Pasang Iklan

Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 06

Selamat membaca manga Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 06 bahasa indonesia, jangan lupa mengklik tombol like dan share ya. Manga Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 bahasa Indonesia selalu update di Mangakita. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga Mangakita ada di menu Manga List.

–Selamat datang kembali—

Pagi selanjutnya setelah kami merebut Darkness.

“Tuan tanah itu menghilang?”

Saat Darkness yang datang ke mansion-ku untuk melaporkan ini, aku pikir aku salah dengar.

Kenapa pak tua yang terus berteriak Lalatina, Lalatina, menghilang?

“Ya, para pelayannya tidak bisa menemukan dia di manapun.”

Aku bingung dengan perkataan Darkness.

Aku pikir tuan tanah itu mengepung mansion kami dengan pasukan pribadinya saat pagi hari, dan membuat persiapan.

“Entah mengapa, banyak bukti yang menunjukkan perilaku buruk tuan tanah itu mulai bermunculan. Seseorang yang memberi Iris-sama pusaka suci penukar tubuh adalah dia juga. Beberapa berkata tuan tanah itu tidak bisa menyembunyikan perbuatan jahatnya lagi dan melarikan diri saat malam hari.”

–Aku mengerti.

“… Dan juga, tidak perlu untuk melarikan diri lagi, taruhlah tasmu.”

Aku mengindahkan pendapat Darkness dan melepaskan tasku.

Megumin dan Aqua di belakangku menaruh barang mereka juga.

Aku berencana untuk mencari pulau yang sangat jauh untuk menghabiskan waktu sebagai petani sampai masalahnya selesai.

“Lupakan, ini hebat… ada apa Darkness, masuklah.”

Aku mendekati Darkness yang berdiri di pintu masuk dan menolak untuk masuk… tapi dia tetap keras kepala dengan wajah yang tanpa ekspresi.

“Ada apa Darkness? Apa sesuatu terjadi?”

Megumin bertanya dan Aqua berteriak “Ah!”.

“Benar, Megumin tidak di dalam gereja dari awal, jadi kau tidak tahu! Dengar! Darkness telah dibeli oleh Kazuma! Kazuma memikul hutang Darkness dan bahkan berkata ‘Kau milikku sekarang! Bayar kembali uang yang susah payah kudapatkan dengan tubuhmu’…! Darkness ketakutan dengan apa yang kemungkinan akan Kazuma lakukan dan tidak berani masuk kan?”

“… Hah?”

“Hey, ayo bicara sebentar. Salah, banyak rincian yang salah. Tidak, perkataanmu benar, tapi rinciannya salah, cara kau mengatakannya terlihat buruk!”

Dengan kilauan merah di matanya, Megumin melihatku seakan-akan aku adalah sampah. Darkness menggelengkan kepalanya.

“… Tidak, bukan itu masalahnya. Kazuma memang memintaku untuk membayarnya dengan tubuhku dan memanggilku crusader mesum juga…”

Ahh, Megumin mulai merapal sihirnya.

Darkness tiba-tiba membungkuk.

“Maaf. Aku telah merepotkan semuanya karena sifat keras kepalaku… bahkan aku merasa aku melakukan sesuatu yang bodoh. Aku harap semuanya memaafkanku…”

Aqua dan Megumin berjalan ke sisi Darkness saat mereka melihat ini.

“Yang berlalu biarlah berlalu, lagipula kau kembali dengan aman. Aku tidak mempersalahkannya. Kazuma mungkin banyak kekurangan dalam berbagai hal, tapi pria ini punya kebiasaan tidak ingin bekerja jika dia punya uang. Ini tidak jadi masalah.”

“Benar, atau sebenarnya, jika ini tidak terjadi, aku tidak akan bisa berkunjung ke rumah Darkness. Jika tidak, aku tidak akan menyadari bahwa ayahmu telah dikutuk! … Benar, kita perlu mencari kriminal yang mengutuk ayahmu! Aku curiga itu telah dilakukan oleh iblis bertopeng itu. Mata jelasku tidak akan salah! Ayo beri dia pelajaran!”

Darkness menatapku selagi mereka berdua menenangkannya.

