Pasang Iklan

Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 05 Chapter 05

Selamat membaca manga Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 05 Chapter 05 bahasa indonesia, jangan lupa mengklik tombol like dan share ya. Manga Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 05 bahasa Indonesia selalu update di Mangakita. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga Mangakita ada di menu Manga List.

Part 1

“Hey, hey, bangunlah.”

Setelah tubuhku bergoyang dengan kencang, aku terbangun.

Tampaknya aku telah bermimpi buruk, aku bermimpi bahwa banci sedang menggodaku…

“… Waahhhh! Hentikan Sylvia, jangan mendekat! Atau aku akan membunuhmu!!”

“Hey, tenanglah. Jangan khawatir, aku tidak akan melakukan apapun yang aneh. Klan penyihir merah telah mundur, jadi aku akan membiarkanmu pergi sekarang. Lagipula, kau membiarkanku melarikan diri sebelumnya.”

Setelah mendengar perkataan dia, aku masih sedikit khawatir, tapi mencoba untuk tetap keren.

Aku menyadari sekarang bahwa tidak ada siapapun di sekitarku.

Melihat sekitar, aku merasa aku pernah ke sini sebelumnya…

“Ini pintu masuk dari ruang bawah tanah dari klan penyihir merah, yaitu tempat mereka menyegel ‘Senjata yang mungkin bisa menghancurkan dunia’.”

Sylvia berkata selagi mengeluarkan sesuatu seperti alat sihir.

“… Apa itu?”

“Kau pria yang pintar, kau seharusnya bisa mengira apa ini kan? ‘Pembunuh Penangkal’— jika kau menggunakan ini, kau pastinya akan mengerti.”

Yang berarti…

“Kumpulan kalian terus menyusup tempat ini untuk mencuri senjata itu kan?”

“Benar. Di sana ada alat sihir kuat di tempatkan di dalam ruangan. Menurut gosipnya, itu adalah bencana untuk orang-orang di desa ini.”

Te-tempat apa di dalam?

“Bagaimanapun, aku mendengar segelnya sangat unik dan tidak ada satupun yang bisa membukanya. Juga, tidak ada satupun yang mengerti bagaimana cara menggunakan senjata itu.”

“Hmm? Tidak masalah. Dengan alat sihir yang aku punya denganku ini adalah penghancur penangkal yang sangat kuat di dunia raja iblis. Yang bahkan bisa menghancurkan segel para dewa… huh? Sa-sangat aneh…”

Sylvia berjongkok di depan ruangan itu dengan alat sihir di tangannya, dan berkata dengan suara yang bingung.

“Alat sihir itu tidak bereaksi sama sekali! Segel ini bukanlah sihir alami, apa…! A-apa yang harus aku lakukan…”

Sylvia memegang alat sihr di tangannya dan sedang terlena.

Aku melihat ke arah segel itu dari samping. Di atas itu ada keyboard layar sentuh lengkap dengan alfabet, nomer dan panah.

Aku menemukan sesuatu yang sangat familiar tertulis di layar sentuh itu.

“’Kode Konami’…? Apa ini maksudnya, dia ingin aku memasukkan kode Konami?”

( Note: https://goo.gl/EfKKxV )

“Ka-kau bisa membaca bahasa kuno ini?!”

Sylvia tersentak.

Bahasa kuno? Aku tidak tahu apa yang kau katakan.

Bukankah itu bahasa Jepang?

Kode Konami hanya kode Konami.

Itu sesuatu dari pabrik game terkenal— Konami.

“Tidak, ini bahasa dari negaraku. Kode Konami adalah kode cheat yang semua orang tahu, dan benda ini ingin memintaku untuk memasukkan kodenya di sini…”

Aku menyadari apa yang aku katakan dan ingin menutup mulutku saat pertengahan kalimat, tapi telah tertangkap oleh tangan Sylvia.

“Kau sungguh pria yang diluar dugaanku. Untuk memikirkan kau bisa melepas segelnya meskipun aku dan klan penyihir merah tidak bisa menghancurkannya…”

“A-aku juga petualang, jangan berpikir bahwa aku akan setuju dengan pasukan raja iblis dengan mudahnya. Kau lihat arch priest barusan, dia bisa menggunakan pembangkitan, jadi itu tidak berguna untuk mengancam nyawaku…”

“Kekerasan bukanlah satu-satunya cara untuk membuka mulut seseorang kan? Hehe, skill-ku sama dengan succubus, aku penasaran berapa lama kau bisa bertahan dengan gairah yang luar biasa seperti itu?”

Bahkan sebelum Sylvia selesai, aku membuka kode Konami-nya tanpa ragu.

Dengan suara mekanik— pintu yang berat terbuka.

“… Sungguh, apa kau berhak dipanggil sebagai pria? Huft, lupakanlah, waktunya singkat. Di dalam gelap, aku penasaran akan ada apa di sana?”

Sylvia melihat ke dalam selagi mencari sesuatu yang bisa digunakan sebagai obor.

Saat ini, punggungnya yang tidak terjaga menghadapku.

… Aku mungkin tidak membawa senjata apapun padaku, tapi itu tetap terlalu ceroboh.

Yah, lagipula serangan tak bersenjataku hanya drain touch.

