Pasang Iklan

Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 05

Selamat membaca manga Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 05 bahasa indonesia, jangan lupa mengklik tombol like dan share ya. Manga Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 bahasa Indonesia selalu update di Mangakita. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga Mangakita ada di menu Manga List.

Part 1

Kota menjadi riuh dalam beberapa hari ini.

Tuan tanah yang hina dan pelit itu tampaknya menghabiskan banyak uang untuk mengumumkan pernikahannya, membangun suasana meriah.

Dia tampaknya menyegel rute untuk menyerah jadi Darkness tidak bisa merubah pikirannya.

Tanggal dari pernikahannya sudah disiapkan dan diumumkan.

Tuan tanah itu mungkin tidak bisa menunggu, mempersiapkan upacara pernikahannya seminggu kemudian tanpa melakukan apapun.

Dia mungkin gelisah menunggu hari pernikahannya dengan Darkness tiba.

“Kazuma, aku sudah mengatakan ini berkali-kali, tapi apa ini tidak apa-apa? Benar-benar tidak apa-apa? Sungguh benar-benar tidak apa-apa?”

Megumin menekanku selagi aku terus membuat berbagai macam prototipe.

Aku menggabungkan getah dari tanaman yang bernama tanaman tar bersama dengan cairan dari slime, bekerja keras membuat produk baru.

Dengan menggabungkan dua itu, aku bisa membuat bahan vinyl setengah matang.

Aku bekerja tanpa henti.

“Aku sudah bilang berkali-kali, aku tidak bisa melakukan apapun jika dia sangat keras kepala terhadap itu. Masih tersisa seminggu lagi, jika dia datang menangis kepadaku, aku akan memikirkan sesuatu. Jika tidak, aku tidak akan peduli tentang itu.”

Setelah mengatakan itu, aku meniupkan udara ke dalam tetes kecil vinyl itu.

Prosesnya tidaklah mudah.

Tentunya, ada metode lain untuk memproduksi ini lebih mudah, tapi karena sekarang aku dalam tahapan membuat produk uji coba, jadi aku hanya melakukan ini.

Aqua yang duduk di sisi tidak memperhatikan aku dan Megumin yang berbicara, menyanyikan lagunya selagi dia memeluk telurnya di atas sofa.

Itu menyebalkan, tapi membiarkan dia seperti itu lebih baik daripada dia mengganggu prototipe-ku.

Tapi entah mengapa, aku sedikit marah karena nyanyiannya cukup bagus.

… Megumin mengambil prototipe yang sedang aku buat.

“Berhenti menjadi bodoh kau harus memikirkan tentang ini lebih serius! Aku tidak akan mengakui ini! Jika kau hanya akan duduk bermalas-malasan, aku juga punya rencanaku sendiri!”

Lalu Megumin memegang kencang prototipe itu dariku.

“Hey, jangan membuat masalah apapun okeh? Jika kau terlalu berlebihan dengan rencana bodohmu, itu akan merepotkan Darkness. Darkness memintaku untuk menahan kau dan Aqua… baiklah, berikan itu kembali. Aku menghabiskan banyak waktu dari pagi ini untuk membuatnya.”

Membujuk Megumin yang marah, aku menjulurkan tanganku, menyuruhnya mengembalikan benda itu kepadaku.

“… Apa ini?”

Megumin memainkan benda itu selagi dia memperhatikannya.

“Aku membuat sesuatu yang dikenal plastik gelembung dari negaraku. Itu terasa berbeda karena bahan dan cara membuatnya, aku tetap berpikir ini masih berguna.”

Megumin mendengarkan penjelasanku dengan seksama.

“… Digunakan untuk apa ini?”

Dia berkata dengan murung.

“Itu dimaksudkan untuk diletuskan. Dengan memencetnya satu per satu, hatimu akan menjadi damai.”

“… Hanya itu?”

“Hanya itu.”

…..

Megumin memeras plastik gelembung yang aku menghabiskan banyak waktu untuk membuatnya seperti lap basah.

“Ap—!!”

“Aaahhh–?!”

Aku berteriak saat aku melihat Megumin meletuskan semua plastik gelembungnya dengan sekali remas.

Dia menghela nafas dengan puas, merapihkan gelembung dari plastik gelembung itu dan mengembalikannya padaku.

“… Ini memang membantu seseorang untuk menjadi tenang. Aku merasa sedikit lebih baik.”

Megumin pergi dengan cepat selagi aku berlutut di lantai dengan lemah.

Be-benda yang aku buat setelah menghabiskan banyak waktu telah…!

Aqua yang mengabaikan pembicaraan kami bernyanyi:

“Seperti itulah uang pergi. Pop, menjadi sampah—”

“Bacot!”

Bahkan teriakkanku terasa menyebalkan.

…. Sialan!

Kenapa aku berteriak kepada Aqua, kenapa aku menjadi mudah marah!


Part 2

–Enam hari tersisa sebelum upacara pernikahan Darkness.

“Permisi, apa ada Satou Kazuma-sama?”

Aku mengurung diriku saat kepala pelayan paruh baya berkunjung.

“Siapa? … Tunggu, aku pernah bertemu denganmu sebelumnya.”

Benar, aku ingat dia adalah kepala pelayan yang melayani keluarga Dustiness.

“Lama tidak bertemu, aku kepala pelayan dari keluarga Dustiness, Hagen. Aku punya sesuatu untuk dibicarakan dengan Kazuma-sama hari ini…”

Mencariku?

Mungkinkah, Darkness mulai merendah dan meminta pertolonganku?

Kebalikan dari harapan samar-samarku, kepala pelayan bernama Hegen menundukkan kepalanya.

“Sebenarnya, kami telah menerima surat seperti ini setiap hari.”

Dia berkata selagi dia memberikan surat itu kepadaku.

Aku membukanya dan melihatnya…

“Aku minta maaf! Aku akan memberi pelajaran kepada orang bego itu!”

“Tidak, tidak apa-apa. Itu akan menjadi buruk jika surat seperti itu dikirim ke rumah tuan tanah, itulah kenapa aku di sini sebelum itu menjadi terlalu jauh.”

Aku meremas surat itu dan menundukkan kepalaku dalam-dalam ke arah Hagen.

Setelah melihat Hagen pergi setelah melaksanakan tugasnya, aku melihat ke arah surat yang lecek itu lagi.

“Peringatan kepada keluarga Dustiness. Menurut sumber terpercaya, pemimpin dari pasukan raja iblis akan melakukan serangan teroris ke gereja Eris di Axel. Hari penyerangan itu adalah hari dari upacara itu. Jika kau tidak menghentikan pernikahan itu, gereja itu akan diledakan dengan sihir ledakan. Mohon, terima peringatan ini dengan serius… dari pengguna sihir.”

“Megumin! Aku punya sesuatu untuk dibicarakan kepadamu, buka pintunya!”

Dengan surat ancaman di tanganku, aku berteriak ke kamar Megumin.

–Empat hari sebelum pernikahan.

“Baiklah, selanjutnya! Pembunuh Pemula yang lebih besar dari tas itu sendiri akan keluar!”

“Jangan keluarkan monster itu! Apa yang kau lakukan, ke sini lah!”

Tepat di depan rumah Darkness, aku menarik Aqua yang melakukan pertunjukkan aneh di depan kerumunan besar.

“Hey, apa yang kau lakukan Kazuma, lepaskan! Aku bahkan menyampaikan permintaan untuk menangkap Pembunuh Pemula hanya untuk hari ini tau? Kesampingkan itu, lihat semua orang-orang ini!! Mereka semua ke sini untuk melihat pertunjukkanku.”

“Itulah kenapa mereka memintaku untuk datang ke sini, jangan menyebabkan masalah dengan melakukan ini di depan rumah orang lain, hentikan! Kenapa bahkan kau melakukan ini?!”

Para kerumunan yang beralih itu bersorak kepada Aqua, dan sumbangan melayang dari segala arah.

“Ah, jangan memberi uang, aku bukan pengamen, aku tidak menerima sumbangan… Kazuma, ini rencana untuk memikat Darkness agar keluar dari mansion.”

Aqua menolak sumbangan itu dengan secara jujur selagi dia berbisik ke telingaku.

Gadis ini, mungkinkah…

“Kau melakukan pertunjukkan di sini untuk menarik perhatian Darkness?”

“Seperti itu! Pikirkan ini, tidakkah kau tahu cerita tentang Amano iwato? Seorang dewi melampiaskan kemarahannya dan menjadi hikikomori, tapi dia terpikat dengan nyanyian dan tarian dari pesta, terpancing, dan diseret keluar.”

( Note: Amano iwato adalah nama goa legendaris di prefektur Miyazaki tempat dewi Amaterasu Omikami (dewi matahari) mengurung diri karena marah dengan perilaku buruk dewa Susano’o (adiknya). Karena dia adalah dewi matahari dunia menjadi gelap gulita, hasilnya banyak bencana di surga dan bumi. Para dewa dan dewi mencoba membujuknya keluar, namun gagal. Pada akhirnya para dewa dan dewi mengadakan pesta di depan goa Amano iwato, karena dewi Amaterasu tersebut tidak mengerti kenapa, dia mengintip melalui pintu yang sedikit terbuka. Saat itu, dewa yang kuat menariknya keluar dan dunia menjadi cerah dan damai kembali )

“Aku pernah mendengar itu, tapi apa semua dewa di dunia ini suka pesta? Tidak semua dewi sepertimu.”

Aqua mengabaikan bantahanku dan menuju ke rumah Darkness.

“Aku menyadari gorden di ruangan itu bergoyang dari tadi. Itu pasti Darkness yang penasaran dan mengintip. Oii~! Darkness, apa kau bisa mendengarku?! Keluarlah~! Cepat, kau akan menyesalinya jika kau tidak keluar dan melihat! Kau tidak akan bisa melihat teknik rahasiaku sekarang! … Ah, hey Kazuma, apa yang kau lakukan, lepaskan aku!”

“Seperti yang kukatakan, mereka datang kepadaku untuk komplain, jadi hentikan membuat pertunjukkan di depan rumah mereka! Baiklah, waktunya untuk pergi!”

“Enggak mau! Jika Darkness tidak mau kelaur, aku akan membuat pertunjukkan di sini setiap hari!! Pergilah jika kau ke sini untuk menghalangiku! Cepat, hus hus!!”

Saat aku menarik Aqua yang keras kepala untuk pulang, matahari telah terbenam.

–Dua hari sebelum pernikahan.

“Aku pulang…”

“Selamat datang kembali. Jangan melakukan apapun yang bodoh lagi.”

Megumin yang baru saja pulang berdiri lesu di pintu.

Mengabaikan saranku, dia mengirim surat ancaman ke rumah tuan tanah pada akhirnya, dan telah ditahan sampai hari ini.

“Berkat orang dari rumah Darkness, aku diberikan kebebesan bersyarat…”

“Kau ingin menolong Darkness, tapi malah diselamatkan olehnya. Aku tahu bagaimana perasaanmu, tapi jangan ceroboh sekarang. Kalian berdua tidak melakukan apapun kecuali membuat masalah kan?”

Aku memohon kepada Megumin selagi membuat barang dagangan baru hari ini.

Ngomong-ngomong, Aqua pergi ke rumah Darkness hari ini seperti biasanya.

Akhir-akhir ini, kios-kios bermunculan di sekitar rumah Darkness, menjadi area atraksi kecil.

“Seperti yang diduga, aku dan Aqua tidak menerima banyak. Kazuma, ini hanya masalah waktu kau membantu kami mengacaukan pernikahan itu kan?”

Megumin terhuyung-huyung ke sofa dan terjatuh di atasnya, mengatakan hal semacam itu dengan lelah.

“… Aku akan pergi jika Darkness meminta pertolonganku.”

Saat dia mendengar itu, Megumin melompat.

“Kau bajingan kejam! Meskipun kau dikenal sebagai Kazuma bajingan dan Kazuma sampah di kota, aku masih berpikir bahwa kau seseorang yang tidak akan membuang teman, dan akan menolong saat waktunya tiba!”

Dia mulai melancarkan serangan lisan kepadaku selagi aku membuat produk baruku.

“Hey, bisakah kau memberitahu nama orang yang memanggilku seperti itu? Ini hanya masalah waktu aku akan menyelesaikan hal itu dengan mereka.”

Megumin terbenam dalam sofa sekali lagi.

“Disaat seperti ini, orang yang aku suka akan berkata ‘Apa boleh buat’ dengan nada yang jengkel, dan akan datang dengan rencana. Pria sebaik itulah dia. Dia bukan seseorang yang terus melampiaskan kemarahannya.”

“Ja-jangan pikir aku akan membantumu hanya karena kau memberi kode bahwa kau menyukaiku okeh? Aku tidak akan terbodohi dengan begitu mudahnya.”

Untuk menyembunyikan rasa terkejutku terhadap pengakuan cinta yang tiba-tiba, aku menunjuk ke arah produk yang aku buat untuk membuatnya diam.

“Jangan jadi sangat marah, cobalah ini. Benda ini adalah samsak tinju, digunakan untuk melampiaskan stres. Ini dibuat dengan kulit asli. Bahan yang bisa digunakan hanyalah kulit asli.”