“Aku sungguh berhutang dalam jumlah yang besar kepada Kazuma kali ini. Kau meninggalkan semuanya dan merubahnya menjadi uang tunai… itu tidak segera, tapi uang yang Kazuma bayarkan kepadaku setengahnya akan dikembalikan oleh kerajaan nanti. Saat ayahku pulih, kami akan menghitung jumlah barang yang disita dari tuan tanah itu. Bagaimanapun…”

Wajah Darkness menjadi murung.

“… Bagaimanapun, barang intelektual yang kau jual tidak akan kembali. Kau bilang kau berencana untuk hidup damai sebagai pebisnis, tapi sekarang…”

Tentang itu kah.

“Lupakan tentang itu. Aku belajar masak juga, membangun toko kecil dan membuat masakan dari negaraku akan menghasil beberapa uang pengganti… huh, tunggu, apa uangnya akan kembali kepadaku?”

Itu terbenam tiba-tiba dan aku bertanya dengan wajah serius.

“Ya, itu akan kembali. Seluruh dua miliar yang digunakan. Uang ganti rugi dari mansion tuan tanah itu dan biaya dari bangunan yang rusak akan dikembalikan kepadamu. Lagipula, semua uang itu akibat proses dari melindungi kota ini. Itu seharusnya ditanggung oleh tuan tanah yang mengelola tanah ini… tapi sekarang kupikir-pikir, kenapa aku menerima lamaran tuan tanah itu dan membayarnya… seakan-akan aku terkena hipnotis. Juga, kenapa semua bukti kelakukan buruknya muncul di semua tempat…?”

Darkness menunjukkan bagian yang tidak masuk akal dengan bingung, tapi itu tidaklah penting.

Tidak penting sama sekali.

“Dua… kau bilang dua miliar…?!”

Jadi aku tidak perlu kerja lagi selama seluruh hidupku…!

… Hmm, tunggu. Ada 24 jam dalam satu hari, dan pelayanan itu berharga 5 ribu eris untuk tiga jam.

Dengan dua miliar, aku bisa menghabiskan seluruh hidupku dalam dunia mimpi yang aku idamkan…?

Saat aku memikirkan tentang itu, Megumin dan Aqua mendekatiku.

“Kazuma hari ini benar-benar… sesuatu— benar-benar ganteng! Nah, Kazuma-san, aku ingin rumah hewan peliharaan yang mewah untuk kaisar Zell!”

“Benar dia sangat ganteng, aku selalu berpikir bahwa Kazuma itu pria yang tampan. Ngomong-ngomong, aku ingin alat sihir yang meningkatkan kekuatan sihir.”

“Ara, kalian sekumpulan pelacur yang mencium aroma uang! … Darkness, ada apa?”

Darkness masih terdiam di pintu masuk selagi dia memperhatikan pecakapan kami.

“Sungguh, lepaskan saja. Kau bekerja keras untuk melindungi kami selama ini kan? Meskipun kau kemarin terlalu berlebihan dan membuatku sangat jengkel. Tapi aku sedikit bersyukur juga. Jadi biarkanlah. Dan seluruh uang itu akan dikembalikan juga. Jadi lupakan apa yang terjadi kemarin, bukankah itu sudah cukup?”

Sejujurnya, uang yang akan dikembalikan itu berjumlah sangat besar, aku tidak benar-benar peduli dengan hal sepele seperti itu.

Dan aku telah mengurung diri di rumah akhir-akhir ini, jadi aku ingin memesan pelayanan itu segera, lalu cari kamar hotel yang paling mahal di kota dan tinggal di sana selama seminggu.

Tapi Darkness menjadi murung saat dia mendengar kata ‘Lupakan’.

“Yang berarti… apa yang kau katakan tentang membeliku itu tidak pernah terjadi juga?”

Darkness baru selesai mengatakan itu saat Megumin dan Aqua mendekatiku dan menatap wajahku dari jarak yang dekat.

… A-ampunilah aku.

“Tentu saja itu tidak pernah terjadi! Hanya itu, lupakan semua yang terjadi kemarin!”

Darkness semakin menjadi depresi saat dia mendengar itu.

… Hmm?

Mungkinkah ini pengakuan cinta tidak langsung dari Darkness, memberi kode kepadaku bahwa dia ingin menjadi milikku?