“Hmm? Apa mereka mematikan lampunya saat mereka melarikan diri? Apa boleh buat, meskipun penglihatan malamku tidak terlalu bagus di tempat yang sangat gelap…”

Aku tiba-tiba menyadari bahwa aku tidak perlu untuk bertarung lagi dalam situasi yang seperti ini.

Aku mengendap-endap ke belakang Sylvia.

“Hey, apa kau punya sesuatu yang bisa digunakan sebagai sumber cahaya…”

Dari belakang—

Pomf.

“Eh?”

–Aku mendorong Sylvia ke dalam ruang bawah tanah yang redup.


Part 2

“—?! –! —-!!”

Sylvia sedang berteriak sesuatu di dalam.

Di sisi lain dari pintu ruangan itu tertutup sekali lagi, aku bisa mendengar suara gedoran.

“Kazuma! Apa kau baik-baik saja?! Di mana Sylvia?!”

Aku berbalik dan melihat Megumin berlari ke sini dengan tergesa-gesa.

Yunyun dan Buzucoily di sini juga, Megumin membawa mereka bersama.

“Kau datang terlambat, aku mengunci Sylvia di dalam dengan serangan balik yang elegan. Tampaknya pintu itu tidak bisa terbuka dari dalam. Biarkan dia terperangkap di dalam untuk dua minggu, biarkan dia melemah.”

Megumin sedikit takut saat dia mendengar teriakkan pelan datang dari dalam.

“Ka-kau mengurungnya di dalam?! Mengira itu akan baik-baik saja, dia mungkin tidak bisa mengaktifkan senjatanya. Lagipula, tidak ada satupun yang tahu. Tapi sungguh, untuk memikirkan Sylvia bisa melepaskan segelnya.”

… Aku tidak memberitahu faktanya bahwa segelnya dilepas olehku barusan.

“U-untuk mengunci pemimpin pasukan raja iblis di dalam… betapa kejam cara bertarungnya…”

Darkness menatap ke arah pintu yang digedor terus-terusan dan berkata dengan simpatik.

“Untuk menangkap Sylvia yang beberapa kali kabur dari tangan kami, kerja bagus pendatang!”

“Orang-orang ini telah membunuh 3 pemimpin pasukan raja iblis, membunuh Sylvia bukanlah hal yang aneh.”

Klan penyihir merah berkumpul memandikanku dengan pujian.

“Hey Kazuma, bukankah itu tempat dengan senjata berbahaya? Apa sungguh tidak apa-apa untuk mengurung banci sialan itu di dalam sana?”

Klan penyihir merah menjawab saat mereka mendengar apa yang Aqua katakan:

“Tidak apa-apa, tidak apa-apa, bahkan kami tidak bisa memahaminya bagaimana cara menggunakannya, itu mustahil untuk Sylvia untuk mengerti.”

“Yup, itu benar. Jika Sylvia bisa mengaktifkan senjata itu, aku akan mengelilingi satu putaran desa dengan tanganku.”

“Baiklah, ayo minum-minum.”

“… Hey, apa mereka melakukannya dengan sengaja? Apa klan penyihir merah penuh dengan orang-orang yang tidak akan merasa senang selain saat mereka masuk ke dalam masalah? Apakah mereka merasa gelisah jika mereka tidak membangkitkan flag?”

“Ja-jangan mengatakan itu, aku tidak setuju bahwa klan penyihir merah suka mencari masalah, tapi karena kali ini akan baik-baik saja. Lihat, sudah menjadi tenang di dalam sana, mungkin dia sudah lelah.”

Mendengar baik-baik, aku tidak bisa mendengar teriakkannya lagi.

Aku mempunyai firasat buruk tentang ini, apa benar akan baik-baik saja?

Meskipun mereka mengatakan bahwa tidak ada satupun yang bisa mengaktifkan senjata di dalam itu…

“Hmm? … Hey, Kazuma, apa kau merasakan tanahnya bergetar?”

Darkness menempelkan kakinya dan bertanya.

“Hey, ini buruk! Aku punya firasat buruk tentang ini! Ayo keluar dari sini dan…!”

“Apa yang kau rencanakan, Kazuma? Kita yang mengalahkan raja iblis kan? Hey, meskipun Kazuma melakukannya sendiri, tapi kita adalah tim, jadi kita harus membagikan hadiahnya huh? Hehehe, aku harus membeli apa dengan uang bounty dari Sylvia?”

Melihat Aqua yang membuat rencana, aku segera menyadari bahwa— ini akan menjadi buruk.

“Lu bego, kenapa kau harus membangkitkan flag setiap kali! Hey Megumin, Darkness! Ayo mundur! Tidak, kita harus meminta klan penyihir merah untuk mengirim kita kembali ke Axel…!”

Bahkan sebelum aku selesai, tanahnya tiba-tiba naik dan debu menyebar di mana-mana.

Di bawah sinar dari bulan, seseorang yang muncul dari awan debu itu adalah…

“Ahh hahaha! Kau punya keberanian, nak! Kau pikir aku datang ke sini hanya untuk mencuri senjata? Namaku Sylvia! Seperti yang kau lihat—“

Dengan tubuhnya yang berubah menjadi ular besar dengan logam yang berkilau…

part-2

“Aku pemimpin raja iblis yang bisa bergabung dengan senjata atau apapun! Chimera Sylvia!”

