tidak tahu apapun tentangnya, aku akan… aku… aku akan sedikit…!”

Meskipun dia mencoba yang terbaik untuk tetap kuat, dia tidak bisa menahannya lagi. Dia mulai gemetar, dan air mata mengalir dari pipinya.

Meskipun Yunyun mengatakan itu, Megumin yang merasa bersalah karena tidak melakukan apapun saat kami bertemu dengan Wolbach, tetap terdiam.

Dia mengambil Chomusuke dari lantai dan memeluknya dengan erat. Tidak ada cara bagaimana aku bisa mengerti apa yang sedang dia pikirkan sekarang.

Bagaimanapun, aku mengerti sesuatu telah terjadi antara dia dan Wolbach.

Selanjutnya, itu adalah sesuatu yang membuatnya tidak ingin menyerang.

Aku berkata kepada Megumin:

“… Apa yang ingin kau lakukan?”

“… Eh?”

–Seakan-akan aku bertanya kepadanya di mana dia ingin pergi dan bermain.

“Aku sungguh tidak mengerti apa yang terjadi—“

Megumin melihat ke arahku dengan bingung.

“Tapi sesuatu terjadi di antara kau dan orang itu kan? Apa kau bersikeras melihat dia dimusnahkan?”

–Seakan-akan aku mengundangnya untuk jalan-jalan.

“Musuh kita akan menggunakan kekuatan penuhnya jika dia bisa, dan jika dia terus mengincar Chomusuke, kalau begitu nyawa kita akan terancam tau? Jadi aku tidak akan menghentikan petualang lain membunuh Wolbach.”

Selagi aku mengatakan itu, aku mengambil Chomosuke yang mungkin akan menghalangi pertarungan kami selanjutnya.

“Bukankah mencuri pusat perhatian kemampuan spesial dari klan penyihir merah?”

Megumin mengangkat kepalanya untuk menghadapku. Matanya berkilau merah. Aku berkata kepadanya—

“Jika kau punya musuh yang ingin kau bunuh sendiri, aku tidak keberatan untuk membantumu.”


Part 8

Di bawah tatapan para petualang dan kesatria—

Dengan Chomusuke di lenganku, aku bersama dengan Megumin, menghadapi Wolbach.

Para petualang sudah tidak sabar untuk bertarung, jadi sebagai ganti untuk membiarkan kami berbicara dengan Wolbach, aku memberitahu mereka rahasia kecil. Aku memberitahu mereka ‘Karena kalian punya cheat, petualangan kalian pasti berkembang dengan sangat cepat, jadi kalian tidak menyadari toko luar biasa di kota Axel’,

Karena cheat mereka bukanlah untuk ditunjukkan, mereka sudah mempunyai dana yang sebanding dengan bounty dari pemimpin pasukan raja iblis.

Aku merasa iri…

Aku membalikkan kepalaku menatap Darkness dan Aqua yang tampaknya seperti mereka ingin mengatakan sesuatu. Dengan isyarat kecil, aku memberitahu mereka untuk tetap diam.

“Kau, jadi kau benar-benar keturunan pahlawan kan? Kau bahkan menggunakan barang yang menakutkan…”

Wolbach mengatakan itu. Suaranya terpenuhi dengan ironi, dan jubahnya telah compang-camping.

“Itu hanyalah produk buatan adab modern. Bagaimanapun, aku tidak mengira itu mempunyai efek yang kuat dengan pemimpin pasukan raja iblis seperti itu. Sekarang aku telah melihat efeknya, aku harus mempertimbangkannya untuk memproduksinya dalam jumlah besar…”

Dengan Chomusuke di lenganku, aku mengejek Wolbach.

“Hey, kenapa kau datang ke sini? Pemenang dari pertarungan ini sudah jelas, jadi ini hanya masalah waktu kau akan menyerah. Jika kau berjanji untuk berhenti mengincar Chomusuke dan tidak membuat kami sebagai musuhmu, aku akan melepaskanmu.”

Aku tahu dia tidak akan menerima saran ini, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba.

“Ini disayangkan, tapi jika kau ingin memproduksi secara besar-besaran benda mengerikan itu, tidak mungkin aku bisa membiarkanmu hidup. Juga, aku tidak bisa melepaskan anak itu. Jika aku tidak menerima kekuatanku darinya, aku akan menghilang.”

Selagi dia mengatakan itu, dia mengangkat tangan kanannya.

Jika aku dengan cukup keras melihatnya, aku bisa melihatnya.

“… Jadi kau sesuatu seperti undead?”

“Sangat tidak sopan. Aku dalam kondisi seperti ini karena aku kehilangan sebagian besar kekuatanku. Jika ini terus berlanjut, keberadaanku akan terlahap oleh diriku yang lain.”

Dirinya yang lain, maksudnya anak ini yang sedang aku pegang?

… Eh?

“Umm, bolehkah aku bertanya sesuatu? Jika aku memberi anak ini kepadamu, bagaimana kau akan menerima kekuatanmu? Apa kalian berdua akan bersatu?”

Wolbach membalas.

“Tidak, aku perlu menghancurkannya dengan tanganku sendiri. Jika aku menurunkan penjagaanku, dia akan mengamuk. Saat segelnya terlepas, dia akan mengikuti sifat alaminya dan menyebabkan banyak masalah kepadaku, jadi aku menyegel sebagian besar kekuatannya…”

Aku tidak mengerti rincinya, tapi dia mengatakan dia ingin melakukan hal yang kejam kepada Chomusuke.