Mengabaikan harapanku, Darkness menundukkan kepalanya seakan-akan dia ingin menangis.

“… Dan, tentang surat itu… surat tentang meninggalkan party…”

… Oh, aku mengerti, Darkness berencana keluar dari tim.

Karena insiden kemarin tidak pernah terjadi, jadi tentang dia menggunakan tubuhnya untuk membayarku tidak pernah terjadi juga…

… Apa, harapanku tidak berarti. Sungguh, hal seperti itu…

“Apa yang kau katakan, Darkness crusader terpenting kami, kita tidak akan membiarkan dia pergi kan?”

“Benar, lupakan tentang itu sekarang. Darkness kadang-kadang seperti menjadi orang bodoh. Bukankah ini satu-satunya tempat kau bisa di sini dengan kami?”

… Sial, mereka mengatakannya duluan.

Tapi Darkness saling menyentuh kedua jari telunjuknya di depan dadanya, melihatku dengan tatapan yang gelisah.

Sebelum aku bisa berbicara, Darkness mulai duluan.

“E-erm! Satu-satunya hal yang bagus dariku hanyalah pertahanan, aku crusader yang tidak bisa mengenai musuh dengan seranganku… bagaimanapun… bagaimanapun, bolehkah aku… bolehkah aku bergabung dengan party-mu lagi…?”

Aku tersenyum masam kepada Darkness yang tidak menggunakan kata yang formal.

“Tentu saja… selamat datang kembali.”

Dia menjawab—

“… A-aku pulang!!”

Dengan air mata di matanya, Darkness menunjukkan senyuman lega—

“… Nah, Kazuma, kau masih berpikir itu sayang sekali kan? Membiarkan Darkness mengganti rugi dengan tubuhnya adalah beberapa hal dari kemesuman, kan?”

Aqua yang terbaik dalam hal tidak bisa membaca suasana naik ke tingkat ini dengan tertawa kecil.

Si kampret ini, apa yang dia katakan?

“Ngomong-ngomong, kau mengumumkan kepada semua orang bahwa Darkness milikmu kan? Apa itu? Pengakuan cinta? Seperti saat Yunyun mengatakan dia ingin bayi, atau saat kau terpesona dengan Iris begitu mudahnya di ibukota, dan sekarang ini. Kenapa kau menjadi orang yang sangat gampangan? Meskipun kau membuat langkah kepadaku saat kita tidur bersama di desa penyihir merah, kau terlalu sembrono. Lebih seriuslah dalam menjalani hidup.”

Megumin tidak senang selagi dia komplain.

… Apa yang dia katakan?

Apa ini cemburu atau apa? Perjelaslah.

Bertingkahlah seperti gadis di dalam anime harem, dan buatlah agar mudah untuk dimengerti.

… Ekspresi Darkness berubah menjadi aneh.

Dia masih terlihat gelisah, tapi matanya beralih antara aku dan Megumin yang bertingkah seakan-akan kekasih yang bertengkar.

“… Ngomong-ngomong, saat Kazuma menyusup ke dalam rumahku terakhir kali, aku hampir melewati batasan itu dengannya…”

“Eeh?!” x2

Darkness mengungkapkan sesuatu yang tidak perlu dengan wajah yang malu, membuat Aqua dan Megumin berteriak.

“H-hey, jangan… jangan katakan itu… itu hanya percobaan gagal…”

“Percobaan gagal?” x2

Aku menggali kuburanku sendiri.

“Nee, Kazuma, apa lu bego? Selagi aku dan Megumin bekerja keras untuk membawa kembali Darkness, apa yang kau pikirkan?”

“Kazuma, kau tidak membawa kembali Darkness, tapi di sana untuk melakukan serangan malam?! Persediaanmu sebagai pria telah jatuh ke lubang terdalam! Hanya apa yang kau lakukan?!”

( Note: 夜這い (Yobai) = Serangan malam, itu pelecehan seksual yang dilakukan dengan menyelinap ke kamar dari lawan jenis )

Apa itu, kesampingkan menggoda Megumin saat di desa penyihir merah, aku tidak melakukan hal yang salah kali ini.