Dengan suara tertawanya yang kencang, Sylvia memamerkan kemenangannya—

“Itu ‘Pembunuh Penyihir’! Dia menyerap ‘Pembunuh Penyihir’!”

Klan penyihir merah menangis.

Pembunuh Penyihir?

“Aahhhh, oh tidak Kazuma! Ini menjadi kacau! Ayo kabur, sekarang, segera, lari!”

Megumin yang wajahnya berubah menjadi ketakutan menarik lengan bajuku dengan panik, sangat berbeda dari barusan.

Bagaimanapun, aku masih punya kumpulan klan penyihir merah di belakangku.

Mereka pasti mempunyai senjata pamungkas—

“Hey, itu ‘Pembunuh Penyihir’!”

“Tinggalkan desa! Ini sia-sia!”

“Teleport!”

Atau mungkin tidak.

“Hey Megumin, jelaskan padaku! Apa itu Pembunuh Penyihir? Apa itu sungguh semenakutkan itu? Apa itu senjata yang mungkin bisa menghancurkan dunia?!”

Aku melihat dari ujung mataku ke arah klan penyihir merah yang berhamburan selagi aku menggoyang bahu Megumin yang tidak bagus dalam berususan dengan krisis seperti ini.

“Senjata yang mungkin bisa menghancurkan dunia tidak seperti itu…! Bagaimanapun, sesuatu yang bergabung dengan Sylvia sama berbahayanya, sesuatu yang disebut ‘Pembunuh Penyihir’…!”

Yunyun berkata dengan wajah yang ketakutan.

“Sesuatu yang sangat kebal terhadap sihir, bencana bagi klan penyihir merah. Senjata khusus untuk membunuh penyihir!”

–Tamat sudah.


Part 3

Untuk mengungsi, semua klan penyihir merah pergi ke bukit dewa iblis, tempat populer untuk pasangan, dan melihat ke desa penyihir merah di bawah telah terbakar oleh api.

“Desanya… terbakar…”

Aku mendengar seseorang berkata dengan pelan. Berbalik dan melihat gadis yang mengenakan penutup mata yang desainnya sama dengan Megumin, melihat ke arah desa yang terbakar selagi dia berkata dengan sedih.

Sylvia yang berbentuk seperti lamia mengeluarkan api, membanjiri desa penyihir merah dengan lautan api.

Banyak klan penyihir merah bisa menggunakan sihir teleport.

Hampir tidak ada korban sama sekali, tapi tempat tinggal mereka terbakar.

Hatiku terluka saat aku melihat kejadian ini.

I-ini karena aku melepaskan segel itu?

Tidak, aku dipaksa oleh keadaan itu.

Juga, aku hanya melepaskan segel itu karena aku mendengar tidak ada satupun orang yang tahu bagaimana mengaktifkan dan menggunakan senjata itu…

“Ngomong-ngomong, bagaimana Sylvia melepaskan segelnya?”

Saat aku mendengar pertanyaan ini, aku menggigil.

“Apa dia menggunakan alat sihir untuk menghancurkan penangkalnya? Tapi tidak peduli alat penghancur penangkal apapun itu, itu tidak akan bekerja terhadap segel itu…”

Setelah mendengar itu, jantungku berdegup sangat kencang selagi aku melihat ke bawah ke arah desa yang menjadi hancur…

“Tidak peduli apa itu, kita hanya bisa meninggalkan desa ini. Ini menyebalkan untuk pasukan raja iblis berhasil melakukan rencananya, tapi kita selalu akan bisa kembali jika kita masih memiliki nyawa kita.”

Kepala desa berkata dengan nada yang serius.

… Apa yang harus aku lakukan?

Suasana ini terlalu berat.

Oh tidak, apa ini semua karena aku?

Apa karena aku terlalu mudah menyerah dan melepaskan segel itu.

“Hey Megumin, apa benar-benar tidak ada cara lain untuk melawan Pembunuh Penyihir?”

Aku bertanya dengan tidak enak kepada Megumin di sampingku.

“Seperti yang dijelaskan sebelumnya, seperti namanya, Pembunuh Penyihir adalah senjata khusus untuk memusnahkan penyihir. Itu kebal terhadap sihir. Aku mendengar saat Pembunuh Penyihir mengamuk dahulu kala, leluhur kami menggunakan senjata lain yang tersegel untuk menghancurkannya. Setelah melewati krisis itu, mereka memperbaiki Pembunuh Penyihir itu sebagai kenang-kenangan dan menyegelnya lagi…”

“Kenapa mereka memperbaiki benda berbahaya itu dengan alasan yang tak masuk akal! … Tidak, tunggu, katamu ada senjata yang bisa melawan Pembunuh Penyihir?”

Saat menggunakan racun, pastikan siapkan penawarnya.

Untuk mencegah terhadap senjata itu yang mengamuk, pasti ada senjata lain yang dapat melawannya di tempat penyimpanan— ini tindakan pencegahan yang sudah biasa. Memikirkan itu sekarang, itu masuk akal.

Untuk melindungi, leluhur dari klan penyihir merah pasti menyimpan senjata yang bisa mengalahkan Pembunuh Penyihir itu jika dia mengamuk lagi.

Jika seperti itu, dengan hal ini—

Dia mungkin mengira apa yang sedang aku pikirkan.