Untuk menenangkan Megumin, aku menunjuk ke samsak tinju yang berdiri yang terisi dengan pasir dan tertutupi dengan kulit asli.

Megumin tertarik saat dia mendengar kata melampiaskan.

“Bagaimana cara menggunakan ini?”

“Mudah. Serang saja. Meninju atau menendangnya tidak masalah. Ahh, biar kuperjelas, sihir dilarang. Aku pikir kau harus tahu hal ini.”

Setelah menyelesaikan pekerjaanku, aku bercanda selagi aku berjalan menuju dapur untuk membuat teh dan beristirahat…

“Terima ini ahhh!”

“?!”

Saat aku mendengar teriakkan Megumin, aku punya firasat buruk dan melihat ke belakang.

“Hee… aku merasa sedikit semangat. Maaf, tolong buat lagi.”

“Kenapa kau menggunakan pisau!! Bukankah aku memberitahumu untuk menendang atau memukulnya!”

Dengan pisauku di tangannya, Megumin berdiri dengan penglihatan yang puas. Sedangkan samsak tinjunya berubah menjadi sampah.


Part 3

–Aku terus membuat barang dagang baru tanpa henti, seakan-akan aku memprotes hari-hari tanpa Darkness.

Dan hari itu akhirnya tiba.

Hari ini adalah hari pernikahan Darkness.

Pada akhirnya, dia tidak datang untuk meminta pertolongan kami.

“Ayo Kazuma! Kita akan menghancurkan upacara itu! … Hehehe, sihir tidak sengaja terbang dan menghancurkan gereja, atau sihir tidak sengaja membuat mansion tuan tanah itu meledak, hal seperti itu sedikit masuk akal.”

“Hey, jangan lakukan itu. Tidak hanya hutang, kau benar-benar akan menjadi kriminal.”

Untuk berdiskusi hal-hal dengan Vanir, aku sibuk menetapkan produk yang aku buat di atas meja di ruang tamu.

Waktuku menghabiskan membuat berbagai macam barang juga sampai akhirnya.

Aku tidak bisa memikirkan ide lagi.

Berbagai macam metode rancangan rencana dan produk efisien.

Aku benar-benar tidak mengerti rincian dari bertani, tapi aku menulis dasar-dasarnya yang aku tahu sebagai orang Jepang tanpa ragu.

Upacara pernikahan Darkness tampaknya dijadwalkan sore ini, tapi aku tidak punya niat untuk menghadirinya.

Karena dia tidak meminta pertolongan, itu tidaklah pantas untukku menghadirinya.

Aku bertingkah keras kepala.

Aku mengerti itu, tapi…

Megumin melihat ke arahku dengan ekspresi jengkel, menggenggam erat tongkat sihirnya selagi dia berkata:

“Orang yang aku suka, bukanlah seseorang yang akan terus depresi! Kazuma! Apa kau tidak masalah dengan Darkness yang menikahi tuan tanah itu?! Apa kau tidak masalah dengan tuan tanah itu yang melakukan apapun yang dia inginkan kepada Darkness?!”

“Ya enggak mungkin— lah!”

Aku berteriak ke arah Megumin.

Megumin terkejut dengan teriakkanku dan mundur, berhenti berjalan.

“Itu tidaklah bagus, aku tidak suka orang itu mendapatkan Darkness! Dia jelek dan punya reputasi buruk! Kau seharusnya tahu itu! Pria tua itu mendapatkan gadis imut dan wanita baik melalui niat yang buruk, lalu mengusir mereka dengan biaya perceraian setelah dia sudah cukup puas! Yang lebih buruk, meskipun dia berhati busuk, bukti yang menentukan selalu hilang entah mengapa!”

Megumin menurunkan kepalanya perlahan saat dia mendengar perkataanku.

“Maaf. Jadi kau menyelidiki orang yang akan Darkness nika…”

Aku mencoba mencari tahu tentangnya, dan tuan tanah itu lebih buruk daripada yang kubayangkan.

Bahkan orang dewasa sepertiku akan mengetahui berbagai macam hal.

Mengambil uang suap dan memeras yang lain.

Bagaimanapun, entah mengapa tidak ada saksi maupun bukti.

Wanita yang menjadi korban tersebut menolak untuk berbicara tentang itu, dan kekurangan bukti berarti kerajaan tidak bisa melakukan apapun terhadap pria tua itu.

Aku dengar ayah Darkness mencatat ini untuk mengamati tuan tanah itu untuk menggali bukti yang menentukan itu.

Megumin memegang tongkat sihirnya dengan erat.

“Itu berarti kita tidak bisa hanya mengabaikan ini kan? Jika itu Kazuma, kau bisa memikirkan cara licik apapun ya kan? Seperti yang selama ini kau lakukan, pikirkanlah sesuatu.”

…. Rencana licik kah, hanya apa yang dia lihat dariku.

“Tapi aku tidak bisa melakukan apapun kali ini. Pertama, Darkness tidak memberitahuku seberapa banyak dia berhutang, jadi aku tidak punya ide sama sekali. Selanjutnya, meskipun aku mengumpulkan uang, aku tidak bisa membujuk Darkness. Gadis keras kepala itu tidak akan mau menerima uang itu. Dan pada akhirnya…”

Megumin bingung.

“Akhirnya?”

“Itu upacara pernikahan antara bangsawan. Pengamanannya ketat, jadi kita tidak bisa mendekat… atau sebenarnya, itu adalah alasan kenapa aku selama ini menunggu Darkness meminta bantuanku. Sedangkan rumah Darkness, mereka memperkuat keamanan mereka setelah aku menyusup saat lalu, jadi aku tidak bisa masuk lagi.”

Aku tidaklah terganggu sampai sekarang, tapi aku bisa merasakan perbedaan status itu sekarang.

Aku tidak ingin Megumin yang tercengang terus menatap ekspresiku, dan memalingkan wajahku.

Punggungku sekarang, seperti pria yang sedih karena anak yang dia suka diculik oleh seorang pria yang menyukainya.

“Ayah Darkness jatuh sakit, jadi kita akan ditolak meskipun kita ingin bertemu dengannya… aku tidak punya ikatan dengan para bangsawan yang akan mengizinkanku masuk ke tempat upacara itu dilakukan… lagipula aku hanya orang desa.”

Aku memikirkan tentang hubungan yang aku kembangkan di ibukota, tapi meskipun aku meminta Iris, dia tidak akan bisa melakukan apapun jika kedua belah pihak bersedia untuk menikah.

Lagipula status kami berbeda.

Juga, itu keajaiban bahwa kami bisa berpetualang bersama dengan Darkness untuk waktu yang lama meskipun datang dari dunia yang benar-benar berbeda.

Setelah aku membuat alasan itu…

“Aku mengerti. Aku tahu Kazuma menyelidiki tuan tanah itu dan melakukan apa yang kau bisa. Itu sudah cukup untukku.”

Megumin melirik ke arah ekspresi lesuku dan entah mengapa tersenyum.

“Aku akan memikirkan tentang ini dengan serius dan mengambil jalan yang tidak akan aku sesali. Kazuma, mohon pikirkan ini secara hati-hati juga, dan ambilah jalan yang tidak akan kau sesali…”

Megumin mungkin memakan sesuatu yang aneh dan bertingkah aneh. Dia menggunakan suara yang tulus tidak seperti dia yang biasanya, dan nadanya seperti penyihir bijaksana.

Aku terdiam selagi Megumin mengatakan itu.

… Haruskah aku menghentikannya?

Tidak, aku tidak bisa melakukan itu lagi.

Setelah melihat Megumin pergi, aku berdiri sendiri di mansion yang luas.

Itu hal yang langka untuk Aqua mempunyai tamu.

Sekarang, dia sedang berbicara dengan tamu itu di kamarnya di lantai dua.

Tampaknya dia menerima permintaan kerja tiba-tiba, tapi aku tidak mood untuk membantu Aqua hari ini.

Semua orang yang tidak punya banyak hal untuk dilakukan akan berkumpul di ruang tamu dan menghabiskan waktu kami dengan bermalas-malasan.

Berdiam di sini sendiri benar-benar membuat rumah ini terlihat sangat besar dan sepi.

… Apa boleh buat.

Berpetualang bersama dengan nona bangsawan adalah sesuatu yang aku tidak pernah bayangkan saat aku masih di Jepang.

Kehidupan tidak akan berjalan sangat mulus, seperti itulah kenyataannya sekarang.

Aku duduk di sofa dan mendesah dengan dalam.

“Lupakanlah dewi yang tidak berguna itu, iblis yang bisa melihat melalui apapun ada di sini untuk menolongmu. Hilangkan air mata kesenangan atas kunjungan diriku, dan bersoraklah sebanyak yang lu mau. Ayo, biarkan diriku melihat berbagai pengetahuan yang lu miliki!”


Part 4

“Oii, bawa pemilik toko yang cantik ke sini! Change, change! Kenapa aku harus mendiskusikan bisnis denganmu saat aku sedang murung?! Aku ingin pemilik toko yang cantik! Wiz! Beri aku Wiz!”

Aku duduk berlawanan dari Vanir di ruang tamu selagi aku mengatakan itu.

“Sekarang, dia sibuk menjaga toko selagi menangis, mengatakan ‘Ingin tidur lebih lama’. Tidak terduga ini efek dari ‘Pemilik toko yang menangis selagi bekerja itu sangat imut’ dan ‘Dia akan menangis senang jika barang dagangannya laris manis! Beli beli beli!’, yang membuat diriku sangat senang. Juga, itu mustahil untuk mesin pembuat hutang itu untuk bernegosiasi bisnis dengan yang lain. Kemarin, diriku merasa murah hati dan memberinya istirahat sebentar, tapi diriku hanya lengah sesaat dan dia membawa pendant ini, dan mengatakan dia ingin menjualnya kepada pasangan petualang.”

“Pendant macam apa itu?”

“Ini adalah pendant yang akan meledak disaat orang itu berada diujung kematian. Prinsip dasarnya adalah ‘Mengorbankan nyawamu untuk melindungi seseorang yang membuatmu bahagia sampai akhir…’ bukankah itu romantis, dia terus berteriak ‘hyaa’, ‘hyaa’ gembira. Bagaimanapun, benda ini terlalu kuat, tidak hanya musuh, bahkan seseorang yang kau lindungi akan meledak. Itu sungguh membuat diriku meragukan kemampuan berbisnis pemilik toko itu. Bagaimana, mau?”

“… E-enggak butuh… ngomong-ngomong, apa yang kau maksud tentang membantuku?”

Vanir tidak menjawab pertanyaanku.

“Kesampingkan itu. Keluarkan barang dagangan bagus dulu. Diriku akan menggunakan mataku untuk melihat melalui harga yang sesuai… bagaimanapun, diriku sudah menyiapkan uang yang akan membuatmu puas.”

Dia berkata selagi menepuk tas hitam kecilnya.

Iblis yang bisa melihat melalui apapun benar-benar berguna.

“Meskipun begitu aku masih ingin tawar-menawar denganmu. Ini kumpulan semua pengetahuan yang aku punya. Itu seharusnya sudah jelas bahwa aku tidak berniat untuk menjual murah.”

Jika aku tidak bisa menyelamatkan Darkness, kalau begitu tidak akan berarti untuk menjual ini.

Vanir berkata dalam suara seakan-akan dia telah melihat melalui apapun.

“Pria yang sangat ingin menyelamatkan gadis ber-armor itu tapi takut ditolak. Iblis Vanir yang bisa melihat melalui apapun akan memberitahukan ini di sini. Lu akan melepaskan semua hak milik intelektual untuk bertukar dengan apa yang ada di dalam tas ini.”

…. Iblis yang bisa melihat melalui apapun benar-benar merepotkan.

Semua rancangan barang, prototipe, dan sertifikat hak milik aku berikan ke dalam tas besarnya tanpa memeriksanya dulu.

Tidak perlu untuk melakukan itu untuknya.

Ngomong-ngomong, aku belum mengatakan aku akan menjualnya…

…. Karena dia adalah iblis yang bisa melihat melalui apapun?

“Hey Vanir, kau mengetahui apapun kan?”

Aku berpura-pura berbicara santai selagi aku bertanya kepada Vanir yang memasukan dokumen itu ke dalam tasnya.

Vanir bahkan tidak melihat ke arahku selagi dia terus mengisi tasnya dan berkata:

“Hmm. Tidak semua, tapi diriku bisa melihat hampir semua dari itu. Contohnya, diriku tahu apa yang akan lu tanyakan selanjutnya. Kenapa gadis ber-armor yang sangat lu pedulikan berhutang dalam jumlah yang besar kepada tuan tanah itu. Apa ada cara untuk menyelamatkannya. Kenapa tidak ada bukti meskipun tuan tanah selalu melakukan hal yang salah.”

Aku menelan ludah.

“… Hey, meskipun kau iblis…”

“Meskipun diriku iblis, kenapa diriku membantumu tanpa mendapatkan apapun? Apa diriku merencanakan sesuatu… tentu saja iya. Lagipula diriku iblis. Contohnya, untuk membeli hak milik barang intelektual yang berguna lu menjaganya untuk persetujuan yang darurat.”