Sebagai pecinta kucing, aku tidak bisa membiarkan itu terjadi.

Lalu, Megumin yang selama ini terdiam—

“Saat segelmu dan Chomusuke terlepas, apa kau melihat gadis kecil? Gadis bermata merah dengan umur sekitar 5 atau 6 tahun…”

Dia menggenggam tongkat sihirnya dengan erat, dan bertanya lagi, kali ini dengan petunjuk.

“Aku tidak ingat.”

Meskipun dikecewakan dengan sikap yang kejam, Megumin tetap menatap Wolbach.

Ini kejadian yang berubah menjadi buruk.

Aku harus bertanya pertanyaan itu lagi, dan merubah topiknya…

“… Hey, jika kita bisa berbicara santai seperti ini, kenapa kau bergabung dengan pasukan raja iblis?”

Dengan keputusan yang serius, Wolbach berkata:

“Jika kau ingin tahu, kalahkanlah aku.”

–Dengan senyuman provokasi, dia mengulang jawaban dari saat itu.

Seperti yang kuduga, ini tidak berhasil.

Tampaknya seperti tidak ada cara untuk menghindari bertarung dengannya.

“Kau seharusnya sudah tahu, tapi gadis ini bisa menggunakan sihir ledakan juga. Dengan kata lain, pemenangnya sudah diputuskan, tidak ada cara untuk kita saling berbincang.”

“… Aku pikir kau benar, kalau begitu…”

Pinggir bibirnya tampak membuat senyuman.

“Tanyalah raja iblis. Dia pasti akan memberitahumu yang sebenarnya.”

Meskipun dengan suara yang sedih, dia mulai merapal sihirnya.

–Sial, aku merasa dia melemah jadi aku mencoba mengulur waktu, tapi dia ingin melancarkan serangannya.

Aku tahu seberapa cepat Megumin bisa merapal sihirnya.

Bagaimanapun, jika dia memulainya sekarang, tidak ada jaminan dia akan sempat.

Aku melihat ke arah Megumin yang berdiri di sampingku—

“… Kau sungguh mengingatku, ya kan?”

Dia menggenggam erat tongkat sihirnya dengan kedua tangannya.

Melihat dia bahkan tidak memulainya, aku bisa merasakan kulitku mulai memucat. Aku ingin memegang tangannya dan kabur—

“Saat kita mengobrol dengan Yunyun, kau bertanya tentang namanya seperti ini ‘Ngomong-ngomong, namamu bukanlah nama samaran kan?’.”

–Tapi dia menghindari tanganku, dan tanpa satu gerakan, dia terus berbicara kepada Wolbach. Dia masih belum mulai merapal sihirnya…

“Ada sesuatu yang ingin kuberitahukan kepadamu untuk waktu yang lama, ada sesuatu yang aku ingin tunjukkan kepadamu.”

Terhadap Wolbach yang terus merapal sihir ledakannya—

“Sihir ledakan yang kau ajarkan kepadaku sudah sampai ketingkat dimana aku bisa mengendalikannya tanpa merapalnya dulu. Sihir ledakanku lebih kuat dibanding siapapun.”

–Dia mengatakan terima kasih.

“Explosion—!!”

Part 8


Part 9

Kekuatan serangan pasukan raja iblis telah berkurang setengah, dan pemimpin yang memimpin mereka telah terbunuh.

Ini biasanya waktunya untuk merayakan, tapi karena keadaan Megumin, kami memutuskan untuk mensudahi hari ini.

Kami meninggalkan benteng itu keesokan paginya setelah mengucapkan selamat tinggal kepada orang dengan pakaian yang tidak seperti karakternya. Sekarang, kami sedang berada di penginapan pemandian air panas di mana aku bermandi dengan Wolbach sebelumnya. Menggunakan lenganku sebagai bantal, aku berbaring di atas kasur.

Karena banyak hal yang telah terjadi kemarin, itu lebih baik untukku bermandi dan segera kembali ke kamarku, tapi para gadis sedang berendam sekarang.

Tidak ada masalah dalam sudut pandang hukum, bagaimanapun, saat aku mencoba memasuki pemandian itu, aku menyadari ada mata seseorang yang berkilau merah, dan dengan cepat melarikan diri.

… Situasi berbahaya dari pertarungan ini tidak ada bandingannya dibanding apapun yang pernah aku alami.

Dibandingkan dengan musuh kami sebelumnya, dia lebih… Bagaimana aku mengatakan ini? Akan selalu ada saatnya kami kabur ke suatu tempat. Kali ini, kami menerima akhir dari sihir ledakan. Ini benar-benar pengalaman yang mengerikan.

Yah, aku tidak boleh membuat Megumin marah.

Selagi aku membayangkan apa yang terjadi, aku mengambil Chomusuke yang telah mengikutiku, ke dadaku.

… Ngomong-ngomong, siapa sebenarnya anak ini?

Wolbach telah menghilang tanpa jejak.

Meskipun itu sihir ledakan, itu tidak seharusnya memusnahkan pemimpin pasukan raja iblis secara keseluruhan. Setidaknya, tidak sampai ketingkat di mana tidak ada sisa apapun.

Semua yang tersisa dari ledakan itu adalah kawah kosong yang berbentuk indah. Mungkin karena aku tidak ingin melihat mayat kakak itu, sepertinya aku harus mempertimbangkan keberuntunganku?

Saat Megumin melancarkan sihir ledakannya bersama dengan rasa terima kasihnya, aku pikir aku melihat Wolbach tersenyum… Apa hanya aku yang melihatnya?