“… Kazuma, sayangnya, tidak ada yang tahu bagaimana cara menggunakan senjata yang bisa mengalahkan Pembunuh Penyihir. Intruksi penggunaannya ada di sana, tapi bahkan kepala desa tidak bisa membacanya…”

Megumin berkata selagi dia menatap ke arah desa yang terbakar.

Klan penyihir merah yang pintar pasti sudah mempertimbangkan metode ini.

Jika sihir tidak mempan, itu tidak ada harapan lagi.

Membandingkan dengan tubuh ular besarnya, Sylvia yang tinggi terlihat sangat kecil.

Kecuali Darkness, semua yang lain akan menjadi bubur jika mereka terkena serangan.

… Apa tidak ada cara lain?

Saat ini.

“Hmmp… aku akan menjadi umpan dan menarik Sylvia menjauh. Dengan dukungan dari semua klan penyihir merah, aku tidak akan mati dengan mudah.”

Seseorang yang mengatakan perkataan yang bodoh seperti itu adalah crusader berotak otot dari timku.

“Apa yang kau katakan? Tidakkah kau tahu kita sangat tidak berdaya di sini?! Apa kau bodoh? Bahkan goblin tahu apa yang lebih baik daripada melawan pertarungan yang sia-sia, apa kau lebih bodoh dari goblin?”

“Ka-kau sungguh–! Kita akan menyelesaikan ini setelah kita kembali ke Axel! Aku masih ingat perkataan yang buruk yang kau katakan padaku saat lalu! Juga, aku tidak melakukan ini tanpa rencana apapun!”

… Rencana?

“Saat aku memancing Sylvia, kau dan Aqua yang mempunyai penglihatan malam bisa menggunakan hide untuk mengendap-endap ke ruang bawah tanah yang hancur itu, dan mengambil senjata apapun.”

“… Tapi tidak ada seorangpun yang tahu bagaimana cara menggunakan senjata apalah itu! Apa kau mendengar?!”

Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan kepadanya. Darkness membantah:

“Tentu saja aku dengar, aku juga ngerti itu. Tapi memikirkan tentang cara lain, bukankah masalahnya akan terselesaikan jika kita tahu cara menggunakannya? Mengambil tindakan lebih baik daripada berdiri berdiam di sini. Jangan khawatir, aku tidak tahu senjata apa itu, tapi aku bangsawan, aku sedikit familiar dengan alat sihir. Aku bahkan memperbaiki kamera sihir ayahku dengan memukulnya saat lalu.”

Aku merasa pusing setelah mendengar perkataan dari wanita bangsawan yang lebih dungu daripada yang kubayangkan.

”…. Baiklah, ayo kita coba.”

Apa yang mengejutkanku adalah Megumin, seseorang yang sangat membantah, setuju.

“Aku tidak membenci situasi dimana hidup dan mati bergantung dengan satu langkah!”

“Sebenarnya, aku menyukainya! Kalian pendatang, tapi sedikit keren!”

Tidak hanya itu, bahkan klan penyihir merah juga bersemangat.

Tampaknya perkataan itu menggerakkan hati mereka.

Normalnya, aku akan menolak berpartisipasi dalam misi yang berbahaya seperti itu. Tapi kejadian dari ekspresi kesepian gadis dengan penutup mata itu sangat membekas dalam pikiranku, dan aku tidak bisa mundur.

Sial, itu hanya mengendap-endap masuk ke dalam ruangan itu untuk mengambil senjata, jika aku bisa menebus dosaku dengan melakukan itu…!

“Hey! Pemimpin pasukan raja iblis masih mengamuk di desa, kenapa kita melakukan sesuatu yang berbahaya seperti mengendap-endap ke dalam desa?! Tidak mau! Kemampuanku adalah untuk membantu semua orang dari tempat yang aman!!”

“Jangan memberontak dan ikutlah denganku! Aku tidak bisa mencarinya dengan hanya sendirian!”

Aku menarik Aqua yang tidak bersedia denganku, dan menuju ke ruang bawah tanah dalam fasilitas misterius itu…!


Part 4

Untuk memancing Sylvia menjauh, klan penyihir merah melepaskan berbagai macam sihir dari kejauhan.

Saat Sylvia mendekat, klan penyihir merah akan mundur. Pertarungan mundur yang klasik.

Bagaimanapun, sihir tidak berguna dan Sylvia tidak terluka sama sekali.

“Berapa lama usaha yang sia-sia ini akan berakhir? Aku pikir klan penyihir merah lebih pintar daripada ini!”

Sylvia menggeliatkan tubuhnya yang bersinar logam, mengejek klan penyihir merah.

Sylvia yang merubah dari bertahan menjadi menyerang terlihat bertekad untuk menghancurkan desa itu untuk mengeluarkan rasa frustasi yang telah dia pendam selama ini.

Tapi klan penyihir merah terus menjaga jarak mereka selagi mereka memancing Sylvia, jadi Sylvia tidak bisa melukai mereka. Dia tampaknya sangat frustasi.

Dia mungkin belum bisa menggunakan senjata berbentuk ularnya itu, pergerakkannya sangatlah lambat.

Sylvia yang gelisah menatap ke arah kumpulan klan penyihir merah dengan niat membunuh.

Dia mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkan api yang berkobar ke arah mereka.

“Teleport!”

Kumpulan itu menghilang sesaat sebelum mereka tertelan oleh api.