Darkness menjadi gelisah dengan wajah yang malu.

“Meskipun aku mengatakan serangan malam… tapi dia hanya menyusup ke kamarku saat larut malam, menutup mulutku sebelum aku bisa teriak dan mendorongku ke kasur. Lalu menahanku jadi aku tidak bisa memberontak dengan tanganku yang lain… selama pergulatan hebat itu, bajuku terbuka dan perutku diraba-raba.”

“Eh?!” x2

“Hey, tunggu! Tidak, itu benar terjadi! Tapi…!!”

“?!” x2

Saat dia mendengar protesku, Megumin menjauh dariku dengan cepat.

“Aku sudah tahu Kazuma melihat Darkness dengan mata bejat, tapi untuk memikirkan kau benar-benar pria yang tidak masalah dengan perempuan manapun. Aku pikir Kazuma lemah tapi punya sisi tulus. Aku pikir kau sedikit serius saat itu, tapi kau hanya ingin bercinta huh. Kau bisa bersenang-senang dengan siapapun selama itu wanita kan, kau sampah!!”

Aku harap dia bisa membiarkanku mengatakan bagianku juga, jika ini terus berlanjut, aku akan menjadi sampah terbesar bagi mereka semua.

Sebelum aku bisa menjelaskannya kepada Megumin, Aqua mengikuti dengan serangan lain…!

“Benar, saat aku tidur di samping Kazuma di kandang kuda saat lalu, binatang ini terus memandangi tubuhku!”

“Kalau itu sudah pasti tidak mungkin.”

“Kenapa?!”

Mendorong Aqua yang ingin menangis selagi mencoba mencekikku dengan satu tangan. Darkness sedang malu, tapi masih tertawa senang.

Wanita ini, dia hanya ingin membalasku karena serangan malam yang gagal itu dan menggunakan suaranya untuk melakukan berbagai hal.

Selagi Darkness menyilangkan lengannya dan tertawa kepadaku, melihatku berjuang tidak berdaya—

“… Kau seseorang yang menggodaku, meminta jika aku ingin menjadi dewasa bersama…”

Aku mengkritiknya dengan pelan.

“!!” x2

“I-itu tidak benar?! Aku berpikir itu karena aku akan menikah dengan tuan tanah itu, aku mungkin lebih baik…!”

“Kau mengakuinya! Darkness mengakui bahwa dia yang mulai! Betapa mengejutkannya! … Yah, aku bisa membaca suasananya juga, jadi aku akan membawa telur kaisar Zell untuk berjemur di taman!”

“Darkness, kau jalang tidak tahu malu! Bertingkah sopan santun seperti gadis yang terkena tragedi, tapi kau suka menggoda, aku telah salah untuk khawatir denganmu!”

“Tunggu….?! Tu-tunggu sebentar!!”

Megumin menusuk pipi Darkness dengan ujung dari tongkat sihirnya, dan Darkness menatapku dengan dendam.

Tampaknya dia seperti masih ingin melanjutkan.

Epilogue 1

Aku memegang Aqua yang mencoba untuk pergi dengan gembira dengan telur di lengannya, dan membawa sesuatu yang aku tidak ingin tunjukkan sebelum Darkness tenang.

“… Hey Aqua, pertanyaan. Bagaimana cara pendaftaran keluarga untuk pernikahan di negara ini?”

Aku mengangkat topik yang berbeda dengan tiba-tiba.

“Kenapa kau menanyakan itu? Pertama, saat pagi dari upacara pernikahan, pasangan itu menyerahkan dokumen ke otoritas terkait. Saat sore hari, mereka lalu akan mengadakan upa… ca… ra…”

Aqua tampaknya menyadari apa yang aku maksudkan.

Megumin yang ekspresinya menjadi terkaku menyadari juga.

“…? Ada apa?”

Hanya nona bangsawan yang tidak tahu tentang dunia yang tidak bisa mengikuti.

Megumin mungkin mencoba menenangkannya.

“I-ini sudah biasa untuk melihat orang yang sekali langsung bercerai saat jaman ini, yup!”

Darkness akhirnya menyadari dan menaikkan kepalanya terkejut.

Seorang nona bangsawan, masokis, perawan dan janda kembang. Hanya berapa ciri khas yang gadis ini inginkan?