Itu lebih baik jika memang hanya aku…

Juga, bukankah bola bulu ini akan menghilang juga? Lagipula bagian dia telah musnah…

Aku tidak bisa mengikuti kejadian yang tiba-tiba berubah ini.

Lagipula, ada terlalu banyak hal yang aku tidak mengerti. Pikiranku tercampur aduk.

Selagi aku kebingungan, Chomusuke tiba-tiba menyentuhku dengan hidungnya.

… Aku tidak peduli jika kau dewa jahat.

Satu-satunya yang bisa menyembuhkan hatiku hanyalah kau…

Selagi aku mengelus Chomusuke, dia mengeluarkan suara dengkuran.

“Kazuma, apa kau masih bangun? Semuanya telah selesai mandi.”

Seseorang mengetuk pintuku, itu adalah Megumin.

“Oh baiklah! Aku akan mandi nanti!”

Aku tidak ingin mengganggu Chomusuke yang beristirahat santai, jadi aku tidak punya pilihan selain berbaring di sini.

Lalu, pintu itu terbuka.

“… Jadi Chomusuke di sini, aku mencari-carimu kau tahu?”

Selagi dia memasuki kamarku, dia tersenyum melihat Chomusuke berbaring di atas dadaku.

Lalu dia dengan santai menutup pintunya, dan duduk di atas kasurku.

“Ini waktu penyembuhanku, okeh? Jadi jika ingin memberi makan anak ini nanti saja.”

“Aku tidak datang untuk memberinya makan. Aku hanya mengira dia melarikan diri dari penginapan ini. Melihat Chomusuke dengan Kazuma itu terasa nyaman.”

Meskipun dia mengatakan itu, Megumin mengulurkan tangannya ke arah Chomusuke yang berbaring di atas dadaku.

Lalu—

“… Oii, oii, apa yang kau lakukan dengan tiba-tiba?”

Megumin mengelus Chomusuke, dan berbaring di atas kasur di sampingku.

Dia dengan perlahan mendekat.

Seakan-akan dia bisa membaca suasananya, Chomusuke melompat dari dadaku, dan berbaring di atas lantai.

Megumin mengabaikan perkataan bermasalahku, dan seakan-akan menyembunyikan ekspresinya, dia menutupi dirinya di bawah selimut.

“Bolehkah aku tidur denganmu malam ini?”

Karena kejadian kemarin, orang ini telah mengurung dirinya sendiri di kamarnya… Jadi apa yang dia inginkan dariku tiba-tiba?

Mereka saling mengenal, dan dia mengakhiri kehidupannya dengan sihir ledakan.

–Jadi itu bukan berarti aku tidak mengerti perasaannya, tapi…

“… Boleh apa? Apa yang kau katakan? Aku tidak tahu apa rencanamu, tapi biar kuberitahu aku bukanlah orang yang sama saat hari-hari mengurung diriku sebagai hikiNEET… Ah aku ingat sekarang, aku berjanji kepada diriku sendiri saat pertama kali kita sampai di sini, bahwa jika kau atau Darkness mencoba memprovokasiku dengan cara yang licik, aku akan mengikutinya tidak peduli apa yang terjadi.”

Aku bercanda untuk meringankan suasananya.

Mata Megumin berkilau merah.

“Berarti aku boleh kan? Maksudku, itulah kenapa aku datang ke sini malam ini.”

Dia mengatakan itu dengan tertawa kecil.

… Apa yang sedang dia pikirkan?

Rasa dari nafasnya ke dadaku terasa sedikit hangat.

Ah, apa yang terjadi tiba-tiba? Aku merasa sedikit gugup sekarang…

Aku dalam masalah besar, lagipula dia tidak hanya jahil…

Jika ini terus berlanjut, bagian bawahku akan mulai merapal sihir ledakan.

“Oii, aku pria muda yang sehat, jadi jangan mengatakan candaan semacam itu. Jika kau mengatakan hal semacam itu, seorang pria akan menjadi salah paham kau tahu? Aku dengar ada pria yang tidak populer yang akan jatuh cinta saat seorang gadis menjabat tangannya, jadi berhati-hatilah okeh?”

Melakukan yang terbaik untuk mempertajam suaraku aku bisa melakukannya dalam kondisi gugup, aku menceramahi Megumin yang berbaring di sampingku.

–Tapi selanjutnya, dia mengulurkan lengannya ke belakang punggungku, dan memelukku dengan erat.

“Bukankah sudah kuberitahu?”

Meskipun aku tidak bisa melihat ekspresinya, aku bisa mendengar suara lembutnya dengan jelas.

“—Aku mencintaimu.”


Part 10

Bagaimana ini bisa menjadi seperti ini?

Ada apa dengan perkembangan tiba-tiba ini?

Tidak, tenanglah Kazuma! Ini hanyalah Megumin yang biasanya. Dia hanya sedikit aneh sekarang, hanya itu…

Tapi aku tidak bisa mengendalikan dorongan dari diriku untuk melanjutkan.

Ayo mulai dengan pengenalan diri—

Aku suka manga.

Aku suka light novel.

Aku suka game, dan aku lebih menyukai anime.

Saat aku menikmati hal-hal yang menakjubkan itu, aku terkadang berpikir kepada diriku sendiri:

‘Kenapa dia tidak melangkah lebih lanjut meskipun gadis cantik ini telah mengkodenya begitu keras? Ini bukan seperti kau homo atau impoten atau sesuatu! Jika itu aku, aku akan menyerah duluan.’