Tim penyerang dibentuk dengan teleport. Setelah satu dari mereka selesai merapal sihir teleport, dia akan berdiri di sisi yang lain dan menggunakannya saat dalam keadaan terjepit untuk menyelamatkan semua orang.

Kejadian serangan Sylvia yang tidak kena terus terjadi, membakar kesabaran Sylvia. Lalu dia menargetkan satu wanita.

Bahkan saat yang lain menyerangnya dengan sihir, Sylvia tidak merubah targetnya, langsung menuju ke arah wanita itu.

Sylvia merubah taktiknya untuk mengalahkan satu per satu lawannya.

Saat ini, pria melihat ini terjadi dan berteriak dengan putus asa dari kejauhan.

Dia adalah pemimpin unit gerilya anti pasukan raja iblis, Buzucoily.

“Berhenti, hentikan Sylvia! Mohon! Jangan sakiti dia!”

Sylvia mengincar wanita dengan pedang kayu. Aku ingat dia.

Dia menggunakan sihir kuat bersama dengan Buzucoily untuk mengusir pasukan raja iblis yang menyerang desa…

Apa dia pasangannya Buzucoily?

Buzucoily berteriak ke arah Sylvia, berlutut di tanah dan menangis meminta belas kasihan selagi dia menatap Sylvia yang mendekat ke wanita itu.

Sylvia tersenyum senang saat dia mendengar teriakkan Buzucoily.

“Kalian semua juga membunuh bawahanku, ini waktunya membalas! Jangan khawatir, bukan hanya wanita itu, kau, keluargamu— semua orang dan seluruh desa ini akan terbakar! … Bersiaplah!”

Sylvia yang menjadi gila karena siksaan dari klan penyihir merah gembira karena dia bisa membalaskan dendamnya. Dia mengabaikan permohonan Buzucoily dan mendekat ke arah wanita itu.

Wanita itu mengangkat pedang kayunya dengan tersenyum, dan berteriak ke arah Buzucoily dengan ekspresi yang sangat sedih:

“Larilah, meskipun itu hanya dirimu… aku akan memberikan semuanya aku harus bertarung dengan Sylvia, jadi kau harus menggunakan kesempatan ini untuk lari!”

Hey, jangan berakting seperti itu!

Hanya berapa banyak tragedi yang terjadi karena tindakkanku…?!

Wanita itu menatap dengan mata yang bertekad saat berhadapan dengan Sylvia.

“Sylvia, ini adalah jurus andalanku! Perhatikan baik-baik! Dan…”

Wanita itu berkata selagi menatap ke arah Buzucoily.

“Mohon, Buzucoily… lupakanlah aku, kau harus hidup dengan bahagia…”

“Soketto! Mohon Sylvia, hentikan! Soketto, aku tidak akan pernah melupakanmu…!”

Hey hentikan! Sial, tidaaaaaaaakkk!

“Kau sungguh teguh! Ayo, biarkan aku melihat jurus andalanmu! Tidak peduli sihir apa itu, aku akan—“

“Teleport!”

Sebelum Sylvia selesai—

Soketto telah menghilang.

Buzucoily yang menunjukkan wajah menderita beberapa detik yang lalu berdiri seakan-akan tidak ada yang terjadi, membersihkan tanah di lututnya dan melihat ke arah Sylvia dengan tenang.

Disaat drama yang klimaks, targetnya tiba-tiba menghilang.

Sylvia bergumam dengan kesepian.

“Aku, sangat membenci klan penyihir merah.”

… Aku bisa mengerti itu.


Part 5

Seorang pria penyihir merah berdiri di depan Sylvia.

Dia berekspresi sedih…

“Sylvia, ini sangat menyedihkan untukmu berakhir seperti ini… setidaknya, biarkan aku menggunakan kemampuanku ahhhhhh! Terbakar! Itu tidak sopan untuk mengganggu saat sedang mengatakan kalimat keren, Sylvia!”

Dia bahkan belum menyelesaikan kalimatnya sebelum Sylvia menyemburkan api. Pria itu melompat menjauh dengan panik.

“Aku tidak ingin terseret terhadap ini lagi! Jika kau tidak ingin bertarung, kalau begitu enyahlah!”

Setelah terus menerus dipermainkan oleh klan penyihir merah, Sylvia kehilangan ketenangannya.

Dia jauh dari ruangan itu, kesempatan bagus.

Aku sebenarnya ingin melarikan diri, tapi apa boleh buat karena aku seseorang yang menyebabkan ini.

“Baiklah, ayo! Hey Darkness, jika hal terlihat berbahaya untuk kumpulan klan penyihir itu, aku akan mengandalkanmu!! Tidak peduli sekuat apa mereka, mereka hanyalah penyihir, mereka tidak bisa melarikan diri jika mereka menghabiskan mana mereka.”

“Aku mengerti, serahkan padaku!”

Darkness mengangguk dengan kuat. Megumin yang di sampingnya—

“A-apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa menggunakan teleport, jadi aku tidak berguna kali ini…”

Dia berkata dengan wajah yang gelisah.

“Kau adalah kartu as disaat-saat kritis kita. Pembunuh Penyihir itu hanya kebal terhadap sihir kan? Sihir tingkat lanjut mungkin tidak efektif, tapi belum ada seseorang yang betarung dengan itu menggunakan explosion kan? Mungkin explosion akan bisa melukainya.”