“Erm… bagaimana ini harus ditafsirkan? Darkness diculik saat pertengahan pernikahan. Hari selanjutnya, pengantin pria-nya sudah melarikan diri. Secara teori, Darkness telah dibuang oleh pak tua itu.”

Kata-kata Aqua yang tidak menyakiti akan membuat Darkness gemetar hebat sesaat.

Lalu dia melihatku dengan gelisah…

“Yah… lagipula pendaftaran keluarga hanyalah masalah sepele. Jangan khawatirkan tentang itu… Darkness si janda kembang.”

Darkness berbalik dan melarikan diri dengan menangis.


–Chris dan Eris—

“—Itulah yang terjadi. Darkness kemudian mengurung dirinya di rumah ayahnya dan menolak untuk keluar. Aku perlu rencana untuk menyusup lagi.”

Ini adalah cafe yang elegan di pusat kota Axel.

Ini adalah toko terpencil, dan tidak ada pelanggan lain kecuali kami.

“Kau kejam seperti biasanya. Jangan bully Darkness terlalu berlebihan okeh? Dia mungkin terlihat kuat, tapi sebenarnya sensitif.”

“Aku tahu, aku tahu. Ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan, Chris? Kau lama sekali kembali dari ibukota.”

Aku mengingat keributan yang menjadi terkemuka itu bersama Chris yang kembali dari ibukota.

Chris menggaruk bekas luka di pipinya dengan bermasalah.

“Ya— aku sibuk dengan hal lain. Aku ada di sekitar Axel akhir-akhir ini, tapi dipanggil untuk pergi ke tempat lain. Aku akhirnya kembali setelah menyelesaikan pekerjaanku.”

Lalu dia berbaring di meja dan meregangkan punggungnya dengan malas.

“Dipanggil? Oleh siapa? Guild pencuri atau sesuatu?”

“Eh, yah, banyak berbagai hal untuk diselesaikan setelah orang mati kan?”

“… Kau bekerja part time di tempat pemakaman?”

Chris tidak menjawab dan hanya mendesah dalam.

“Untuk memikirkan pusaka suci itu ada di dalam mansion tuan tanah itu… saat aku menyusup vila tuan tanah itu, aku bingung dengan pusaka suci yang Aqua-san punya—“

Sesaat lalu, aku mencari dua pusaka suci di ibukota bersama dengan Chris.

Yang terakhir di temukan di ruang bawah tanah mansion tuan tanah itu.

Chris mengambilnya saat dia kembali ke kota.

Efek dari pusaka itu adalah untuk memanggil monster secara acak dan mengendalikannya.

Apa yang tuan tanah rencanakan dengan itu?

Setelah mendengarkan penjelasanku, Chris meminum kopi yang sudah mendingin dengan sekali teguk.

“Apapun itu, itu berakhir baik kali ini. Terima kasih telah menyelamatkan Darkness, Asisten-kun.”

“Dengan senang hati, Bos.”

Kami tersenyum bersamaan.

“Huft… aku masih perlu mengambil pusaka suci lain… nah Asisten-kun, kau…”

“Hanya untuk memperjelas, aku pria yang sibuk.”

Setelah langsung menolak, Chris menggembungkan pipinya dan menatapku.

“Pemberian upah itu…”

“Aku tidak butuh uang.”

Chris menggaruk bekas luka di pipinya dengan sedikit bermasalah.

“Apa boleh buat. Aku akan mencarimu meminta bantuan saat waktunya tiba, okeh?”

Dia lalu berdiri dengan tersenyum lembut… hmm?

Senyuman dia barusan dan cara dia menggaruk pipinya terasa sedikit.

Atau sebenarnya, aku melihat itu di suatu tempat baru-baru ini…

Aku telah terganggu dengan ini dari sekarang.

Chris akan memanggil Darkness dan Megumin dengan namanya langsung, tapi akan menambahkan ‘-san’ saat memanggil Aqua.

Lebih pentingnya, namanya menyerupai orang lain itu.

Jadi dari warna rambut dan matanya.

Disisi lain, orang itu memanggil Aqua dengan senpai, dan menambahkan ‘-san’ kepada Megumin.