Vanir tidak menggerakkan tangannya dan tersenyum ke arahku.

Tch, kampret.

“Kau tidak bisa melakukan apapun jika aku tidak menjualnya. Daripada itu, jika kau tahu sesuatu yang aku inginkan, kalau begitu katakanlah.”

“Baiklah baiklah. Diriku akan mengungkapkan kebenarannya kepadamu! Contohnya, warna dan tipe celana dalam apa yang dipakai pemilik toko hari ini! Hahaha, bercanda… hmm? Emosi negatif yang nikmat tidak keluar.”

“Tolong beritahu itu nanti.”

“O-okeh… baiklah, aku akan memberitahmu hal-hal yang dirimu benar-benar ingin tahu. Gadis ber-armor itu berada dalam hutang karena…”

“Sacred Exorcism!”

Suara tiba-tiba Aqua memotong kalimat Vanir.

Disaat yang sama, Vanir dikelilingi oleh pilar cahaya.

Setelah cahaya itu menghilang, hanya tersisa topeng Vanir yang jatuh ke lantai.

“Hey Vanir, kau arch devil kan?! Itu tidak masalah, kau tidak akan mati karena serangan dari dewi toilet kan?! Bangunlah!”

“Apa?! Aku hanya lengah sebentar dan Kazuma otaknya dicuci oleh iblis?! Hey, kenapa kau membantu iblis?! Dan aku adalah dewi air!”

Dia mungkin melihat Vanir saat dia turun tangga dan melemparkan sihirnya kepadanya.

Aqua menjaga posenya setelah merapal sihir selagi dia mengatakan itu semua.

Si jalang ini selalu melakukan hal yang tidak perlu disaat-saat yang sangat penting!

Pria paruh baya yang familiar berada di belakang Aqua.

Dia adalah kepala pelayan dari rumah Dustiness yang datang setiap hari untuk komplain akhir-akhir ini.

Aku tidak tahu pekerjaan apa yang dia minta untuk Aqua, tapi dia terkejut dengan situasi yang ada di depannya.

Tepat di depan mataku, tubuh Vanir mulai tumbuh dari bawah topengnya.

… Betapa mudah untuknya punya setelan baju kapanpun dia dibangkitkan… tidak, bajunya hancur oleh Aqua saat pertama kali karena itu adalah bagian dari tubuhnya.

“Hahaha, lu benar-benar menggunakan serangan diam-diam seperti iblis, dewi berandalan! Lihat, topeng keren diriku retak!”

“Tidak~ bukankah iblis itu hama?! Apakah kau akan memberikan kesempatan kepada hama sebelum memusnahkannya, dan mengatakan ‘Aku akan membunuhmu, jadi aku sangat minta maaf’? Bukankah itu bodoh? Jangan buat aku tertawa.”

Mereka berdua menatap satu sama lain dan suasana berbahaya muncul. Aku dengan panik menghentikan mereka berdua.

“Hey kalian berdua, pilihlah lain hari untuk berantem. Aqua, aku ingin mendengar apa yang Vanir akan katakan, jangan mengganggu!”

Setelah mendengar perkataanku, Aqua dengan enggan mundur.

Hagen yang berada di belakang Aqua bisa merasakan aura berbahaya di dalam ruangan.

“E-erm… aku tidak tahu tentang apa percekcokan ini… arch priest-sama, upacaranya akan dimulai saat tengah hari, kami mengandalkanmu. Baiklah, aku permisi dulu…”

Dia lalu menunduk dan berjalan cepat di antara Aqua dan Vanir, berjalan keluar pintu dengan tergesa-gesa.

Aku penasaran kenapa dia ada di sini, tapi milik Vanir lebih penting sekarang.

Ujung bibir Vanir mengangkat seakan-akan dia menyatakan kemenangannya kepada Aqua.

“Hahaha, dewi tidak berguna yang tidak bisa membantu apapun dalam insiden kali ini, menggigit sapu tangannya dengan jengkel selagi dia melihat kemampuan diriku!”

Iblis ini tidak terduga seperti anak kecil, dan bahkan mengatakan itu untuk mengejek Aqua.

Alis Aqua secara perlahan naik. Kita tidak bisa berbicara seperti ini, jadi tolong tahanlah.

Dia memeluk telur berharganya dan duduk di atas sofa, di antara aku dan Vanir.

Dia mungkin ingin mendengarkan juga. Duduk dengan tangannya di sekitar lututnya, dia menatap ke arah Vanir dengan sangat dekat bahkan hidung mereka hampir bersentuhan.

“Ini susah untuk berbicara seperti ini… pria yang sedih yang bahkan tidak bisa mempercayainya meskipun ada dewi di sisinya. Lu ingin tahu kenapa gadis ber-armor itu berada dalam hutang? Itu semua dimulai saat mengalahkan benteng berjalan Destroyer.”

Vanir berkata dengan suara yang santai seakan-akan dia hanya sedang mengobrol.

……

Apa yang barusan dia katakan?

“Hey, jelaskan dengan jelas.”

Vanir tertawa saat dia mendengar perkataanku.

Dia tidak memperdulikannya dan melanjutkan:

“Ada banyak rincian untuk dibicarakan. Seperti kota lain saat lalu, tuan tanah itu akan kehilangan wilayahnya setelah Destroyer mengamuk melaluinya. Para penduduk akan kehilangan rumah mereka dan para bangsawan akan menanggung tanggung jawab itu, semua orang akan tumbang dari kehidupan mereka. Ini mungkin relatif lebih baik untuk para petualang yang menjelajah. Bagaimanapun, kotanya tidak diamuk.”

… Bukankah itu hal yang bagus?

Vanir mungkin melihat melalui apa yang aku pikirkan dan tertawa sekali lagi.

“Kotanya selamat. Mata pencaharian orang-orang di kota berkurang. Ini sama untuk para penduduk juga… dan Destroyer itu dikalahkan di depan gerbang kota. Disaat yang sama, fasilitas pengendalian banjir, lumbung padi dan berbagai macam bangunan hancur.”

… Aku tahu itu terjadi.

Bagaimanapun, bukankah kerusakannya sudah diminimalisir?

“Karena lumbung padinya hancur, para petani kehilangan pekerjaan mereka. Itu tidaklah mudah untuk membangun lumbung padi. Dan lalu, orang-orang itu meminta pertolongan kepada tuan tanah itu.”

… Aku sudah punya firasat buruk tentang ini dan mengerutkan keningku.

“Benar, itu seperti yang lu pikirin! Tuan tanah itu mengatakan kepada orang-orang yang meminta bantuannya: ‘Bisa hidup saja itu adalah berkah untuk kalian, jangan bertanya lagi. Jika kalian ingin komplain, katakanlah kepada para petualang yang gagal melindungi lumbung padi itu. Lihat, para petualang menerima sejumlah besar bayaran dan punya banyak uang untuk berfoya-foya. Kenapa tidak membuat mereka mengganti rugi dengan bayaran yang mereka dapatkan?’”

… Tuan tanah jahat itu membuat wajahku pucat.

“Yup. Kecuali tuan tanah yang tidak dapat disalahkan, tidak ada siapapun untuk disalahkan. Para petualang sudah melakukan yang terbaik. Tidak ada yang diragukan dengan itu. Bagaimanapun, para pengungsi kehilangan rumah mereka, dan perasaan mereka cukup dimengerti. Meskipun lu memberitahu mereka ‘Ini hanya seperti bencana alami, jadi relakanlah’, itu tidak akan merubah pandangan mereka.”

Vanir tersenyum yang sesuai dengan iblis.

–Dia lalu dengan santai mengatakan sesuatu yang tidak bisa kuabaikan.

“Orang-orang yang ditolak oleh tuan tanah itu mengemis ke seseorang. Benar, mereka mencari bantuan dari keluarga Dustiness, yang punya ikatan kuat dengan mereka. Mereka berkata ‘Belas kasihan Dustiness-sama akan memikul biaya dari kerusakan karena banjir. Mohon belas kasihan kepada kami juga’… Seperti itulah.”

“Apa yang kau katakan? Apa yang terjadi dengan bangunan yang rusak karena banjir?”

Saat mendengar pertanyaanku, Vanir tersenyum seperti iblis.

“Kerusakan yang serius ke bangunan-bangunan itu bukanlah sesuatu yang hanya beberapa ratus juta bisa melunasinya. Saat staf guild meminta lu untuk mengganti semua banggunan yang rusak, bukankah mereka sudah mengatakannya padamu? ‘Bukan mengganti rugi semuanya, tapi setidaknya beberapa’.”

Gadis itu.

“Disamping dari mansion itu, semua kekayaan milik keluarga Dustiness digunakan untuk membayar kerusakan itu. Setelah kehilangan hampir semua aset mereka, gadis ber-armor dari keluarga Dustiness menundukkan kepalanya kepada tuan tanah itu untuk meminjam pinjaman untuk membantu orang yang menderita karena Destroyer itu.”

Apa yang gadis itu pikirkan, melakukan semua itu sendirian?

“Tuan tanah itu yang enggan meminjamkan uangnya menambahkan satu persyaratan, ‘Jika sesuatu terjadi kepada kepala keluarga Dustiness yang membuatmu susah membayar kembali pinjaman itu, kalau begitu gunakanlah tubuhmu itu sebagai jaminan’.”

Suara dari tanganku menggebrak meja memotong perkataan Vanir.

Lalu aku mengulurkan tanganku ke Aqua yang terkejut karena tingkahku.

“… Hey Kazuma, menggebrak meja dengan penuh kemarahan itu sakit kan? Sakit kan?”

Semuanya terhubung.

Kepala pelayan yang tidak sopan yang datang ke rumah kami mungkin dikirim oleh tuan tanah itu.

Dia tahu tentang kondisi kesehatan ayah Darkness, dan datang untuk menagih hutangnya.

Dan untuk mendapatkan uang, dia mengatakan sesuatu yang bodoh seperti mengalahkan Hydra itu.

Bagaimanapun, saat dia melihat para petualang yang khawatir dan berkumpul untuknya, dia berpikir bahwa dia tidak harus memberi mereka masalah lagi dan menjadi tidak bisa memikirkan berbagai macam hal—

Aku bertanya kepada Vanir dengan tenang.

“Berapa banyak hutang Darkness?”

Vanir mungkin melihat melalui ini dengan baik, dan mengeluarkan tas yang telah dia siapkan.

“Seluruh nasibmu ada di dalam isi tas ini, akan cukup untuk membayar hutang itu… baiklah, mari berbicara tentang bisnis!”

Dia benar-benar iblis!


Part 5

“Kau benar-benar…! Kau benar-benar cantik, nona muda…! Setelah upacara itu, kita harus membiarkan tuan yang terbaring di kasur untuk melihat penampilan mempesonamu!”

Pelayan baru terus memujiku setelah melihatku dalam gaun pernikahanku.

Saat aku mendengar itu, aku tidak bisa menahan dan tersenyum masam.

Pelayan baru itu tidak tahu alasan dan cerita dibalik pernikahan ini.

Jika ayahku melihatku seperti ini setelah pernikahan dengan tuan tanah itu, dia akan hancur.

Aku melakukan ini hanya karena kepuasanku sendiri.

… Aku bisa mendengar teriakkan datang dari koridor.

“Kenapa kau menghentikanku untuk melihat calon pengantin?! Hey, menyingkirlah! Aku tidak bisa menunggu lebih lama! Lalatina akan menjadi milikku dalam beberapa jam, ini hanya masalah waktu! Enyahlah! … Lalatina! Lalatina!!”

… Fufu, tampaknya pria itu tidak ingin menahan sifat alaminya.

“Tidak. Ini ruang tunggu keluarga Dustiness. Karena upacaranya belum dimulai, hanya mereka dari rumah Dustiness yang bisa melewati tempat ini. Mohon kembalilah.”

Setelah mendengar suara bergairah dari tuan tanah itu, pelayan dari rumahku membalasnya dengan tenang.

“Kau bodoh! Dengarkan baik-baik, aku akan menjadi majikanmu setelah upacaranya berakhir. Jika kau mengerti itu, lalu pikirkanlah baik-baik apakah kau pantas untuk menghentikanku!”

Setelah mendengar permintaan tidak beralasan itu, pelayan itu tetap tenang:

“Kau tidak boleh lewat. Kau bukan majikanku sekarang.”

“… Aku akan mengingatmu. Setelah upacaranya selesai, dan aku berhak memiliki nona muda berhargamu, kau akan menerimanya.”

Setelah mengatakan itu, tuan tanah itu pergi dengan langkah yang berat.

“… Tolong minta orang yang di luar pintu untuk datang ke sini, aku ingin berterimakasih kepadanya.”

Pelayan itu mengangguk dan memanggil pria itu masuk.

“Nona muda, kau benar-benar, cantik…!”

Dengan desahan, pria itu tersenyum dengan wajah yang berkerut.

Dia adalah salah satu penjaga tetap yang bekerja kepada keluargaku.

Dia benar-benar tidak fleksibel, saat aku ingin pergi dari rumah untuk bermain, dia tidak akan membiarkanku pergi.

Aku akan langsung ditemukan meskipun aku memanjat pagar.

Dalam masa itu, aku benar-benar menyukai mengendap-endap melewati penjaga untuk keluar dari rumah.