Aku menggunakan alasan ini dan berbohong kepada megumin.

Sejujurnya, aku tidak berencana untuk membiarkan dia menggunakan sihirnya.

Aku mendengar dari Yunyun bahwa itu akan buruk jika penduduk desa tahu bahwa Megumin mempelajari explosion.

Sekarang, klan penyihir merah sedang memancing Sylvia…

“Ahahaha, ada apa?! Ayolah, gunakan sihir teleport-mu!”

“Sial, rapalannya belum…! Hey, ini menjadi buruk! Pergerakan Sylvia menjadi lebih lincah!”

… Setelah bisa menggunakan tubuh itu, Sylvia tidak lagi digiring oleh klan penyihir merah, dan mulai secara aktif menyerang.

“Kazuma, aku akan menjaga pintu masuk ruangan itu, jadi jangan khawatir dan carilah sesuatu di dalam.”

“Kau masih saja mengatakan hal tidak jelas, ikutlah denganku!”

Aku menarik Aqua yang keras kepala sampai akhir, dan menggunakan hide untuk melangkah maju melalui sihir yang sedang beradu tembak.

Kami akhirnya sampai ke ruangan itu, dan masuk melalui lubang yang dibuat Sylvia.

Aku melihat ke arah Sylvia kembali, dan dia masih mengejar-ngejar klan penyihir merah.

Ini hampir fajar, di sisi lain dari bukit itu secara bertahap menjadi terang. Bagaimanapun, ruangan itu masih gelap gulita.

Aku dan Aqua bisa melihat melalui kegelapan, dan kami masuk ke dalam untuk mencari senjata itu…

“… Hey, apa kita akan menyelidiki ke gundukan besar di sana itu?”

Di tengah-tengah ruang bawah tanah, ada segunung alat sihir dengan tidak diketahui cara menggunakannya.

Senjata itu mungkin di sini, tapi bagaimana kami menentukan yang mana senjata itu…

“Hey Kazuma, lihat, lihat!”

Aku sedang penasaran apa yang harus aku lakukan saat Aqua mengambil sesuatu dengan bersemangat dan menunjukkannya padaku.

Ini…

“Bukankah itu Game Girl! Kenapa game console jadul ada di tempat seperti ini!”

Ini game console yang populer sebelum aku lahir.

Aqua menaruh game console di lantai dan mulai berjalan ke gundukan alat sihir.

“Karena ada game console, di sana pasti ada catridge game. Hey, jika kau menemukan tetris, berikan padaku okay? Aku akan meminjamkannya juga kepada Kazuma!”

“Apa aku mengatakan bahwa aku ke sini untuk mencari game?! Apa yang aku inginkan adalah senjata! Di mana sesuatu yang seperti senjata! … Ngomong-ngomong, apa-apaan ini? Ini semua berasal dari bumi…”

Gundukan alat sihir itu sebenarnya adalah console yang laku terjual di bumi.

Ini susah untuk gamer sepertiku untuk mengabaikan ini, tapi aku punya pekerjaan yang harus aku lakukan.

Dan ini semua sungguh terlihat bajakan.

Seakan-akan seorang amatir memaksa membuat bentuk game console…

Saat ini, Aqua menemukan sesuatu di pojok ruangan dan melambai ke arahku.

“Hey Kazuma, aku menemukan sesuatu.”

Aqua berkata selagi menunjukkan notebook padaku.

Aku datang ke sampingnya dan mengintip isi dari notebook itu.

… Itu benar, itu tertulis dalam huruf Jepang.

Aqua mulai membaca isi dari notebook itu—

“—Bulan O Hari X. Oh tidak, rahasia dari fasilitasnya telah diketahui, tapi untungnya, mereka tampaknya tidak tahu apa yang sedang aku buat. Jika mereka mengetahui bahwa aku menggunakan dana penelitian negara untuk membuat game, aku penasaran bagaimana mereka akan menghukumku…”

Aku mengerti, semuanya masuk akal sekarang.

Fasilitas ini dibangun oleh orang Jepang yang dikirim ke sini sebelumku.

Itulah kenapa kode di pintu masuknya adalah kode Konami.

Jika begitu, mungkin ada semacam petunjuk di notebook ini.

“—Bulan O Hari X. Orang berperingkat atas memasuki tempatku dan bertanya tujuan dari game console ini. Tidak ada cara aku bisa dengan jujur mengatakan kepadanya bahwa ini adalah mainan. Dan juga, aku membuat wajah serius dan berbohong kepadanya bahwa ini senjata yang mungkin bisa menghancurkan dunia. Rekan perempuanku menyalakan game console itu dengan penuh rasa takut, dan terkejut dengan suara starting up game console itu. Dia selalu bertingkah sangat galak, jadi kenapa dia sangat takut terhadap game console?”

…?

Aku punya perasaan yang gelisah terhadap ini.