Tapi sekarang, akulah yang berada di dalam situasi dari seorang karakter utama pria dalam manga.

Sekarang aku akhirnya mengerti semuanya.

Mohon maafkan aku karena mengatakan hal seperti itu terhadap kalian.

Sekarang aku sedang dipeluk oleh gadis muda di atas kasur, dan dia baru saja menyatakan perasaannya kepadaku. Mohon beritahu apa yang harus aku lakukan.

Pelukan Megumin semakin erat.

–Tapi itu bukan seperti pelukan erat yang menyakitkan.

Itu seakan-akan dia mencoba untuk memberitahu sesuatu kepadaku, dan pelukan erat itu salah satu bagian dari prosesnya.

… Aku dalam masalah ya kan?

Dalam situasi ini, satu langkah, satu keberanian, semua itu akan membuatku melewati batasan itu.

Tidak, tidak, tidak! Aku tidak bisa melewati batasan itu! Jika aku melakukannya, aku akan tamat!

Tenanglah dan berpikirlah Satou Kazuma! Berpikirlah!

Ini tidak berbeda dari saat bersama dengan Darkness.

Saat lalu, Darkness berpikir dia ingin menikah, jadi itu adalah permintaan terakhirnya.

Tapi kali ini orang ini datang ke sini dengan kemauannya sendiri.

Karena party kami semuanya tinggal di atap yang sama, jika aku dan Megumin memikirkan hal semacam itu, apa yang akan terjadi nanti…!

Ini salah, ini sangat amat salah!

Gadis ini pasti memakan sesuatu yang aneh atau kepalanya terbentur sesuatu–!

Baiklah, baiklah, tenanglah Kazuma. Janganlah mendorong ini terlalu keras.

Ya, dia hanya memelukku sekarang, dan semua yang dia katakan hanyalah dia menyukaiku.

Aku merasakan kepalaku mulai memanas.

Aku mengumpulkan semua kata-kataku, dan berkata dengan suara yang serak.

“Ji-Jika kau terus seperti ini, kau pasti akan menjadi wanita yang buruk saat kau beranjak dewasa. Kau tidak bisa melakukan hal semacam ini dengan sangat tidak peduli okeh? Dengarkan baik-baik, jika kau melakukan sesuatu seperti ini kepada seorang pria, pria itu akan lepas kendali dan mereka tidak akan bisa menolak dorongan itu. Untuk nanti, tolong pikirkan sedikit sebelum kau mengatakan hal semacam itu. Beruntung untukmu, aku pria sejati dengan pikiran baja, kalau tidak kau sudah akan…”

Selama perkataanku, Megumin terus bernafas ke dadaku. Aku mencoba mengabaikan itu, dan mengatakan apa yang aku ingin katakan dengan sangat rendah hati.

Megumin mulai tertawa kecil.

“… Saat aku dewasa? Apa yang kau katakan?”

Lalu, dia mendekat ke arahku, dan berkata dengan suara yang pelan:

“Aku hampir 15 tahu? Aku sudah dewasa.”

Aku harus berhenti terlalu banyak berpikir.

–Aku menaruh tangan kananku ke kepala Megumin, dan merasakan rambut sejuknya di antara jari-jariku. Seakan-akan jari-jariku adalah sisir, aku mulai mengelus rambut indahnya.

Megumin yang terus menundukkan kepalanya, menggerakan tangan kirinya ke kepalaku, dan mulai mengelus rambutku juga.

Aku menaruh lenganku di belakang punggungnya dan memeluk tubuh mungilnya.

Megumin terlihat santai, dan mengeluarkan nafas yang dalam.

… Sebagai perjaka, aku harus mencobanya dengan keras.

Jadi apa yang harus aku lakukan selanjutnya?

Tolong, seseorang ajari aku apa yang harus aku lakukan.

Haruskah aku menciumnya?

Sial, pikirkan simulasi yang telah aku lakukan dengan pelayanan succubus itu!

Disaat-saat hening dimana aku sedang bertentangan, aku dan Megumin terus saling memeluk dan mengelus rambut.

Rambut sejuk dan lembabnya benar-benar menyejukkan.

Aku memasukkan kepalaku ke dalam selimut, dan sekarang aku saling berhadapan dengan Megumin dalam kegelapan.

Aku tidak bisa melihat ekspresinya sama sekali.

Meggunakan kekuatan ‘Penglihatan Malam’ dan ‘Farsight’ aku bisa melihat dengan jelas garis bentuk wajahnya.

Aku mencoba untuk mengikuti arusnya, tapi aku masih tidak mengerti apa yang terjadi dengan tiba-tiba.

Pikiran gugupku terasa seperti ingin hancur, tapi disaat yang sama, hatiku terpenuhi dengan harapn.

Dadaku terasa berat, dan jantungku terus berdegup kencang.

Apa ini cinta?

Apa aku mulai menyukainya tanpa aku menyadarinya?

Detakan jantungku bukanlah disebabkan oleh dorongan seksualku.

Aku berpikir dan terus berpikir, dan akhirnya menemukan solusi.

–Tidak masalah, aku punya rumah, dan aku punya uang.

Aku pasti bisa hidup baik dengan Megumin.

Lalu, Megumin mulai menarikku ke dalam.

Kepala kami hampir selaras, dan tubuhnya mulai mendekat. Bibirnya dekat dengan daguku.

Setiap kali dia bernafas, leherku menjadi hangat.

Terhadap bibirnya, aku akan…!

“Megumin! Di mana kau Megumin?! Apa kau di sini?!”

… Aku tahu ini akan terjadi!