Aku akan melempar bola dari halaman keluar pagar, membujuknya untuk mengambilnya kembali, dan berlari keluar saat pria itu pergi mengambil bola.

Dia akan menangkapku setelah aku pergi dan segera membawaku kembali. Tapi itu menarik untukku, jadi aku melempar bola itu setiap hari.

Aku menghibur diriku sendiri dengan menjahili pria itu untuk mengambil bola dan mengendap-endap keluar.

Memikirkan kembali, aku mengerti setelah ibuku meninggal, aku kehilangan teman bermain dan bermain dengan pria itu sebagai gantinya.

“Aku minta maaf… tidak apa-apa untuk membiarkan dia masuk, aku tidak peduli lagi. Aku akan berbicara kepadanya, jadi dia tidak akan menghukummu.”

“Aku berencana untuk keluar setelah nona muda menikah, jadi jangan khawatir. Lagipula, seseorang yang aku layani hanyalah keluarga Dustiness. Tapi jika memang nona muda mengakui orang itu, aku akan bersedia untuk melayaninya.”

Pria itu mulai malu setelah mengatakan itu, dan aku tersenyum masam.

Ngomong-ngomong soal pria yang aku akui, sosok yang muncul adalah seseorang yang menyusup ke kamarku saat malam hari, berlari di sekitar dan mengatakan kalimat mengancam sebelum terjatuh dari jendela dengan menyakitkan muncul di dalam pikiranku.

Aku tidak bisa menahan dan tersenyum saat aku mengingat insiden itu.

“Nona muda, senyuman yang kadang-kadang kau tunjukkan itu indah. Aku merasa terberkahi untuk melihat ekspresi itu disaat terakhir.”

Pria itu tersenyum puas, dan berbalik.

“… E-erm, ini mungkin bukan urusanku, tapi nona muda benar-benar cantik dan elegan… mohon jangan terlalu berlebihan saat kau bermain dengan dirimu sendiri…”

“?!”

Setelah mengatakan itu dengan canggung, dia pergi.

Dua pelayan itu mengalihkan mata mereka dariku.

Aku benar-benar ingin memberi pelajaran kepada pria yang meniru suaraku dan membuat rumor yang enggak-enggak!

Dia pria tidak sopan yang berbicara kasar, mengabaikan etika, mengetahui banyak pengetahuan aneh, tapi tidak mengerti pengetahuan umum.

Pemalu dan pendiam, tapi akan bertingkah ceroboh kadang-kadang, pria yang tidak terduga.

Job-nya yang terlemah, dan disamping dari keberuntungannya, statusnya dibawah rata-rata. Menggunakan banyak skill dan rencana liciknya sebagai senjata, dia adalah pria yang misterius yang bertarung seimbang dengan pemimpin pasukan raja iblis, target dengan bounty dan berbagai macam monster.

Saat aku mengungkapkan bahwa aku adalah bangsawan, daripada kebangsawananku, pria aneh itu lebih tertarik dengan namaku.

Juga…

Aku hampir melewati batasan itu dengan pria aneh itu, jadi aku pasti wanita aneh juga.

Aku mengingat kembali hari-hari berpetualangku yang menyenangkan.

Normalnya, bangsawan sepertiku tidak akan bisa hidup dalam kehidupan yang bebas, termasuk memilih pasangan nikah.

Meskipun begitu, aku telah banyak menghabiskan waktuku bersama dengan teman dekat.

… Itu sudah cukup. Sebagai bangsawan aku akan menjadi serakah jika aku menginginkan lebih.

Ini waktunya untukku membayar kembali kepada orang-orang di kota.

Aku tidak akan membiarkan tuan tanah itu melakukan apa yang dia inginkan lagi.

Aku akan mencari rahasia itu selagi tuan tanah itu terobsesi dengan tubuhku.

Tidak peduli butuh seberapa lama itu, aku akan bisa meneruskannya jika aku punya ingatan kebersamaan kami.

… Tapi, ini terasa aneh.

Saat lalu, aku berpikir menikah dengan tuan tanah itu tidaklah terlalu buruk, tapi aku tidak bisa merasakan pesona apapun darinya sekarang.

Apa ini karena orang itu?

Memikirkan kembali senda gurau terus menerus bersama dengannya, pinggir mulutku mulai naik tersenyum.

“E-erm… nona muda?”

Melihatku tiba-tiba tersenyum, pelayan itu yang mendandaniku menjadi terganggu dan berhenti.

“Oh, maaf, bukan apa-apa.”

Aku mendorong pelayan itu untuk melanjutkan makeup-nya, dan memikirkan tentang perbedaan kepribadian yang kontras dari teman-temanku.

Jika mereka mengetahui alasan aku terjerat hutang, apa yang akan mereka pikirkan?

Megumin mungkin akan marah.

Aqua mungkin akan entah mengapa menangis.

Sedangkan pria itu, dia mungkin akan memarahiku ‘Kenapa kau melakukan hal yang bodoh!’ dan melihat alasan yang sebenarnya kenapa aku menghindari mereka dan mengambil tindakan cepat.

Dan lalu mengungkapkan rahasia tuan tanah itu, menaruh akhir untuk semua ini.

Apa grup dari orang bahagia akan tetap menerimaku sebagai rekan?

“Nona muda, betapa cantiknya…! Mohon lihatlah ke arah jendela…!”

Aku mengikuti instruksi dari pelayan itu dan tersenyum masam selagi aku melihat diriku sendiri dalam gaun pernikahan.

Disesalkan, orang yang akan melihatku seperti ini adalah tuan tanah itu.

Bagaimanapun, orang biasa tidak akan bisa menghadiri upacara itu, mereka bisa melihatku setelah upacara itu selesai.

Apakah dia akan datang?

… Tidak, dia pasti tidak akan datang.

Dia mungkin masih marah sendirian di dalam mansion.

Aku tidak bisa menahan dan tersenyum aneh hanya dengan memikirkan wajah tidak senang dia.

“Ini waktunya. Ayo berangkat, nona muda. Pendeta yang terbaik di kota ini akan memberi hari indah ini dengan berkahnya. Ini pasti akan menjadi pernikahan yang bahagia…”

Kepala pelayan Hagen yang lebih lama menjadi pelayan di keluarga kami berlutut dengan satu lutut dan menawarkanku tangannya.

Aku terpenuhi dengan rasa syukur atas orang-orang di kota yang memberiku kebebasan selama ini.

Ahh, saat-saat yang bahagia itu…

Tahun yang aku habiskan bersama semuanya terisi dengan kesenangan setiap hari.

Aku tersenyum.

Dan memegang tangan Hagen—


Part 6

Ini adalah tempat paling suci di kota Axel.

Gereja Eris… yang hadir adalah orang-orang yang berpengaruh di kota atau bangsawan yang datang dari negara tetangga.

Semuanya tahu bahwa pernikahan ini palsu.

Para hadirin yang duduk berbicara sesuka mereka, tanpa ketegangan apapun meskipun upacara itu akan mulai sebentar lagi.

Bawahan dari tuan tanah itu berjaga di pintu masuk gereja, dan kerumunan yang ingin melihat pengantin wanitanya berkumpul secara massal.

Banyak dari mereka adalah petualang.

Darkness terus merahasiakan gelar bangsawannya saat dia menjadi petualang.

Berita tentang dia menjadi calon pengantin tuan tanah itu tersebar di manapun, dan mereka mungkin berkumpul di sini untuk melihat Darkness yang biasanya mengenakan armor-nya memakai gaun pernikahan.

Dasar kumpulan orang-orang penasaran.

Mereka mungkin menjadi petualang karena perasaan penasaran mereka yang kuat.

Kegaduhan di gereja akhirnya menurun.

Ruang tunggu dari pengantin wanita dan pengantin pria terletak di kedua sisi pintu masuk gereja.

Hagen menemani pengantin wanita dengan sosok putih murni dari ruang pengantin wanita.

Karena ayahnya merasa tidak sehat, kepala pelayan itu menggantikan tugasnya.

Darkness yang berjalan dengan kepalanya yang menunduk dan tertutupi oleh tudung sangat cantik memukau yang membuat siapapun tidak bisa mengalihkan mata mereka.

Sesaat kemudian, tuan tanah itu yang mengenakan tuksedo putih juga keluar dari ruang pengantin pria.

Tubuh gendutnya menggelembung seperti balon. Seperti para hadirin yang lain, dia tidak bisa mengalihkan matanya dari Darkness.

Dengan mulutnya yang setengah terbuka dan matanya ke arah Darkness, dia berjalan goyah… dan akan tersadar saat kepala pelayan Darkness batuk dengan datar.

Para hadirin itu bahkan tidak melihat ke arah sosok yang menjijikan dari tuan tanah itu, dan hanya terfokus ke arah Darkness.

Sesaat kemudian, organ gereja mulai memainkan musik solemn. Tuan tanah itu dan Darkness itu berjalan berdampingan tapi matanya tidak bisa melihat ke depan, malah melihat ke pengatin wanita di sampingnya.

Darkness yang berjalan berdampingan terus menundukkan kepalanya.

Melihat Darkness seperti itu, aku merasa sangat bingung.

Dia bahkan mengatakan ‘Dia mungkin akan mengacaukanku setiap siang dan malam tanpa makan dan minum, betapa menyenangkannya’.

Ke mana ekspresi mesummu yang biasanya pergi

Apa yang terjadi dengan wajahmu yang akan memerah saat kau berhadapan dengan monster?

Apa yang terjadi dengan perkataanmu yang bahkan bisa membuat pemimpin pasukan raja iblis menjadi enggan?

Ini adalah pernikahan, tapi aku tidak bisa melihat kebahagiaan apapun di wajahnya, Darkness terlihat sangat kesepian dengan kepalanya yang menunduk.

Ini waktunya untuk mengatakan janji nikah. Dibawah tatapan dari para hadirin, mereka datang ke depan altar.

Ke hadapanku.

Benar, di depanku, yang berdiri di samping altar.

Di dunia ini, selama kau mempunyai profesi yang suci, kau bisa melangsungkan upacara pernikahan meskipun kau bukan pastor.

Contohnya, keberadaan yang langka di kota pemula— seorang arch priest yang akan melakukannya.

Untuk event ini, pendeta itu yang disewa oleh kepala pelayan Hagen untuk memberikan berkahnya untuk pernikahan ini adalah seseorang dengan dengan job suci tertinggi— Aqua-sama.

Dan sebagai asistennya, aku berdiri di sampingnya.

Bahkan setelah sampai altar di mana dia akan mengucapkan janjinya, tuan tanah itu masih terfokus kepada pengantin wanita, selagi Darkness terus menundukkan kepalanya.

Musik solemn itu terhenti, dan suara yang tidak khidmat sama sekali keluar:

“Apakah kau, Darkness menerima pria tua yang sangat gendut dan berminyak ini, untuk menjadi suami setiamu, atas namaku sebagai dewi? Apakah kau berjanji untuk mencintai pria tua ini, memberi kesenangan kepada pria tua ini, menghormati dan mengurus pria tua ini saat sehat maupun sakit, menjaga keperawananmu dari pria tua ini selama kalian berdua akan hidup? Kau tidak bisa melakukannya kan? Baiklah, aku ingin pulang bersama dengan Darkness dan makan hidangan yang dibuat Kazuma dan minum sebanyak yang aku inginkan…”

Perkataan yang tidak seharusnya itu terdengar.

Semua orang terkejut dan pandangan mereka terjatuh ke arah Aqua.

Part 6-A

Tuan tanah mengalihkan kepalanya ke arah Aqua.

“…?! Apa? Ka-kau wanita yang memberiku banyak masalah di rumahku! Apa yang kau lakukan?! Apa yang kau lakukan di sini?!”

Teriakkan Dari tuan tanah itu keluar dan Darkness melihat ke arahku dan Aqua dengan terkejut, mulutnya terus terbuka dan tertutup.

Menggunakan kesempatan ini, aku memegang tangan Darkness dengan erat.

Ayah dan ibu tersayang.

Anak imut kalian yang ingin kalian besarkan untuk menjadi orang yang budiman.

Telah membuang kehidupan damainya, dan menantang orang yang paling punya kekuasaan di dunia ini dengan menculik putri dari keluarga bangsawan.

Saat Darkness tersentak terkejut, wajahnya perlahan menjadi pucat selagi air matanya mengalir.

“A-apa yang kalian lakukan… Aqua… Ka-Kazuma! Ka-Kazuma, lepaskan aku! Apa yang kalian berdua rencanakan? Ini bukan hal yang sepele! Menyusup ke upacara pernikahan antara bangsawan akan berakhir dieksekusi! Hal bodoh apa yang telah kalian lakukan! Sangat bodoh!”

Aku memotong perkataan Darkness yang menangis dan mengatakannya:

“Diam kau bego! Kau yang keras kepala dan melakukan hal yang bdoh, jangan memutuskan untuk menutupi hutangku dengan dirimu sendiri! Apa kau pikir kau istriku?! Jika kau menyukaiku, katakanlah langsung— aku sudah memberitahumu itu!”

“Kapan kau pernah mengatakan itu?! Apa yang kau bicarakan, apa kau pelawak!”