Tapi dia memanggil Darkness dengan namanya langsung.

Mungkin untuknya, Darkness adalah teman baik.

–Terdorong dengan dorongan melakukan hal iseng.

Aku berdiri dan berkata kepada Chris yang melambaikan tangan selama tinggal kepadaku.

“Ngomong-ngomong, Eris-sama. Di mana kau menyimpan pusaka suci yang kau ambil dari tuan tanah itu?”

“Oh, itu? Aku merapal segel ke pusaka itu dan membuangnya ke dalam danau di tempat di mana Hydra itu tidur selamanya…”

Epilogue 2

Chris…

–Bukan, dewi Eris.

Dengan senyuman lembut di wajahnya seperti biasanya, dia berdiri di depanku terkaku.


Cerita bonus: –Terkadang aku ingin mengucapkan terima kasih—

[ Oh! Ini mungkin musim panas, tapi pakaian itu terlalu seksi. Apa kau ingin mencoba menggodaku? ]

Hal pertama yang aku katakan setelah kembali ke mansion membuat Darkness yang sedang berjalan dengan pakaian minim membeku.

“Ka-ka-kau apa yang kau katakan dengan mendadak saat baru pulang?! Ini karena cuacanya terlalu panas jadi mau bagaimana lagi, aku tidak mencoba menggodamu…!”

[ Kau mungkin mengatakan itu, tapi kau sebenarnya sedikit menantikan, kan? ]

“?! Apa?! Ada apa denganmu hari ini?”

Setelah mendengar percakapan kami, mulut Megumin yang bermain permainan papan dengan Aqua terbuka.

“Apa yang terjadi dengan sangat tiba-tiba. Kazuma mungkin sering melakukan pelecehan seksual ke yang lain, tapi itu terlalu blak-blakan hari ini.”

Aku menatap Megumin.

[ Megumin mengenakan one piece hari ini kah. Megumin mempunyai kepribadian tomboy seharusnya keluarkan semua dan telanjanglah ]

“Ada apa dengan orang ini?! Mengatakan hal tidak jelas seperti itu?!”

Megumin berkata dengan panik selagi Aqua duduk di depannya dengan menyilangkan tangannya dan mengangguk.

[ Tidak, sebenarnya… ]

“—Alat sihir yang mengungkapkan pemikiranmu?” x2

[ Benar. Wiz memintaku untuk mencoba alat sihir ini. Saat Wiz yang mengenakan pakaian minim saat musim panas memintaku dengan matanya yang mengadah, aku menerimanya dengan senang ]

Seperti itulah.

Di atas kepalaku sekarang ada topi yang diberikan Wiz kepadaku.

“E-erm, aku tidak bertanya kenapa kau menerimanya… tidak, itu hanya pikiranmu yang terungkapkan. Tapi kenapa Wiz membuat alat sihir seperti itu…?”

[ Itu dibuat dengan ide dari menyadari percakapan dengan monster dan binatang. Ngomong-ngomong, Wiz ingin mencobanya ke hewan. Aku pikir dia menyebutkan tentang meminta petani daging yang dia kenal untuk mencobanya. ]

“Kenapa kau tidak menghentikan Wiz, bukankah itu akan membuat petani sapi susah untuk bekerja?!”

Aku melihat ke arah Aqua yang tidak bergerak selagi dia mengatakan itu selagi duduk di depan permainan papan.

Lalu aku melepaskan topi itu dan menaruhnya di kepala Aqua.

[ Apa yang harus aku lakukan. Jika aku memindahkan bagian ini, Megumin dengan kepribadian gila pasti akan mengincarnya. Apa yang harus aku lakukan? Mempertaruhkan lauk makanan dalam sekali pertandingan itu ide yang buruk. Jika ini terus berlanjut, aku hanya bisa makan nasi dengan sambal malam ini. Aku harus menggunakan batu gunting kertas untuk memutuskan pertandingannya. Seperti apa yang terjadi barusan, aku hanya perlu merapal sihir blessing untuk menyelesaikannya. ]

Saat suara Aqua keluar dari topi di atas kepalanya, Megumin langsung menerkam Aqua.