Dalam merespon terhadap suara Aqua di lorong, aku dengan cepat mengeluarkan kepalaku.

Di luar pintu ada suara orang berlarian dengan panik.

Aku merasakan kesal terhadap orang yang tidak bisa membaca suasananya sama sekali, tapi aku sedikit mencoba untuk tetap tenang. Aku juga merasa sedikit lega.

Part 10

Hmm, aku pasti akan menyesali ini jika aku membiarkan diriku tergoda ke dalam ini.

Lagipula, hari ini Megumin sedikit aneh.

Jika aku melewati batasan itu dengannya, kalau begitu hubungan kami dengan yang lain akan beresiko.

Ya, bukankah dia mengatakan itu saat dia tebar pesona?

‘Tentu saja. Jimat ini menyimpan semua harapanku, bahwa semuanya akan tetap bersama selamanya… Aku berterimakasih kepadamu juga, Aqua. Ayo tetap bersama selamanya.’

Meskipun kami melewati batasan itu, kami tetap bisa bersama dengan yang lain.

Tapi apa yang dia inginkan adalah hidup selamanya dalam harmonis dengan semuanya.

Kalau begitu, bukankah ini sudah cukup?

Ini terlalu awal untukku melakukan hal semacam ini dengan gadis yang belum pernah kukencani sebelumnya.

“Aqua, apa kau melihat Megumin?”

Mendengar suara Darkness, aku memutuskan untuk bangun dari kasurku.

Bagaimanapun, aku dihentikan oleh Megumin yang memegang erat tanganku.

… Eh.

Meskipun semua orang menunggunya di luar, dia tetap ingin melanjutkan?

“Me-Megumin, Aqua dan Darkness… a-apa kau tidak masalah dengan ini?”

Aku ragu, tapi aku berbaring kembali ke atas kasur.

Meskipun aku bertanya kepadanya, dia terus memelukku tanpa mengatakan apapun.

“Umm, aku pikir Megumin ingin sendirian sekarang. Aku juga menginginkannya… lagipula sesuatu terjadi antara dia dan Wolbach saat lalu…”

Suara Yunyun terdengar melalui pintu itu.

“Seperti itukah… Hmm, yah tidak ada masalaha selama dia tidak meninggalkan penginapan ini… kalau begitu Aqua, ayo tidur.”

“Eh~ aku ingin kita berempat main poker bersama…”

Aku dan Megumin saling terbungkus dengan lengan kami, dan aku tidak lagi peduli dengan pembicaraan yang terjadi di sisi lain pintu itu.

Karena kami sudah berani untuk melakukan langkah selanjutnya, semua yang aku bisa lakukan adalah saling menuruti.

Bagaimanapun, jika aku sudah sampai sejauh ini, kalau begitu aku harus melihat kesalahan ini sampai akhir.

Hubungan di antara teman-temanku?

Hubunganku dengan yang lain akan beresiko?

Kenapa pula aku harus peduli dengan itu?

Ya, sebelum aku menciumnya aku harus mengatakan sesuatu.

Megumin sudah mengatakan bahwa dia menyukaiku, kalau begitu aku harus mengatakan sesuatu kembali kepadanya.

“Me-Megumin. Umm, kau bilang kau mencintaiku kan? Yah… umm… aku pikir aku mencintaimu juga!”

Selesai sudah!

Sekarang aku bisa melangkah maju dan melakukan apa yang aku inginkan!

Sesaat aku dengan bangga memulai perubahan ini, Megumin—

“… Sungguh? Apa yang kau suka dariku?”

Kepalanya menunduk selama ini, tapi sekarang dia mengangkat kepalanya dan menatapku dengan penuh harapan.

Karena aku bukan playboy, aku benar-benar tidak bisa berpikir apapun yang manis untuk dikatakan.

“… Umm, yah, seperti… sihir ledakan dan seperti…?”

“Jika kau benar-benar tidak punya sesuatu untuk dikatakan, apa kau pikir omong kosong sihir ledakan itu akan membuat ini lebih baik?”

Tatapan Megumin berubah dari lembut menjadi tajam.

Sial, aku tidak seharusnya melakukan sesuatu yang tidak perlu. Sekarang aku membuat kesalahan besar.

Kenapa aku punya kemampuan menghancurkan suasana yang manis menjadi hancur berkeping-keping?

Mungkin aku telah dikutuk menjadi perjaka selamanya.

Tapi lalu, Megumin yang aku pikir tidak ingin melanjutkannya lagi, mengubur wajahnya ke dadaku dan tertawa.

“Aku menyukai sisimu yang terbuka, Kazuma. Kau sangat menyadari diri sendiri dan saat bertemu dengan musuh kuat kau tidak akan mencoba untuk menjadi jantan atau apapun dan melindung kami para gadis. Daripada itu, kau bersedia menggunakan Darkness sebagai perisai. Juga, kau tidak punya keberanian untuk melakukan apapun yang kejam, tapi kau tidak benar-benar melakukan apa yang kau inginkan. Kau akan melakukan hal yang buruk saat tidak ada siapapun yang melihat, dan kau akan melakukan hal baik saat kau merasa ingin melakukannya. Kau tidak buruk dan tidak baik orang biasa yang setengah-setengah.”

… Eh? Apa dia sedang memujiku?