“—Bulan O Hari X. Mereka meningkatkan dana penelitianku, dan memintaku untuk membuat senjata untuk bertarung melawan pasukan raja iblis. Huft, meskipun kau mengatakan itu, ini susah untuk melakukannya. Bukankah aku sudah membuat berbagai macam hal dengan kekuatan cheat yang aku dapat setelah aku datang ke dunia ini? Aku sudah sangat berkontribusi terhadap negara itu. Aku tidak bisa menahannya jika kalian terus memaksaku seperti itu. Aku mencoba memberitahu mereka dengan wajah serius ‘Perang tidak menghasilkan apa-apa…’, tapi rekan perempuanku menampar kepalaku dengan kencang, dan berkata bahwa aku mendapatkan pekerjaan ini hanya karena ada raja iblis. Itu benar, tapi senjata untuk bertarung melawan raja iblis… apa yang harus aku buat?”

Sangat gelisah.

Aku merasa pernah mendengar kalimat yang terdengar tidak peduli dan menerima apapun ini di suatu tempat sebelumnya…

Aqua melanjutkan membaca.

“—Bulan O Hari X. Aku ingin membuat robot besar. Sesuatu yang bisa berubah dan bergabung. Setelah menyerahkan usulku, mereka berpikir aku sedang bercanda dengan mereka. Aku dimarahi. Tapi sebenarnya aku serius. Karena dendam, aku berkata bahwa kita hanya perlu membuat senjata besar dengan sangat kebal terhadap sihir. Tidak terduga, usul itu disetujui. Apa-apaan nih, apa ini sungguh tidak apa-apa? Meskipun kalian memintaku untuk menggambar desainnya, apa yang harus aku gunakan sebagai referensi… oh? Ada anjing liar di sana. Kalau begitu kau. Aku akan menamakan senjata berbentuk anjing itu dengan nama ‘Pembunuh Penyihir’.”

… Senjata berbentuk anjing?

“—Bulan O Hari X. Setelah aku menyerahkan rancangan desainnya, mereka memujinya dan berkata ‘aku mengerti, ular kah, lebih baik daripada sesuatu dengan kaki. Ide bagus.’ Eh, aku sebenarnya menggambar anjing. Aku tahu gambarku jelek, tapi lihatlah dengan teliti, ini anjing berbentuk sosis… diperiksa lebih dekat, aku benar-benar menggambar ular!”

…….

“—Bulan O Hari X. Eksperimennya dimulai. Hmm, ini bergerak. Meskipun ini bergerak, tapi benda ini tidak punya baterai cadangan. Kami mencoba membawanya untuk menyerang iblis, dan baterainya habis dengan cepat. Tapi mereka ketakutan dengan apa yang mereka saksikan. Menggunakan kesempatan ini, aku berkata ‘senjata ini masih terlalu awal untuk umat manusia’ dan menyegelnya di sini. Itu tidak bisa bergerak karena tidak punya baterai, tapi itu bisa digunakan sebagai bahan untuk membuat chimera sebagai senjata hidup. Dengan cara itu benda itu tidak membutuhkan baterai, dan benar-benar keren.”

Ah, aku mengerti.

Pemilik notebook ini pasti orang yang membuat benda itu.

“—Bulan O Hari X. Senjata anti raja iblis baru sedang dibuat. Meskipun aku mengatakan itu, mereka sebenarnya manusia yang dimodifikasi. Kami mencoba merekrut sukarelawan yang bersedia untuk menjalani operasi modifikasi, dan kami mengumpulkan sangat banyak sampai kami harus memilih sukarelawan dengan cara diundi. Apa orang-orang ini benar-benar mengerti apa modifikasi manusia itu? Setelah menjelaskan kepada mereka bahwa operasi ini adalah eksperimen sederhana untuk membangkitkan kesesuaian mereka menjadi penyihir sampai batasnya, sukarelawan itu bahkan membuat permintaan aneh seperti ‘aku ingin sepasang mata berwarna merah’, ‘aku ingin tanda panggilan yang unik’. Apa semua orang di negara ini bego semua?”

Atau sebenarnya, aku akan bertemu dengan masalah jika yang menulis notebook yang bukan-bukan ini adalah orang yang sama.

“—Bulan O Hari X. Operasi modifikasinya selesai. Orang-orang itu bahkan mengatakan sesuatu hal bodoh seperti ‘Tuan, berikan kami nama baru’. Apa-apaan tuan, hanya berapa jauh kalian akan terus seperti ini? Ini sangat merepotkan, jadi aku mengambil nama acak. Mereka terlihat sangat senang, apa rasa estetika mereka baik-baik saja? Bagaimanapun, orang-orang itu kuat, sangat kuat. Orang-orang tingkat atas itu atas memberiku banyak pujian, dan ingin memberiku jabatan penting. Dari besok dan selanjutnya, aku akan menjadi pemimpin dari penelitian dan laboratorium pengembangan. Sejujurnya, aku tidak ingin status itu dan memiliki sedikit keuntungan. Huft, Ini kesempatan langka jadi aku akan memberi mereka nama klan. Karena mata mereka sangat berwarna merah, aku akan memanggil mereka ‘Klan Penyihir Merah’. Rekan perempuanku membantah bahwa nama itu terlalu biasa dan memutar matanya. Sialan, si jalang ini.”

“Hey!”

Aku berteriak. Aqua berhenti membaca keras dan berbalik melihat ke arahku.

“Ah, maaf, tolong lanjutkan.”

Klan penyihir merah adalah manusia yang dimodifikasi?