“Hey, apa yang kau lakukan Megumin? Papannya berantakkan sekarang! Sekarang pertandingannya menjadi tidak berarti kan?! Tidak ada cukup waktu untuk pertandingan lain, jadi ayo selesaikan dengan batu gunting kertas!!”

[ Itu mengejutkanku, tapi ini kesempatan bagus! Apa cuaca mengenai otaknya? Ini hebat bahwa Megumin tidak sabaran seperti Darkness! ]

“Jadi itu apa yang kau pikirkan tentangku?! Aku adalah arch wizard yang dikenal keren dan menarik, tidak seperti Darkness sama sekali!!”

“Tunggu, aku tidak berpikir bahwa aku tidak sabaran..! Dan apa yang kalian berdua pikirkan tentangku biasanya?!”

Aku dengan perlahan melepas topi itu dari Aqua dan memakainya.

[ Seperti itulah cara kerja alat sihir ini… Oh, gadis dengan tetek besar masih melihat ke arahku dengan curiga. Sekarang giliranmu memakai ini ]

“Ga-gadis tetek besar?! Seperti itukah kau memanggilku di dalam pikiranmu?! He-hentikan! Aku tidak ingin memakai benda ini, kau saja yang pakai jika kau ingin!”

[ Tch, aku berencana untuk bertanya seberapa banyak kau masturbasi dalam sehari setelah kau memakainya. ]

“Se-seorang nona bangsawan tidak akan melakukan hal yang tidak tahu malu seperti masturbasi! Ah, hentikan! Sungguh, aku tidak berbohong, jadi jangan paksakan topi itu kepadaku!!”

Setelah melihat reaksi Darkness, Megumin menghela nafas.

“Sungguh.. aku pikir akan lebih baik jika alat sihir ini tidak dibuat. Kazuma, lepaskanlah. Beritahu Wiz apa yang aku katakan.”

“Apa boleh buat. Lupakanlah. Aku ditatap juga oleh para wanita selama perjalananku kembali ke rumah. Aku tidak berani mendekati daerah sekitar untuk sementara.”

“Apa yang kau pikirkan selama perjalananmu ke sini? Bukankah ada polisi yang berpatroli di sekitar area?”

Aku melepaskan topi itu, meregangkan punggungku dengan malas dan berjalan ke dapur.

“Ngomong-ngomong Aqua, batu gunting kertas yang barusan itu tidak pernah terjadi. Untuk benar-benar merapal sihir blessing secara diam-diam, jangan terlalu kelewatan dengan kecuranganmu. Bersama dengan semua pertandingan yang kita lakukan, ayo lakukan pertadingan yang benar!”

“Ke-kenapa kau tahu?! Tidak, kau hanya menuduh, di mana buktinya! Benar, tunjukkan buktinya bahwa aku menggunakan sihir secara diam-diam!”

“Menyerahlah, Aqua. Makan malammu malam ini hanya akan ada nasi dengan sambal.”

“Kenapa–!”

Selagi aku mendengarkan kegaduhan di ruang tamu, aku menaruh topi itu di atas botol wine di atas meja selagi menyiapkan makan malam…

[ Terima kasih telah membersihkan makamku dan memberitahuku cerita petualangan selama ini. ]

Aku berbalik dan melihat ke arah topi itu dengan terkejut karena suara yang tiba-tiba.

“Apa itu? … Imajinasiku? Tidak, aku mendengar itu sedikit jelas…”

Saat ini, suara Aqua yang menangis datang dari ruang tamu.

“Kazuma-san, Kazuma-san–!! Mereka berdua sangat kejam! Nah, mohon buat makan malam yang lebih banyak lagi untuk malam ini!”

… Mereka benar-benar merepotkan.

Aku membuat lauk tambahan—


Epilogue 3

All Translation Thanks To: Pantsu Translation





tags: baca Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 06, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 06 manga, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 06 online, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 06 bab, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 06 chapter, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 06 high quality, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 06 manga scan, ,

Partner: Oploverz | Mangaku | Mangacan | Mangakyo | Mangashiro | Mangaindo | Silver Yasha | Komikstation | Komikfox | Achanime | NilaiTP | Pecinta Komik | NeuManga | Kiryuu | Overlordfree | Bacamanga

Totobet SGP