Setelah mendengar pertengkaran yang tidak menguntungkan antara aku dan Darkness, tuan tanah yang terdiam akhirnya sadar.

“Ta-tangkap pria itu! Tangkap dia dan pendeta palsu itu! Dia… dia hanya orang desa, dan berani mengganggu pernikahan dari bangsawan! Cepat, cepatlah dan tangkap dia!”

Tuan tanah itu berteriak, dan mencoba mengambil Darkness dariku.

Aku menahan tuan tanah yang memukul itu, dan menyembunyikan Darkness yang menangis di belakangku dengan paksaan.

Tuan tanah itu langsung marah besar…!

“Sialan kau! Ini tidak ada hubungannya denganmu, enyahlah! Kau mungkin menyukai Lalatina, tapi–! Dia berhutang sejumlah besar uang yang tidak akan bisa kau bayar seluruh hidupmu! Jika kau sangat menyukai wanita ini, kalau begitu siapkan uang untuk membeli wanita itu dulu, kampungan! Jika kau bisa melakukan itu!!”

Saat aku mendengar perkataan provokatif tuan tanah itu, aku mengambil tas di samping altar.

“Aku mendengarmu dengan jelas, jagalah janjimu, pak tua! Terima ini, bayaran Darkness yang berhutang padamu, dua miliar Eris! Dua ribu kepingan koin perak sihir eris yang setiap kepingannya berharga seratus juta eris! Aku melunasi hutang itu, jadi aku akan mengambil gadisnya! Juga, aku tidak menyukainya seperti itu! Di-dia hanya teman terpentingku!”

Aku membenarkan perkataan tuan tanah itu, dan menyebarkan isi dari tas itu ke kaki dari tuan tanah itu!

Mengenai kenapa aku menyebarnya itu ke lantai…

“Ahhh?! Apa, dua miliar?! Ahh, tunggu, Lalatina-ku! Berikan kembali Lalatina… ahhhh uang! Ambil semuanya! Hey, ambil semuanya untukku!”

Tuan tanah itu mulai mengambil uang itu dengan penuh takut.

Saat ini, para hadirin di sekitar mulai mengambil koin itu.

Mungkin ada orang yang akan mengambil uang itu untuk dirinya sendiri, tapi aku tidak peduli itu.

Menggunakan kesempatan ini, aku menarik tangan Darkness selagi dia masih berdiri di tengah-tengah kekacauan, dan orang yang muncul adalah bawahan dari tuan tanah itu yang berlari menuju ke arahku.

Lalu Darkness menggoyangkan tanganku dan protes.

“Ke-kenapa kau! Siapa yang menyuruhmu melakukan itu?! Kau mengejek usahaku! Dan uang ini! Dari mana datangnya?!”

Aku menjawab dengan bergairah kepada Darkness yang masih keras kepala disaat seperti ini:

“Aku menjualnya. Aku menjual semua ide yang bisa aku pikirkan. Bersama dengan simpananku dari melakukan quest, itu tepat menjadi dua miliar eris. Aku tidak punya pilihan selain menerima hidup yang ikhlas sekarang… apa boleh buat, aku menjual semuanya. Aku tidak bisa membelinya lagi meskipun aku ingin. Jika kau mengerti, ayo pergi!”

Melihatku seperti ini, Darkness berekspresi rumit dari khawatir, senang, menangis dan tertawa, lalu berkata:

“Untuk sampai sejauh itu, kau… kau benar-benar…! Aku, aku…!!”

Bawahan dari tuan tanah itu mengejar kami, aku sudah dalam batas kesabaranku, jadi aku memegang pundak Darkness dan menggoyangkannya!

“Berhenti membuang-buang waktu dan ayolah, kau tidak punya hak lagi untuk menolak ini! Berhenti membantah! Aku sudah membelimu dari pak tua tuan tanah itu! Kau milikku sekarang! Dengarkan baik-baik, aku akan memperkerjakanmu! Kuatkan dirimu sendiri untuk mengembalikan uang yang aku hasilkan secara susah payah dengan tubuhmu, kau crusader mesum!! Mengerti?! Jawab aku jika kau mengerti!!”

“Fa-faik…”

Diguncang, diceramahi di tempat umum dan dipanggil mesum membuat air mata Darkness berlinang dan wajahnya gembira. Dia menjawab dengan suara yang aneh.

Selagi aku memegang bahu Darkness, kakinya melemah dan dia terjatuh ke lantai.

Perkataanku tampaknya menjadi kritikal hit kepada masokis ini.

Kenapa gadis ini selalu menjadi penghalang disaat yang genting?!

Aku mengangkat Darkness dan menggendongnya seperti tuan putri dan menuju ke pintu masuk gereja.

Semua para hadirin adalah bangsawan kuat dan berpengaruh.

Entah apakah mereka buruk dalam berurusan dengan berandalan atau tidak ingin terseret ke masalah yang merepotkan. Disamping dari mereka yang mengambil uang di samping tuan tanah itu, tidak ada satupun yang mencoba menghentikan kami dan hanya menyaksikan.

“Hah… hah… A-aku terjual… seorang bangsawan sepertiku, terjual kepada pria ini! Untuk memikirkan bahwa aku harus membayar kembali dengan tubuhku…! Ahhh, ada apa dengan situasi ini…! Diculik dengan digendong seperti tuan putri…! Ini… ini…!”

Darkness yang berada di lenganku tersipu dengan cara yang belum pernah aku lihat sebelumnya, dan nafasnya sangat berat yang terlihat berbahaya.

“Hey, hey kau, ilermu! Ilermu menetes! Apa kau sungguh baik-baik saja?!”

Melihatku memperingatkan Darkness, Aqua yang mengikuti di belakang menunjukkan ekspresi yang tercerahkan.

“Seperti yang diduga dari Kazuma-san yang berjiwa licik! Kau hanya membayar hutang yang menjeratmu, tapi kau memutar balikan itu menjadi kau membeli Darkness! Hey Kazuma, jika Megumin mendengar tentang menyuruh Darkness untuk membayarnya dengan tubuhnya, kau akan menerima ledakan tau? Jika tubuhmu menghilang, aku tidak bisa membangkitkanmu, jadi berhati-hatilah okeh?”

“Tidak, bukan seperti itu! Jangan membuat itu terdengar sangat buruk, aku hanya terbawa suasana! Aku hanya membuatnya membayar kembali dalam posisinya sebagai crusader dan seorang petualang!”

Selagi aku membalas dengan bergairah, bawahan dari tuan tanah itu menutup jalan kami selagi kami berlari di sepanjang karpet merah.

Aku berkata kepada Darkness yang berekspresi bingung di lenganku:

“Sial! Hey Darkness, mau berapa lama kau terus seperti ini! Ini waktunya untukmu berlari sendiri! Kau punya banyak otot dan itu membuatmu berat!!”

“Ke-kenapa kau! Kenapa kau mengatakan aku berat dan menghancurkan mood dalam situasi yang langka seperti ini!!”

Dengan air mata yang keluar dari ujung matanya, dengan gerakan yang berani, Darkness merobek setengah roknya agar pergerakkannya menjadi mudah, dan melompat dari lenganku.

“Kita sudah sejauh ini, tidak ada jalan yang lebih baik lagi! Menyingkirlah, kalian para anjing tuan tanah! Aku akan membunuh siapapun yang menghalangi jalanku!!”

Lalu dia melepaskan tudungnya dan melemparnya ke samping sebelum menuju ke anak buah dari tuan tanah itu dengan rambut panjangnya terurai di belakangnya.

Anak buah itu menangkap Darkness yang mengucapkan kata berbahaya mencoba untuk menahannya, tapi Darkness tidak menghindar dan mengulurkan tangannya.

Beberapa dari mereka memegang pundak dan lengannya, tapi dia mengabaikan daya tahan mereka dan menariknya bersama dengannya, dan memegang wajah dari dua anak buah itu dengan masing-masing tangannya lalu menguatkan genggamannya.

Setelah merasakan cakar besi, kepala mereka membuat suara retakkan selagi mereka teriak.

“Hey, kami datang ke sini untuk menyelamatkanmu, jadi apa yang kau lakukan menerobos di depan?! Aqua, tolong beri buff padaku! Buff!”

“Serahkan padaku! Kau ingin sihir entertainer serbaguna?”

“Tentu saja! Itu sangat berguna!”

Di belakang kami tuan tanah dan beberapa hadirin yang melakukan yang terbaik untuk mengambil uang itu.

Setelah mendapatkan bakat serbaguna dari sihir pendukung Aqua, aku berlari di belakang Darkness dan berteriak dengan menutupi mulutku:

“Hey, jangan kerepotan dengan mereka dan biarkan mereka pergi untuk sekarang! Kalian semua bantu aku mengambil uang ini juga!!”

Meniru suara dari tuan tanah itu, aku memberi perintah kepada anak buah yang bergulat dengan Darkness.

“Ah? Ohh! Baik tuan!!”

Mereka pikir itu adalah intruksi dari tuan tanah itu dan berlari melewati kami menuju kepadanya.

“Bodoh! Kenapa kalian semua di sini!! Pergi dan tangkap Lalatina!”

“?!”

Anak buah yang melepaskan kami sesaat mengejar kami lagi dengan kebingungan.

Dalam waktu yang singkat, jumlah dari bawahan sebelumnya bertambah banyak.

Tanpa senjata apapun, kami mungkin tidak bisa menerobos lewat meskipun kami punya buff dari Aqua.

Tampaknya ini waktunya untuk mode serius yang aku gunakan di ibukota…!

Selagi aku ingin melakukan itu semua setelah berada di belakang Darkness.

“Light of Saber!”

Suara yang familiar menggema dari pintu depan gereja, memotong dinding bata di samping pintu, dan cahaya itu bersinar melalui celah itu.

Itu adalah sihir kesukaan klan penyihir merah yang digunakan untuk memotong apapun dengan memusatkan mana di tangannya.

Sesaat kemudian, dinding dari gereja itu runtuh bersama dengan pintunya.

Dua sosok berdiri dengan punggung mereka menghadap satu sama lain.

Part 6-B

Banyak petualang di sini untuk melihat pernikahan itu mengelilingi mereka dari kejauhan, menyaksikan dengan semangat.

Para bawahan yang berjaga, menjaga jarak dari mereka berdua karena ketakutan.

“Megumin, aku melakukannya! Karena kita sahabat! Ji-jika itu permintaan sahabatku, aku tidak masalah untuk melakukan sesuatu yang terlihat seperti tindakan kejahatan ini! Lagipula, aku diberitahu ‘Tolong bantu aku, wahai sahabatku!’, jadi aku tidak bisa menolak!”

“Ya ya ya, terima kasih atas kerja kerasmu, Yunyun. Seperti yang diduga dari sahabatku. Baiklah, kau bisa kembali ke penginapanmu sekarang.”

“Eeh?!”

Dua gadis dengan mata berwarna merah berdiri di sana.

Megumin melangkah maju, dan para bawahan dari tuan tanah itu mundur dengan wajah takut.

Mata mereka tertuju ke tongkat sihir yang bersinar di ujungnya.

… Ya ampun.

Dia terlihat bertekad untuk melancarkan ledakannya di tengah-tengah kota.

Megumin menaikkan tongkat sihirnya yang terisi dengan sejumlah mana yang terkonsentrasi yang menyeramkan, dengan wajah serius yang belum pernah terlihat sebelumnya. Matanya bersinar merah selagi dia mengibaskan jubahnya dengan hebat.

Lalu dia berkata dengan suara yang tenang dan teguh:

“Penyihir jahat di sini. Mengikuti instingnya, penyihir jahat di sini untuk menculik pengantin wanita.”

Dengan punggungnya menghadap ke arah matahari di gereja yang redup, Megumin terlihat keren seperti pahlawan, membuatku yang datang untuk menyelamatkan Darkness menjadi kurang menonjol.

…. Itulah yang sebenarnya ingin aku lakukan!


Part 7

Sedangkan para hadirin dan bawahan tuan tanah itu.

Mereka menjadi panik dan memperhatikan setiap pergerakkan dari penyihir jahat ini.

“Apa kalian tahu bagaimana mereka memanggilku? Jika tahu, kalian pasti tahu sihir apa yang ada di ujung tongkat sihir ini kan? Biarku perjelas, mengendalikan sihir ini membutuhkan banyak konsentrasi… jika kalian mengendap-endap ke arahku dan aku kehilangan pengedalianku, itu akan meledak! Pikirkan itu jika kalian ingin menyerangku.”

Mudahnya, dia bermaksud bahwa dia akan kehilangan pengendaliannya dengan mudah, dan mereka bebas untuk melakukannya jika mereka ingin menerima konsekuensinya.

Ancaman yang sempurna dari penyihir jahat.

Para bawahan itu mengepung Megumin dari kejauhan dengan ekspresi yang takut.

Seseorang yang ingin menangkap Darkness yang menerobos di depan adalah seseorang yang terbodohi oleh kami dan mengejar dari belakang, mereka semua enggan menangkap kami setelah melihat ini.

Yunyun yang berdiri di samping Megumin memperhatikan gerejanya.