“Jika kau terjerat hutang kau akan bekerja keras, jika kau kaya kau akan berhenti bekerja. Jika kau dalam suasana hati yang bagus kau akan menjadi lembut, jika kau dalam suasana hati yang buruk kau akan menjadi galak. Kau terlihat kau memikirkan teman-temanmu, tapi disaat yang sama kau tidak akan ragu untuk memberikan anggota party-mu melakukan tugas yang tidak menyenangkan. Meskipun kau terlihat sangat pintar dan fleksibel, terkadang kau melakukan hal bodoh yang tak terbayangkan…”

Lupakanlah.

Megumin melihat ke arah ekspresiku yang bermasalah, dan mulai tertawa.

“Akhirnya, aku mencintaimu yang selalu komplain tentang setiap hal yang kecil, tapi pada akhirnya memilih untuk menolong yang lain. Meskipun kau tidak jujur dengan kami, aku mengerti kau sebenarnya punya hati yang baik. Saat kau harus membuat langkah, kau memutuskan untuk tidak melakukannya, seperti baru saja yang kau lakukan. Kau tidak bisa bersikap keren, dan kau menghilangkan semuanya disaat yang penting, tapi itu yang aku suka darimu.”

Dia tersenyum selagi mengatakan hal seperti itu, dan dia menggeser tangannya dari punggungku ke leherku.

Dengan sinar bulan yang redup di belakangnya, Megumin menutup matanya.

Melihat dia seperti ini, aku merasakan dorongan untuk mengikuti arusnya.

Apa ini benar-benar tidak masalah?

Jika ini terus berlanjut seperti ini, ini akan berhasil.

Yup, ini dunia lain.

Meskipun aku masih siswa di Jepang, di dunia ini harapan hidup manusia cukup rendah, kami sudah bisa disebut dewasa.

Megumin sudah dalam usia menikah, jadi tidak perlu untukku mengatakan apapun lagi.

Baiklah, aku akan mengambil tanggung jawab ini.

Selagi perlahan aku memajukan wajahku dengan telah memutuskan sesuatu—

Aku melihat air mata mengalir dari mata tertutup Megumin…

“… Oii, oii, jangan paksakan dirimu! Apa kau benar-benar mencintaiku? Atau ini sedikit terlalu awal untukmu? Karena aku pria jantan, aku tidak masalah untuk menunggu, kau tahu?! Aku pria dengan banyak waktu luang, dalam hal uang dan pengalaman cinta–!”

Megumin tiba-tiba mulai menangis. Untuk merespon, aku mulai dengan gugup mengeluarkan kalimat yang bahkan tidak aku mengerti.

“Ah! Ti-Tidak, ini…!”

Megumin segera mengendalikan dirinya sendiri, dan menggunakan jarinya untuk mengelap air matanya.

Dia bernafas dengan dalam dan mulai tenang.

“… Ngomong-ngomong, kenapa kau datang ke sini malam ini?”

Aku bertanya hal yang sekarang sudah jelas kepada Megumin.


Part 11

Dengan bantal di lenganku, aku menatap secara kosong ke atap.

“Itu sesuatu yang terjadi saat aku sekitar umur Komekko.”

Megumin berbaring di sampingku, dan dengan tangannya di perutnya, dia melanjutkan perkataannya.

“Suatu hari, di desa penyihir merah, aku melepaskan segel dewa jahat itu. Itu saat semuanya mulai terjadi.”

Saat dia masih kecil, Megumin sedang bermain lalu secara tidak sengaja melepaskan segel dewa jahat Wolbach.

Disaat yang sama, monster hitam besar tiba-tiba muncul.

Chomusuke yang sebelumnya kekuatannya tersegel mencoba untuk menyerang Megumin.

Disaat yang sama, Wolbach menggunakan sihir ledakan untuk menahannya, dan dengan itu dia menyelamatkan nyawa Megumin.

Sihir ledakan meninggalkan kesan yang mendalam kepada Megumin, dan karena itu, itu menjadi impiannya.

Kakak itu benar-benar melakukan hal yang tidak perlu.

Sekian lama setelah itu, Megumin mempelajari bagaimana menggunakan sihir ledakan.

Setelah mempelajari sihir, Megumin menjadi klan penyihir merah yang telah berkembang, dan pergi melakukan perjalanan.

Demi membalas budi kepada kakak itu yang telah menyelamatkan hidupnya, dia pergi melakukan perjalanan.

Demi untuk menunjukkan sesuatu kepada kakak itu, dia mempelajari sihir ledakan.

Seluruh perjalanannya dia dedikasikan untuk mencari penyelamatnya itu.

Bagaimanapun—

“Pada akhirnya aku tidak membalas budi kepadanya. Sebaliknya, aku membunuhnya dengan tanganku sendiri…”

Megumin melanjutkan perkataannya, terselimuti dengan kegelapan dalam ruangan.

Dia yang tersiksa dengan rasa bersalahnya, menjadi lembut tidak seperti karakternya. Tampaknya seperti dia akan menghilang kapanpun.

“… Bukankah aku sudah memberitahumu sebelumnya, saat lalu di kampung halamanku aku tidak melakukan apapun selain berdiam di rumah? Aku adalah NEET yang tidak melakukan apapun dengan kehidupanku.”

Aku tiba-tiba mulai membicarakan tentang kehidupanku, dan Megumin membalikan kepalanya menghadapiku.

“Hmm, kau sudah mengatakan itu berkali-kali. Itu…”

Aku memotong perkataannya sebelum dia bisa mengatakan apapun lagi.