“… Hmm? Megumin, Kazuma-san sudah siap… lihat…”

Megumin melihat ke arahku, Aqua dan Darkness dengan gaun nikah yang robek selagi diminta oleh Yunyun. Dia mengerti apa yang terjadi dan tersenyum dengan matanya yang menyipit.

Lalu dia mengarahkan tongkat sihirnya ke arah kami untuk membuka jalan untuk kami melarikan diri.

Saat dia melakukan itu, para bawahan di depan kami berlari ke tempat duduk.

Menggunakan kesempatan ini, kami bertiga berlari menuju ke Megumin…

“A-apa! Apa yang kalian semua takutkan, kalian kumpulan orang goblok! Dia pasti menggunakan perangkap kosong! Si bego itu pasti tahu konsekuensi melepaskan sihir ledakan di sini! Dia tidak akan merapal sihirnya, jadi tangkap mereka!”

Tuan tanah itu sedang sibuk mengambil koin itu dan berteriak.

Tapi saat dia mendengar itu:

“Ho! Kau pikir aku takut! Beraninya kau mengatakan aku akan takut untuk merapal ledakan, sungguh kau mengatakan itu?! Baiklah kalau begitu! Aku akan menerima tantangan ini!”

“Jangan! Kami tidak akan mendekat! Kami tidak jadi, mohon jangan!”

“Kami tidak akan menyerang jadi jangan lakukan!”

“Alderp-sama! Mohon jangan memprovokasinya!”

Bawahan tuan tanah itu menarik diri dengan wajah yang terkaku saat mereka mendengar perkataan Megumin.

Nama buruk Megumin mencapai tingkat seperti itu.

Lagipula, Megumin tidak akan merapal ledakan di tengah-tengah kota… dia tidak akan…. ya kan?

Berkat Megumin mengintimidasi para bawahan itu, kami akhirnya bersatu.

“Aku ingin menunjukkan sisi kerenku dan kalian berdua mencuri bagian yang enak dariku! Tapi aku bersyukur bahwa kalian datang. Terima kasih!”

Megumin tersenyum setelah aku selesai berkata.

“Dengan elegan mencuri bagian yang paling enak adalah insting dari penyihir iblis merah. Sungguh Kazuma, aku tahu kau akan melakukan sesuatu meskipun kau mengatakan tidak… untuk memikirkan kau datang sebelum aku.”

Entah mengapa Megumin berkata dengan ekspresi puas.

“Megumin! Bahkan Yunyun sampai sejauh ini…! Setelah kita kembali… aku punya sesuatu untuk dibicarakan kepada kalian semua. Setelah kita kembali…! Aku akan mengatakan rasa terima kasihku…!”

Apakah Darkness benar-benar emosional, atau belum tenang dari kegembiraan sebelumnya. Dia tidak bisa berkata dengan benar, dan Megumin berkata dengan sedikit malu.

“Jangan mengatakan itu, yah… kita teman… ba-bagaimana bisa aku membiarkan crusader hebat pergi!”

Megumin mungkin merasa malu mengatakan perkataan teman, dan mencoba menutupinya dengan kalimat terakhir dengan samar-samar.

Saat dia melihat Megumin bertingkah seperti ini.

“Teman… betapa bagusnya punya teman, Megumin! Erm, sebagai sahabat, kau juga akan menyelamatkanku jika aku terjatuh dalam situasi yang sama kan?”

“Tidak, Yunyun hanyalah sahabat, dan bahkan mengklaim menjadi rivalku… bukanlah teman, jadi tidak…”

“?!”

Megumin menekankan kata sahabat dan menolak Yunyun tanpa belas kasihan.

“Sungguh, ini bukan saatnya untuk mengobrol! Beri kami rencananya!”

Para bawahan itu secara bertahap mengelilingi kami selagi kami berdiri di pintu masuk gereja.

Megumin yang paling berbahaya sekarang, dan akan menggila kapanpun.

Aku tidak berpikir mereka akan menyerang secara langsung dalam situasi seperti itu… tuan tanah itu mungkin merasa frustasi karena para bawahannya tidak menyerang kami dan berteriak:

“Hey, kumpulan yang menyaksikan di sana. Jangan hanya melihat, aku berbicara kepada kalian kumpulan para petualang! Di sana ada sekumpulan kriminal! Tangkap pengantin wanitaku kembali dari mereka! Aku akan memberikan bayaran yang besar! Atau aku bisa menyewa kalian untuk menjadi penjagaku! Lalu kalian akan terbebas dari pekerjaan berpetualang yang membosankan! Mohon! Lalatina-ku! Bawa Lalatina-ku kembali!”

Para penonton melihat satu sama lain setelah mendengar apa yang tuan tanah itu katakan.

Dan lalu…

“…? Hey, tidakkah kalian mendengarku?! Aku akan membayar kalian?! Mau berapa banyak yang kalian inginkan?!”

Para petualang tidak hanya tidak bergerak, mereka bahkan menghadap ke arah matahari dan meregangkan punggung mereka dengan malas secara tiba-tiba, berpura-pura tidak mendengar apapun.

Tampaknya seperti mereka ingin membiarkan kami.

Aku sangat bersyukur, hanya tidak ikut bergabung itu bantuan yang sangat besar!

“Hey Darkness. Seperti saat kau menantang Hydra itu sendirian, banyak orang di sini membantumu juga. Ini waktunya untukmu membalas sifat keras kepalamu, okeh?”

Wajah Darkness tersipu senang selagi dia mengangguk dengan air mata di matanya.

Sejauh ini berjalan mulus…

Aku mengerti apa yang para petualang itu pikirkan, jadi aku tidak mengatakan apapun untuk menghancurkan mood Darkness sekarang.

Semua orang tersenyum…

Dan saat Darkness kembali ke guild nanti— ‘Nona muda, Lalatina, bukankah kau ingin mengenakan gaun pernikahanmu yang cantik?’— dia akan digoda seperti itu.

Sekarang semua petualang di kota ini tahu bahwa Darkness adalah nona bangsawan.

Aku tidak berpikir petualang yang kasar di kota ini akan menjadi takut dengan Darkness yang telah mereka kenal selama ini.

… Sesaat kemudian, selagi kami dikepung oleh para bawahan itu, orang-orang di dalam gereja mulai berkerumun menuju kami.

Ini jalan buntu.

Lawannya tidaklah bodoh, mereka bukanlah orang bodoh yang akan berdiri dan menunggu untuk dikalahkan.

Jumlah mereka banyak, dan tidak akan membiarkan kami kabur dengan mudahnya.

Jika kami menggunakan senjata di dalam kota, tindakan kriminal kami akan langsung ditetapkan.

Tidak, tindakan kejahatan kami sudah dalam perdebatan.

“… Ugh! Kazuma, aku sudah dalam batasku menahan sihirku! Bolehkah aku melepaskannya? Lagipula kita sudah menjadi kriminal! Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, bolehkah aku menembak ke arah mereka?”

Semuanya terkejut saat mendengar perkataan mendadak Megumin.

Aku pun juga.

“Uuggghhh, aku tidak bisa menahannya lagi, ini akan meledak! Lari, menjauhlah dariku!”

Dia kehilangan kendalinya disaat yang genting?!

Jika ada penyihir lain yang mengatakan itu, itu mungkin hanya gertakan.

Bagaimanapun, semua orang tahu Megumin dengan baik, dan menyebar dengan wajah mereka yang panik.

Aku segera bersembunyi juga…!

“Explosion!”

Megumin merapal sihirnya ke langit.

Dengan suara ledakan yang mengerikan, rentetan dari lengkungan cahaya melewati langit, diikuti dengan ledakan besar.

Gelombang kejutnya memecahkan kaca di kota dan semua orang terlempar ke tanah dengan tangan mereka berada di kepala mereka.

“Cepat, gunakan kesempatan… ini…”

Megumin yang menghabiskan mana-nya melihat ke arahku selagi Aqua membantunya, tapi suara dia tiba-tiba menghilang… pada akhirnya, dia menatapku tercengang.

Di bawah tatapan dingin dia, aku menyadari situasiku.

Aku meringkuk seperti bola di belakang Darkness…

“Hey Kazuma, untuk memikirkan bahwa kau bisa melakukan sesuatu yang memalukan seperti bersembunyi di belakang orang yang kau selamatkan.”

“… Yeah, Kazuma terlihat benar-benar keren hari ini, aku penasaran apa ada yang salah dengan mataku. Aku bersyukur itu hanya imajinasiku saja.”

“Ka-Kazuma-san… kau buruk…”

Perkataan terakhir dari Yunyun memberikan serangan fatal kepadaku.

Para penonton yang berbaring tengkurap di tanah melihatku seakan-akan aku adalah sampah.

Kesampingkan itu, lawannya ketakutan dengan ledakan Megumin, jadi ini kesempatan kami.

Kami berencana untuk menerobos kepungan mereka, tapi…!

“Sihir explosion hanya bisa digunakan sehari sekali! Sekerang ini kesempatan kita, tangkap mereka!”

Teror yang disebabkan sihir ledakan itu hanya terjadi sesaat, dan sekarang para bawahan tuan tanah itu mengarah ke arah kami tanpa ragu.

Megumin yang berada di punggung Aqua berteriak!

“Yunyun! Aku serahkan tempat ini padamu, kita akan membuat langkah pertama! Tidak peduli apa yang terjadi padaku, jangan berbalik dan bertarunglah!”

Yunyun mendengar perkataan dia…!

“Bodoh! Kita sudah menjadi sahabat kan?! Apa yang kau bicarakan, bagaimana bisa aku meninggalkan Megumin dan… apa yang barusan kau katakan?! Bukankah sesuatu seperti ini pernah terjadi di desa penyihir merah?!”

Yunyun bertanya.

“Tolong ulurlah waktu, wahai sahabatku! Aku akan memperkenalkan temanku kepadamu lain kali!”

“Aku mengeti, serahkan ini padaku! Lagipula kita adalah sahabat, apa boleh buat!”

Melihat Yunyun yang gembira menghalangi jalan mereka, para bawahan itu menunjukkan ekspresi was-was.

A-ara, jika kau tidak masalah, aku bisa menjadi temanmu kapanpun…!

Setelah kami meninggalkan Yunyun di belakang dan lari.

“Dia hanya gadis penyihir dari klan penyihir merah! Tangkap dia sebelum dia menyelesaikan sihirnya!”

Saat aku mendengar para bawahan itu mengatakan itu, aku merasakan rasa dingin di punggungku.

Apa boleh buat, aku akan tetap di belakang dan mengulur waktu jadi Darkness bisa melarikan diri…!

Saat aku berpikir tentang itu dan berbalik.

“Sakit ahhhh! Kenapa kau mendorongku tiba-tiba! Ahhh, tulangku! Tulangku ahhh! Dust, tolong aku!”

Seorang pira jatuh ke tanah dengan teriakkan.

“Hey Keith, apa kau baik-baik saja?! Betapa buruknya… ini patah!”

Aku mendengar suara dan nama yang familiar.

“Apa?! Aku hanya menabrakmu, jangan mengada-ada! Dia yang tiba-tiba lari dan terjatuh sendiri! Hey, kenapa kau memegang kakiku meskipun tulangmu patah! Lepaskan aku!”

Bawahan itu membantah.

“Hey hey! Apa kau coba melarikan diri setelah membuatnya lumpuh dari pinggang sampai ke bawah? Aku tidak peduli jika majikanmu adalah tuan tanah atau apapun, itu terlalu tidak beralasan!”

Selagi kami berlari, aku bisa mendengar suara dari berandalan itu di belakangku.

Bawahan itu yang dipermalukan dengan niat jahat dari berandalan itu berkata dengan malas—

“Kau mengatakan tulangnya patah, dan sekarang dia lumpuh? Apa-apaan tuh, jangan ganggu aku, enyahlah! Kau akan menerimanya jika kau menghalangiku…!”

Bawahan itu mendorong berandalan itu ke samping.

“Sakit! Aku hanya penduduk biasa dan dia menggunakan kekerasan kepadaku! Dia memukulku! Baiklah, ayo berantem! Ayo! Aku baru saja dilecehkan oleh bangsawan juga! Aku sudah membenci bangsawan, aku akan melampiaskannya padamu!”

“Hey?! Tunggu, hentikan.”

“Hajar!”

“Hajar, hajar!”

“Hey, aku ikut juga!”

“Tuan tanah itu membuatku marah sejak lama!”

“Tunggu! Bukankah tulangmu patah?! Kau mengatakan kau patah tulang! Wahhh!”

Aku mengintip ke belakangku selagi aku berlari.

Para petualang yang menonton mengerumuni bawahan dari tuan tanah itu dan menghajarnya.

Aku akan mentraktir mereka minuman nanti.

“Lalatina! Jangan pergi, Lalatina! Lalatina!”

Teriakkan patah hati datang dari belakang kami.


Part 8

“—No-nona muda?! Gaunmu…! Ce-cepatlah, masuk!”

Setelah melarikan diri dari bawahan itu, kami berlari ke rumah Darkness.

Seorang penjaga membuka pintu itu dengan tergesa-gesa.

Meninggalkan upacara pernikahan tiba-tiba dan kembali, Darkness yang gaun pernikahannya robek mengabaikan orang-orang yang terkejut di mansion dan berjalan berlalu.

Kami bertiga tidak tahu ke mana dia akan pergi dan mengikuti di belakangnya.

“Ayah sayang, permisi.”

Darkness pergi menuju ke salah satu ruangan.

Ayah sayang maksud dia…

Oh, saat aku menyusup saat lalu, aku memecahkan jendela kamar ayahnya saat aku melarikan diri.

Jadi ayahnya telah berganti kamar.

Darkness masuk tanpa menunggu jawaban ayahnya.

Apa tidak apa-apa untuk nona bangsawan melakukan itu…?

Tidak.

Ayahnya tidak dalam kondisi untuk menjawabnya.

Dia lebih lemah daripada saat aku menyusup, dengan lingkaran hitam di bawah matanya. Dia bernafas dengan dalam di dalam tidurnya.

Ayahnya membuka matanya perlahan.

Kami dan Darkness berjalan ke sisi tempat tidur ayahnya.

Melihat Darkness, ayah ini…

“… Ohh, Lalatina… betapa cantiknya… kau seperti ibumu…”

Dia berkata dengan ramah tapi dengan senyuman yang lemah.

Darkness menurunkan kepalanya meminta maaf di hadapan ayahnya.

“…. Erm, aku sangat minta maaf, ayah sayang… aku memutuskan sendiri pernikahan itu… tapi aku menghancurkannya dengan cara yang buruk dan melarikan diri…”

Saat dia mendengar itu, ayahnya menutup matanya dengan sangat senang.

“Seperti itukah…! Itu bagus. Jangan khawatir, tidak perlu minta maaf.”

Setelah mengatakan itu, ayahnya beralih kepadaku.

“Kazuma-kun, bisakah kau ke sini.”

Untuk meresponnya, aku menghampiri tempat tidurnya.

“… Aku ingin mencari udara segar di luar.”

Megumin yang membaca suasananya pergi ke koridor.

… Selagi seseorang yang tidak bisa membaca suasana menghampiri tempat tidur ayah itu dan melongo.

Ada orang sakit di sini jadi aku tidak bisa menceramahinya, dan membiarkannya.

“… Kau melakukan hal yang hebat kali ini. Terima kasih, aku sangat berterimakasih.”

Meskipun kau berterimakasih kepadaku dengan sangat tiba-tiba…

“Aku hanya melunasi hutang yang aku pinjam dari putrimu.”

Saat dia mendengarku, ayah ini tertawa sekali lagi.

Lalu dia berkata sesuatu yang luar biasa di hadapan Darkness.

“Kazuma-kun, aku akan menyerahkan putriku kepadamu.”

“Eh?!”

Darkness terkejut dengan perkataan tiba-tibanya.

“Tidak perlu, apa ini permainan hukuman?”

“Eeh?!!”

Darkness berteriak lebih kencang saat dia mendengarku.

Dia melihat tepat ke arah mataku, dan tampaknya punya sesuatu untuk dikatakan.

Ayah itu tersenyum bahagia saat dia melihatku seperti ini.

… Apa boleh buat.

Tampaknya seperti si pedang harta karun kerajaan melihat melalui pikiranku.

Aku mengerti, aku akan menjaganya, dan tidak akan membiarkan orang aneh melecehkannya.

Ayah itu mungkin melihat melalui apa yang aku pikirkan dan mendesah dengan lega.

“Lalatina. Apa kau hidup dengan bahagia sekarang? Sangat bahagia yang membuatmu tidak peduli untuk membuang apapun?”

Dia berkata pelan dengan matanya yang tertutup.

Darkness langsung menjawabnya tanpa ragu.

“Iya. Aku ingin memberikan apapun untuk melindungi teman-temanku.”

Saat ayahnya mendengar ini, dia mengangguk dengan puas dan mejawab ‘Seperti itu kah’ dengan pelan.

“Lalatina. Pilihlah jalan yang ingin kau ambil. Serahkan yang lain kepadaku. Bahkan dengan tubuh seperti ini, aku masih bisa melakukan sesuatu sampai akhir.”

Saat dia melihat bagaimana sikap ayahnya, Darkness pergi ke sisinya dan memegang tangannya.

Part 8-A

“Ayah tersayang, terima kasih telah membesarkanku…! Saat kesehatanmu membaik, lain kali, tolong berbicara kepadaku sampai aku tertidur, dan beritahu aku tentang almarhum ibuku…”

“Aku menyayangimu, putri cantikku. Ya, lain kali, aku akan memberitahumu bagaimana aku bertemu ibumu…”

Mata Darkness mulai berkaca-kaca.

Ayahnya bergumam ‘Lain kali’ lagi dengan senyuman bahagia, dan memegang tangan Darkness…

Dia tiba-tiba tertutupi dengan cahaya sihir.

“Sacred Break Spell!”

Gadis itu yang tidak bisa membaca suasananya merapalkan sihir.

“Aaah?!”

“A-ayah sayang?!”

Cahaya yang tiba-tiba itu membuat Darkness dan ayahnya berteriak.

Saat cahaya itu menghilang, lingkaran hitam di mata ayahnya menghilang. Dia masih kurus, tapi kulitnya kembali berwarna.

… Eh.

Dengan semuanya menatap ke arahnya, Aqua berkata dengan sombong:

“Itu kutukan! Itu pasti kutukan dari iblis kuat, tapi aku menghilangkannya dengan mudah!”

Part 8-B

Ayahnya mendapatkan tenaganya kembali berkat dewi ini yang tidak bisa membaca suasana. Dia dan Darkness melihat satu sama lain selagi berpegangan tangan.

“……..” x2

Darkness melepaskan tangannya perlahan selagi wajahnya memerah. Dia bersiul dan melihat ke arah luar jendela, selagi ayahnya menarik selimutnya untuk menutupi ekspresi canggungnya.

Aku bisa melihat wajahnya sekilas— yang semerah dengan wajah Darkness.

… Lagipula mereka adalah ayah dan anak.

“Tapi sekarang baik-baik saja! Itu hebat, Darkness! Kau bisa mengobrol dengan ayahmu tentang almarhum ibumu sebanyak yang kau mau!”

Suara gembira Aqua tidak bermaksud apa-apa.

Darkness menutupi wajahnya dan berjongkok.

Aku pikir semuanya berakhir baik…


Selingan: –Iblis-iblis itu meledek saat larut malam—

“Ahh… Sial! Sial! Sialan ahhh!”

Di gudang bawah tanah tersembunyi di bawah kamar tidurku.

Aku melampiaskan seluruh kemarahanku kepada iblis.

Menendang Max iblis rusak yang tidak bisa memenuhi satu permintaan lagi dan lagi.

“Yee— Yee— Yee—“

Iblis itu membuat suara aneh saat dia sedang ditendang, dan berjongkok dengan kepalanya di lengannya.

Berapa lama aku telah memanggil iblis rendahan ini dengan pusaka suci?

Normalnya, aku akan menemukan cara mudah setelah menghabiskan banyak waktu bersama dengan seseorang. Bagaimanapun, aku tetap tidak bisa menggunakan dia.

“Ini semua karenamu! Jika kau iblis yang lebih berguna! Lalatina-ku tidak akan dirampas! Apa kekuatanmu untuk memanipulasi kejadian itu sangat terbatas?! Sampah! Sampah! Kau sampah!”

“Yee— Yee— Yee— kekuatan iblisku akan menjadi lemah di dalam gereja. Lebih penting lagi, seseorang tampaknya telah menghancurkan kutukan itu, Alderp.”

Max menjaga posisinya dari berjongkok dan memeluk kepalanya dan berkata sesuatu yang tidak terduga dengan santainya.

“Kutukan itu hancur?! Kenapa kau! Tidak bisakah kau mengutuk manusia sampai mati?!”

Aku berteriak selagi aku menendang kencang Max.

Orang ini memiliki ingatan yang buruk bahkan lupa bahwa dia tidak menerima bayaran apapun. Aku hanya menggunakannya untuk waktu yang sangat lama karena aku tidak perlu menawarkan dia apapun… kapan waktunya untuk membuang dia?

Bagaimanapun, aku perlu menggunakan kekuatannya untuk menghapus tentang apa yang terjadi.

Lagipula, perkataanku kepada Lalatina tidak pantas di hadapan bangsawan yang berpengaruh dan orang-orang kota.

Aku bahkan menggunakan bahasa yang tidak sopan kepada Lalatina yang memiliki gelar bangsawan lebih tinggi daripadaku.

Tapi itu tidak masalah juga, aku sekarang bisa mengeksekusi bocah sialan itu yang menerobos masuk ke dalam upacara.

Lalatina mungkin akan menawarkan dirinya sendiri untuk menyelamatkannya.

“Max! Mulai besok pagi, ubah ingatan dari semua orang yang menghadiri upacara itu, sebaik yang mereka akan mendengar perkataanku untuk keuntunganku, dan selesaikan semuanya! Mengerti?!”

Aku memikirkan apa yang harus dilakukan besok selagi aku berkata ini dan pergi dari ruang bawah tanah yang redup…

“Yee— Yee— … Tidak bisa, Alderp, aku tidak sekuat itu.”

Perkataanya membuatku terhenti.

… Tidak bisa?

Iblis rusak ini tidak pernah mengalihkan perkataanku.

Tidak peduli apa yang aku minta, atau bagaimana permintaanku untuk memutar balikkan fakta, dia tidak pernah berkata itu mustahil.

Ini pertama kalinya dia mengatakan itu.

“… Tidak bisa? Aku tahu bahwa kau iblis rendahan. Lagipula, kau dipanggil dengan pusaka suci itu secara acak… bagaimanapun, kau tidak punya hak untuk menolakku. Lakukan! Aku tidak tahu apa yang kau bisa atau tidak bisa lakukan, selesaikanlah! Apa terlalu banyak orang di sana? Bukankah memanipulasi ingatan itu kemampuan terkuatmu?! Lakukan sekarang!”

Meskipun begitu…

“Tidak bisa. Ada cahaya… Yee— cahaya yang kuat yang mengaburkan sihirku, aku benar-benar tidak bisa melakukannya.”

Saat aku mendengar respon negatif iblis ini, kemarahanku mulai memuncak.

“Cukup kau iblis tidak berguna! Aku akan melepaskan kontrak denganmu dan memanggil iblis lebih kuat! Ini perintah terakhirku! Bawa Lalatina kepadaku…! Gunakan kekuatanmu untuk memanipulasi kejadian itu dan bawa Lalatina ke sini sekarang! Lalu aku akan membayar semua bayaranmu!”

Max bereaksi terhadap ini.

“Bayaran? Kau ingin membayar bayarannya?”

“Ya. Aku serius. Kau terlalu bodoh, itulah kenapa kau lupa bahwa aku tidak membayarmu berkali-kali. Aku akan membayarnya dengan benar kali ini. Pergilah, bawa Lalatina kepadaku.”

Aku berbicara dengan nada pertemanan yang palsu kepada iblis itu yang tidak punya kemampuan untuk menyimpan ingatannya. Aku sudah menipunya berkali-kali.

… Saat ini.

“Apa tuan tanah di sini? Ini aku. Aku di sini untuk meminta maaf tentang apa yang terjadi hari ini, bisakah aku bertemu denganmu…?”

Seseorang mengetuk pintu ruang bawah tanah. Tidak ada satupun yang mengetahui keberadaan ruangan ini.

Kenapa saat jam seperti ini, kenapa dia tahu ruang bawah tanah ini, semua ini tidaklah penting!

Aku tidak pernah melupakan suara ini…!

“Lalatina! Apa itu Lalatina?! Baiklah, kerja bagus Max! Hebat! Kau melakukannya dengan luar biasa! Aku tidak tahu bagaimana kau melakukannya, tapi aku akan memenuhi janjiku dan membayar bayarannya! Kontraknya dilepaskan! Kau bebas! Oh, Lalatina, akan kubuka pintunya sekarang!”

“Aku tidak melakukan apapun, yee, yee! Kau ingin membayar bayarannya? Melepaskan kontraknya?”

Aku mengabaikan Max yang menggumamkan tentang sesuatu dan membuka pintu ruang bawah tanah.

Seseorang yang melihat ke arahku tidak diragukan lagi adalah Lalatina.

Dan dia mengenakan negligee yang menggoda, dengan senyuman hangat yang biasanya tidak dia tunjukkan. Dia menuruni tangga ruang bawah tanah itu perlahan.

Sikapnya dan senyumannya menyihir hasrat yang berada di dalamku.

Lalatina berkata dengan manis dan lembut dengan wajah meminta maaf:

“Aku minta maaf tuan… aku akan minta maaf atas apa yang terjadi sebelumnya… mohon izinkan aku untuk menawarkan tubuhku sebagai ganti dari kehidupan teman-temanku…!”

Aku mengerti semuanya saat aku mendengar itu.

Seperti yang aku duga, wanita ini ke sini untuk meminta belas kasihan atas rekannya!

Aku tidak bisa menahannya lagi!

Wanita yang telah aku incar selama ini berpakaian seperti itu di depanku.

Aku tidak bisa menunggu Lalatina menuruni tangga dan ingin menerkamnya…

Mulut Lalatina terbuka dengan tertawa selagi sosoknya menghilang seperti ilusi.