“Jika kau ingin membicarakan tentang menjadi buruk, kalau begitu tidak ada siapapun yang bisa mengalahkanku. Orang tuaku melakukan peruntungan untuk mengirimku ke sekolah pribadi, tapi aku tidak pernah memasuki kelas itu, tidak sama sekali. Saat pertama aku hanya ingin mencoba sedikit bebas untuk melakukan apa yang aku inginkan. Saat minggu aku akan bergadang semalaman bermain game, dan saat hari-hari biasa aku merasa lelah dan sebal. Karena kedua orang tuaku pergi bekerja, aku berpikir ini kesempatan bagus untuk membolos secara diam-diam.”

Aku mulai menceritakan kisahku dengan kepalaku yang masih di dalam selimut sampai sekarang.

“Saat pertama aku hanya ingin bermalas-malasan seharian. Lalu, aku membolos sebulan sekali. Lalu, aku membolos setiap hari senin. Sebelum aku menyadarinya, aku tidak pernah pergi ke sekolah lagi.”

Sekarang aku memikirkan tentang itu, sifatku buruk saat lalu.

Meskipun aku telah memutuskan aku tidak akan menjadi NEET setelah aku lulus kuliah, itu kegagalan yang menyedihkan.

Pada pagi hari, aku akan berpura-pura pergi sekolah. Lalu saat orang tuaku pergi bekerja, aku akan mengendap-ngendap pulang ke rumah.

Pihak sekolah menelpon ke rumahku dan bertanya, tapi aku memberi mereka alasan acak untuk membolos, dan melanjutkan bermain game.

Pada akhirnya, pihak sekolah menghubungi orang utaku, dan aku dipaksa untuk pergi ke sekolah, tapi setelah itu, aku kembali menjadi NEET.

“Kau bilang kau gagal membalas budi kepadanya, tapi bukankah kau sudah melepaskan segel Wolbach saat pertama kali? Lalu, bagian Wolbach yang lain datang untuk menyerangmu, dan dia menyelamatkanmu dan mengajarimu sihir ledakan. Kau tahu, ini apa yang mereka sebut ‘match-pump’. Aku tahu petualang berandalan yang melakukan hal semacam itu.”

( Note: Versi raw マッチポンプ (Matchiponpu) = Match-pump itu seseorang yang berpura-pura menjadi pahlawan dengan melakukan hal buruk yang tidak diketahui orang lain dan datang menyelesaikan masalah itu sendiri seakan-akan seperti seorang pahlawan. )

Megumin melihatku dengan ekspresi yang bingung.

“Untuk menyelamatkan penyelamat yang melepaskan segelnya, dia menghentikan bagian dia yang lain yang sedang mengamuk. Siapapun akan melakukan itu, jadi tidak perlu memperlakukan dia sebagai penyelamatmu… jika kau bermasalah dengan hal kecil semacam itu, bagaimana bisa aku menghadapi orang tuaku?”

Bagaimanapun, meskipun aku ingin bertemu dengan mereka, tidak mungkin aku bisa melakukannya.

“Jadi apa yang aku maksud adalah… bagaimana aku harus mengatakan ini, dalam hal buruk, tidak ada satupun orang yang bisa menandingiku. Saat kau membuang-buang waktumu bermasalah karena ini, aku telah menjadi sampah dan hidup dalam kehidupan yang tak berguna. Jadi, umm…”

Aku sungguh tidak tahu apa yang ingin aku katakan.

Selagi aku kehilangan kata-kata, Megumin mulai tertawa.

Dia mengubur wajahnya ke dadaku, dan menekan bahuku untuk menahan tawa.

“… Apa itu maksudnya?! Aku hanya mencobamu agar menjadi lebih baik dengan caraku sendiri, dan kau membalasku seperti itu? Aku bahkan memberitahu kisah memalukanku untuk melakukan itu! Sekarang inilah yang aku sungguh panggil sifat buruk!”

“Aku minta maaf. Ini bukan aku merendahkanmu, aku hanya merasa kasihan terhadap orang tua itu yang mempunyai anak seperti ini. Aku juga berpikir menggunakan cara aneh itu untuk membuatku lebih baik itu sedikit lucu.”

Bocah sialan ini!

“Yah aku minta maaf aku telah melakukan sesuatu yang bukan keahlianku! Dengarkan! Kau mungkin berpikir bahwa kau gadis yang membuat kejadian semacam itu, tapi seseorang yang paling menderita itu sebenarnya aku! Kau datang ke kamarku jadi aku bisa membuatmu lebih baik terhadap masalah sepele yang bahkan tidak ada saat pertama kali! Apa kau pernah memikirkan tentang perasaanku?!”

Selagi aku terus komplain, Megumin terus memegang bahuku dan menghapus air matanya karena tertawa.

“Kalau begitu apa kau ingin melanjutkannya?”

“E-E-E-Enggak! Meskipun aku akan melukai diriku sendiri untuk menyelesaikan masalah yang sepele, aku tidak akan mengizinkan seseorang melakukan sesuatu kepadaku dengan mengambil keuntungan dari lukaku!”

Aku dengan tegas membalas, dan Megumin mulai tertawa seperti yang biasa dia lakukan.

“Baiklah, itu memalukan bukan?”

Matanya berkilau merah dalam kegelapan, dan tidak peduli bagaimana aku melihatnya, aku tidak merasakan rasa penyesalan.

“… Baiklah, jika akhirnya rasa bersalahmu terhadap kakak itu telah hilang, dan jika kau ingin melakukan hal semacam itu lagi, aku tidak punya alasan untuk menolak–!”

Merasa seperti aku melakukan sesuatu yang aku akan sesali, aku mencoba menyalamatkan apa yang tersisa.