Yang berdiri di sana adalah…

“Hahahaha! Kau pikir ini Lalatina? Sayang sekali, ini diriku! Oh, betapa hebatnya emosi negatif ini! Sangat nikmat, nikmat! Hahahaha!”

Pria bertopeng berdiri di sana, mengenakan tuksedo yang mirip dengan Max.

“?! Si-siapa kau? Siapa kau?! Perasaan dingin ini. Seperti Max! Iblis! Kau pasti iblis!”

Aku menunjuk ke arah pria di depanku yang mungkin adalah iblis, dan dia mengejek.

“Max! Bunuh iblis laknat ini sekarang!”

Aku berteriak selagi aku menunjuk ke arah iblis bertopeng itu.

Untuk mengambil wujud Lalatina yang telah aku impikan selama ini, dan menikmati perasan kecewaku, betapa jahatnya!

Ah, kekecewaan ini seakan-akan aku telah jatuh ke jurang!

Aku tidak akan pernah, tidak akan pernah memaafkannya!

“…? Kenapa aku harus membunuh bangsaku sendiri? Yee…? Hmm? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”

Max mengabaikan perintahku dan bertanya.

Berapa kali dia menentangku hari ini?

Ada apa dengan iblis ini, apa dia rusak?

Selagi aku memikirkan tentang itu, iblis bertopeng itu menunjukkan etika yang sempurna yang membuat bangsawan sepertiku iri, dan menunduk kepada Max.

“Ini seratus atau seribu kali aku mengenalkan diriku kepadamu. Ini saat yang sama kali ini— Bagaimana kabarmu, Maxwell. Maxwell, memanipulasi fakta. Maxwell, memutar balikkan kebenaran. Diriku iblis yang bisa melihat melalui apapun, Vanir. Iblis yang memutar balikkan kebenaran, Maxwell, diriku di sini untuk menjemputmu!”

Iblis rusak itu bukanlah Max, tapi Maxwell?

Tidak, dia berkata dia menjemputnya…?

“Vanir! Vanir! Kenapa, kenapa namamu sangat terasa nostalgia?! Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”

“Hahahaha, dirimu selalu mengatakan itu setiap kali kita bertemu! Dirimu adalah Maxwell! Dirimu datang dari dunia lain tanpa memiliki ingatanmu, diriku adalah bangsamu! Ayo pergi, ke tempat dirimu seharusnya berada, kembali ke neraka!”

“Tu-tunggu, tahan! Dia adalah pelayanku! Jangan memutuskannya sendiri dan membawanya pergi!”

Aku mengatakan itu dengan reflek, tapi iblis bernama Vanir hanya tertawa.

“Pelayan? Lu pikir Maxwell yang adalah bangsawan dari neraka seperti diriku akan melayani seseorang seperti lu? Orang kerdil yang hanya memiliki hal bagus dalam keberuntungan. Keberuntungan benar-benar hal satu-satunya lu bisa mendapatkan dia. Itu terjadi saat iblis yang pertama lu panggil adalah Maxwell, betapa beruntungnya. Jika lu memanggil iblis lain, saat pemanggilannya berhasil, lu akan dicabik-cabik menjadi serpihan jika lu tidak membayar bayarannya! Bagaimanapun, keberuntungan lu benar-benar bagus! Si bodoh Maxwell! Kuat, tapi semudah seperti anak kecil! Ini berkat dirinya lu bisa sampai ke posisi lu sekarang, lu harus membayarnya dengan benar!”

Aku tidak tahu apa yang dia bicarakan.

Max itu yang telah aku gunakan adalah bangsawan dari neraka?

Tidak, aku mendapatkan statusku yang sekarang dengan kekuatanku sendiri.

Aku bingung dengan apa yang Vanir katakan, dan iblis bertopeng itu menambahkan dengan mengejek.

“Juga, sebelum diriku muncul, lu mengatakan ini kepada Maxwell… ‘Aku akan memenuhi janjiku dan membayar bayarannya! Kontraknya dilepaskan! Kau bebas!’”

Aku menyadari aku mengacaukannya.

Aku pikir Max menggunakan kekuatannya untuk membawa Lalatina ke tempat ini.

Disaat-saat yang membahagiakan itu, aku mengatakan itu semua.

… Jadi ini adalah iblis yang mengklaim bisa melihat melalui apapun.

Dia tahu ini akan terjadi dan memilih saat ini untuk datang ke sini.

Dan tampaknya dia telah melihat apa yang aku pikirkan setiap saat.

“Ya, kontrak antara lu dan Maxwell adalah masalahnya. Ara, lu benar-benar membuat diriku berputar-putar.”

… Berputar-putar?

“Ja-ja-jadi kau… kau… mungkinkah?!”

“Ya, seperti yang lu bayangkan! Diriku membuat kesempatan kepada bocah itu untuk membayar hutangnya, dan memberitahunya tentang lu! Hahahaha! Ini, ini hebat, emosi negatif yang indah! Nikmat, sangat nikmat!”

Aku mengepalkan tanganku yang gemetar.

“Beraninya kau! Beraninya kau melakukan hal seperti itu…! Jika kau hanya ingin mengambil iblis rusak ini, beritahulah langsung kepadaku! Jika kau mengungkapkan identitasmu, aku akan memberikannya dari awal! Kau tidak perlu melibatkan seluruh kota, dan membuatku kehilangan wajahku di depan semua orang…!”

Benar, jika aku tahu ada iblis yang bisa melihat melalui apapun, aku tidak akan melakukan sesuatu yang sangat berani…!

Iblis itu menghadapiku.

Dan mengatakan sesuatu yang bodoh dengan santai.

“Betapa menariknya! Hahaha, pertunjukkan yang bagus, pertunjukkan yang sangat bagus! Bahkan dewi itu menari-nari di atas tangan diriku kali ini! Saat iblis berandalan ikut serta dalam upacara itu, dia meminta bantuanku untuk mengerami telurnya. Dia membiarkanku menikmati emosi negatif yang sangat memalukan! Tersiksa dengan nafsu lu, cinta lu akhirnya berbunga-bunga! Tapi saat lu mencapai tujuan lu, pengantin wanitanya dirampas pergi! Emosi negatif lu saat itu! Itu sangat nikmat yang membuat diriku tidak punya penyesalan jika diriku mati saat itu!”

Apa yang dia katakan, apa yang iblis ini katakan?!

“Baiklah, tuan tanah-dono. Diriku punya urusan lebih lanjut dengan dia. Diriku akan membawa Maxwell kembali ke neraka, dan diriku akan melanjutkan bekerja keras di bawah pemilik toko yang gila itu.”

Tampaknya iblis itu berencana pergi dengan Max.

Apa boleh buat, aku tidak tahu kalau Max iblis kuat seperti itu, tapi akan ada jalan meskipun dia pergi.

Bagaimanapun, apa yang harus aku lakukan besok?

Aku tidak akan bisa menghapus bukti perlakuan burukku dari sekarang.

Selagi aku bermasalah dengan ini.

“Yee! Yee! Vanir! Vanir! Sebelum aku kembali, aku harus membiarkan Alderp untuk membayar bayarannya! Dia berkata ingin membayar bayarannya!”

Sial, aku pikir aku mengatakan itu.

“Aku mengerti aku mengerti, bayarannya huh. Aku akan membayarnya jadi cepatlah…”

Dan pergi. Sebelum aku bisa selesai.

Suara retakan menggema di ruang bawah tanah yang redup.

Aku menyadari suara itu dari lenganku yang berbunyi keras…

“… Huh, ah, aaaahhhhh?!”

Setelah aku melihat Max memegang lengan patahku.

“Aahhh?! Aaahhhh! Sakit, sakiiit?!”

Aku berteriak selagi lenganku yang patah dicengkram erat olehnya.

“Alderp! Alderp!! Teriakkan hebat, Alderp! Yee— Yee—!”

Iblis rusak itu terus mengatakan hal tidak jelas.

“Apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku Max! Hentikan! Sakit, hentikan!”

Saat dia mendengar rintihanku, iblis yang telah lama bersamaku menunjukkan ekspresinya pertama kali.

Wajah tidak berekspresinya berubah menjadi senyuman dari lubuk hatinya.

Lalu Vanir berkata:

“Hahaha! Maxwell, dirimu bisa melanjutkan ini di neraka. Pria ini berhutang banyak padamu. Bawa saja pria ini kembali ke neraka dan biarkan dia membayarnya perlahan.”

Meskipun kesadaranku menjadi samar-samar karena rasa sakit itu, aku mendengar sesuatu yang tidak bisa diabaikan.

“Bayaran yang perlu lu bayar atas pelayanan Maxwell sesuai dengan yang ditetapkan dalam kontrak itu, selama itu lu akan terus menerus melepaskan perasaan negatif yang Maxwell suka… ya, lu memperkerjakan Maxwell dengan sangat berat dan menuntun lu kekehidupan yang benar-benar buruk… lu mungkin tidak bisa melunaskan hutang lu sebelum akhir dari masa hidup lu.”

Perkataan iblis bertopeng itu membuatku berkeringat dingin.

Bahkan rasa sakit di lenganku mengganggu pikiranku selagi aku mencoba yang terbaik untuk tawar menawar dengan iblis itu.

“A-aku mengerti! Aku salah karena telah mempekerjakanmu dengan sangat keras! Bagaimana kalau seperti ini, pertama, sejumlah besar—“

“Kekayaan lu huh. Saat Maxwell kembali ke neraka, semua kelakuan buruk lu akan terungkap, dan semua aset lu akan disita dan dikelola oleh keluarga Dustiness… setelah itu, itu akan kembali ke pria yang sedang menyesal di rumah, komplain ‘Aku tidak seharusnya menjadi sombong dan membuang semua uangku, aku harus membuat wanita itu membayar dengan tubuhnya tanpa belas kasihan’, demikian juga kota dan kerajaan. Vanir iblis yang bisa melihat melalui apapun menyatakan bahwa lu akan jatuh miskin.”

Saat aku mendengar itu, gigiku gemeretak dan aku hampir pingsan.

Semua uang yang aku kumpulkan…!

“Ka….”

“Kalau begitu, ambil banyak orang yang kau inginkan di dalam mansion ini sebagai gantiku, kan? Sayangnya, kewajiban dari pembayaran itu harus dilakukan oleh pemegang kontrak! … Oh, emosi negatif yang susah untuk keluar, tapi keputusasaan bukanlah seleraku. Itu kesukaannya Maxwell.”

Setelah mendengar itu, aku akhirnya menghentikan gemetar di tubuhku.

“M-M-Max… Max…! A-aku melakukan banyak hal yang buruk kepadamu… hal yang buruk. Tapi, mohon, bisakah kau selamatkan aku? Ampunilah aku Max, aku tidak benar-benar membencimu…! Itu benar! Mohon, Max!”

Vanir hanya terkikik selagi dia mendengarkanku, dan tidak membenarkan kebohonganku.

Max melepaskan cengkramannya dari lenganku.

Aku terjatuh ke lantai.

Dengan cahaya redup harapan karena tindakkannya, aku melihat ke arah Max dengan gelisah.

Dia tersenyum bahagia.

Senyuman yang polos dan murni.

Iblis ini yang selalu tidak berekspresi menunjukkan senyuman semurni anak kecil.

“Alderp! Alderp! Aku juga! Aku juga menyukaimu, Alderp!”

Vanir terus terkikik selagi dia menyaksikanku, dan aku tidak tahu apa yang salah.

Iblis rusak itu yang telah aku kenal sejak lama melanjutkan berteriak gembira dengan wajah yang tersipu.

“Alderp! Alderp! Aku menyukaimu Alderp! Tetaplah di sisiku di neraka, Alderp! Aku ingin menikmati keputusasaanmu selamanya, Alderp!”

Oh, aku mengerti sekarang.

Jadi alasan kenapa aku tidak bisa menyukai iblis ini karena ini.

Aku sangat merinding, takut dengan sifat alami dari iblis ini.

Dengan senyuman iblis itu di depanku, aku menjadi takut lagi.

–Oh, ya ampun.

“Oh, saling menyukai, Alderp. Maxwell adalah tipe yang suka melakukan hal yang terbaik, dia pasti akan bermain denganmu setiap siang dan malam hari! Hahaha! Hahahaha!”

Dewa, mohon hilangkan ketertarikan iblis rusak ini kepadaku dan beri aku kematian instan… dengan suara tertawa iblis di telingaku, aku berdoa kepada dewa untuk pertama kalinya dalam hidupku.

“Aku akan menyayangimu Alderp! Tidak seperti gadis-gadis yang kau tinggalkan setelah menculik mereka, aku tidak akan merusakmu dan terus menjagamu! Yee— Yee— Yee— Yee—!!”

All Translation Thanks To: Pantsu Translation





tags: baca Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 05, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 05 manga, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 05 online, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 05 bab, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 05 chapter, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 05 high quality, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 07 Chapter 05 manga scan, ,

Partner: Oploverz | Mangaku | Mangacan | Mangakyo | Mangashiro | Mangaindo | Silver Yasha | Komikstation | Komikfox | Achanime | NilaiTP | Pecinta Komik | NeuManga | Kiryuu | Overlordfree | Bacamanga

Totobet SGP