Megumin menggoyangkan bahuku dan berkata—

“Seperti itukah? Jika hari itu benar-benar tiba, kalau begitu aku akan datang ke kamarmu lagi.”

Dia menunjukkan senyuman yang cerah.

‘Terima kasih banyak, aku merasa bebanku telah berkurang sekarang’— pergi dengan perkataan biasa itu, dia meninggalkan kamarku.

Berlawanan dengan sifatnya yang periang, aku menjadi gelisah di kasurku.

“Ahhhhhhh! Aku menyia-nyiakan kesempatan bagus seperti itu, dan aku bahkan mengatakan hal yang memalukan seperti itu! Arrghhh!!


Part 12

Karena masalahnya telah terkirimkan kepadaku, aku memutuskan untuk mendinginkan kepalaku di suatu tempat.

Tidak seperti sebelumnya, aku mematuskan untuk mandi dengan air dingin.

Aku menyesali apa yang telah aku lakukan, tapi sejujurnya, aku merasa melakukan kesalahan kecil bukanlah hal yang buruk.

Apapun itu, berdasarkan atas apa yang terjadi, aku dan Megumin sekarang berpacaran.

Lagipula, aku mengatakan hal seperti ‘aku mencintaimu’ dan hal semacam itu.

Karena aku berpikir ‘hubungan ini tidaklah buruk’, itu berarti perasaanku lebih dalam dari yang aku kira…

… Eh, apa itu berarti dia menjadi pacarku mulai besok?

Oii oii oii, apa aku akhirnya akan mengalami kehidupan asli?!

“Tidak tidak tidak, tenanglah sebentar. Megumin sedikit aneh sejak kemarin. Aku hanya akan mengamati situasinya sebelum aku memutuskan.”

Aku bergumam hal semacam itu kepada diriku sendiri selagi aku dalam ruang ganti.

Lalu…

“… Apa yang kau lakukan?”

“Nyaa~”

Chomusuke tiba-tiba muncul di bawah kakiku, dan aku mengatakan pertanyaan semacam itu tanpa sadar.

Anak ini telah berbeda dari dia biasanya baru-baru ini, tapi aku pikir ini hanya masalah waktu dia kembali normal.

Karena dia tidak suka berendam, aku tidak seharusnya membiarkannya masuk…

“… Ini pemandian yang sangat kau benci kau tahu? Apa kau yakin ingin masuk?”

Melihat Chomusuke yang mengikutiku selama ini, aku duduk di samping shower dan menyalakan showernya.

Selagi aku mandi, aku berpikir apa yang akan terjadi mulai dari sekarang.

Mempertimbangkan semuanya, aku hanya harus berpura-pura tidak ada yang terjadi kemarin.

Aku harus menunggu dia untuk memutuskan untuk menghampiriku atas keinginannya sendiri, kemudian aku akan menganggap itu sebuah insiden.

Meskipun aku sedikit terganggu dengan solusiku, aku memutuskan untuk tetap melakukannya.

Setelah mandi, aku bisa merasakan kepala dan badanku menjadi sejuk, dan langsung masuk ke dalam pemandian.

Selagi aku ingin masuk ke pemandian…

“… Ka-Kau ingin masuk?”

“Nyaa~”

Chomusuke menyandarkan kakinya ke pemandian itu, dan terlihat seperti dia bersemangat untuk masuk ke dalam. Meskipun itu sedikit mencurigakan perubahan sikap dia yang tiba-tiba, tapi aku memutuskan untuk mengabaikan itu untuk sekarang, dan mengangkatnya masuk ke dalam air.

“Kau akan tenggelam jika kau masuk ke dalam kolam pemandian, jadi gunakan ini untuk sekarang.”

Selagi aku mengatakan itu, aku mengisi ember itu dengan mata air panas, dan menaruhnya di samping. Chomusuke, seakan-akan memeriksa suhu air itu, menaruh kakinya ke dalam air itu. Akhirnya dia meringkuk menjadi bola dan berbaring di dalam air itu.

… Ada apa dengan kucing ini…

Yah, ini bukanlah kucing sungguhan.

Aku sungguh tidak tahu kenapa dia tiba-tiba menyukai pemandian, tapi itu hal yang bagus jika dia suka kebersihan.

Aku merasa dia seperti kakak itu.

Aku tanpa sadar bertanya:

“Wolbach-san, bagaimana suhu airnya?”

Saat aku memanggilnya Wolbach, telinganya terangkat sedikit.

………

Apa itu hanya kebetulan?

Atau itu berarti Chomusuke akan berubah menjadi wujud manusia?

Jika kami membesarkan kucing ini, akankah dia akhirnya menjadi kakak itu?

“… Mana mungkin.”

Aku merendam bahuku ke dalam air, dan menatap Chomusuke yang dengan nyaman berendam di dalam ember itu.

“… Hmm? Ngomong-ngomong, kau tidak tumbuh sama sekali setidaknya dalam dua bulan ini, tapi aku merasa kau sedikit lebih besar sekarang…”





tags: baca Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 09 Chapter 05, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 09 Chapter 05 manga, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 09 Chapter 05 online, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 09 Chapter 05 bab, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 09 Chapter 05 chapter, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 09 Chapter 05 high quality, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 09 Chapter 05 manga scan, ,

Partner: Oploverz | Mangaku | Mangacan | Mangakyo | Mangashiro | Mangaindo | Silver Yasha | Komikstation | Komikfox | Achanime | NilaiTP | Pecinta Komik | NeuManga | Kiryuu | Overlordfree | Bacamanga

Totobet SGP