Fakta yang berat seperti itu tiba-tiba tersebutkan…

“—Bulan O Hari X. Orang-orang penyihir merah itu terus mengatakan omong kosong kepadaku tentang membuat bencana yang bisa bertarung melawan mereka— sejenis senjata ‘Pembunuh Penyihir’. Huft, bukankah aku sudah memberitahu mereka bahwa benda ini tidak bisa bergerak? Juga, itu dibuat bukan untuk menjadi bencana bagi kalian, baterainya itu datar… tidak peduli bagaimana aku menjelaskannya, mereka tidak mendengarkan. Mereka sudah sangat tua, dan mereka belum dalam masa memberontak. Aku tidak tahan terhadap mereka lagi, jadi aku membuat hal sembarang… aku sedang berpikir membuat hal sembarang, tapi entah mengapa, aku malah membuat sesuatu yang kuat. Benda ini mungkin senjata asli yang mungkin bisa menghancurkan dunia. Bentuknya seperti railgun, meskipun prinsip operasinya tidak menggunakan akselerasi elektromagnetik. Aku tidak bisa memikirkan nama bagus, jadi demi kenyamanan, aku akan menamakannya ‘railgun (palsu)’.”

… Itu tidak berat sama sekali.

“—Bulan O Hari X. Railgun (palsu) itu luar biasa, terlalu luar biasa. Sangat luar biasa yang membuatku takut. Itu dimaksudkan untuk menjadi senjata yang ringan yang mengkompres mana dan menembakkannya, tapi setelah orang-orang itu mencoba menembakkannya, kekuatannya bahkan membuatku terkejut. Apa-apaan ini, ini menakutkan. Mungkin seperti itu, tapi itu tidak bertahan lama. Itu dibuat dari bagian acak, jadi itu akan hancur setelah beberapa tembakkan. Itu akan mengerikan jika seseorang menggunakannya untuk kejahatan, jadi ayo segel itu di sini… ngomong-ngomong, benda ini sedikit panjang, panjangnya sama dengan gantungan jemuran… oh tidak, ini buruk, orang-orang yang memiliki otoritas tinggi itu tampaknya tertarik oleh keberhasilan dari proyek klan penyihir merah dan ingin menginvestasikan sejumlah besar uang untuk membuat senjata berjalan berukuran besar. Kau pikir itu mudah membuat hal seperti itu?! Apa air masuk ke dalam otakmu? Lupakanlah, lagipula ini bukanlah masalahku.”

… Aku sangat yakin.

Pemilik notebook ini adalah—

“Tulisan di notebook ini berakhir di sini… hey, aku pikir aku pernah melihat tulisan tangan ini di suatu tempat sebelumnya.”

Itu adalah ilmuwan yang membangun benteng berjalan Destrooyer dan berubah menjadi tulang belulang di dalam.

Dari isi notebook itu, pekerjaan dia selanjutnya pasti benteng berjalan.

“Ngomong-ngomong, bukankah kau membaca notebook di benteng berjalan itu juga? Apa tulisan tangannya sama dengan yang ini?”

Aqua menepuk tangannya seakan-akan dia baru saja menyadari sesuatu.

Orang ini, apa dia punya beberapa kemampuan tidak berguna seperti forensik pada tulisan tangan?

… Tidak, tunggu sebentar.

“Hey, notebook itu yang ada di dalam benteng berjalan, bukankah bahasa Jepang juga?”

“Benar.”

“Benar kepala lu! Kenapa kau tidak memberitahuku sesuatu yang sangat penting seperti ini?!”

“Ta-tapi kau tidak bertanya!”

Perkataan Aqua membuatku sakit kepala.

”Sial, jadi seperti itu! Seseorang yang membuat rangkaian kekacauan ini adalah cheater lain yang kau kirim ke dunia ini! Benteng berjalan, Pembunuh Penyihir, semua ini kerjaan si tolol ini ahhh! Hey kau! Jangan terus mengirim orang ke dunia ini dengan sangat tidak bertanggung jawab!… Ah! Tunggu!”

Aku berteriak dan berhenti. Aqua memiringkan kepalanya kebingungan.

“… Eh, aku tidak menyadari hal ini— sebenarnya berapa umurmu? Apa kau sudah menjadi dewi sebelum benteng berjalan dibangun?”

Pomf— Aqua menjatuhkan notebook-nya ke lantai.

“… Hey, Kazuma, bagaimana bisa kau bertanya tentang umur kepada dewi? Kau akan menerima hukuman ilahi tau? …. Biar kuperjelas ini, waktu berjalan sangat lambat di dalam ruangan kau dan aku pertama kali bertemu. Yang berarti umurku berbeda dari apa yang kau pikirkan. Jika kau mengerti, jangan tanya pertanyaan ini lagi. Kau sungguh akan menerima hukuman ilahi jika kau tidak…, Satou Kazuma-san.”

Aqua berkata dengan tegas. Aku berkata dengan suara pelan.

“Tch, nenek…”

“Apa yang kau katakan! Apa kau bercanda! Siapa yang nenek, bukankah aku memberitahumu bahwa waktu berlalu lambat di tempat itu, jadi ubahlah cara kau memanggilku aku hanya hidup sedikit lebih lama darimu ahhhh!”

–Di depanku barang-barang itu memberikanku, seorang gamer, dorongan untuk membawa kembali itu semua. Bagaimanapun, sekarang bukan waktunya untuk itu.

“Sial, di mana railgun itu?! Karena itu sepanjang seperti gantungan jemuran, aku pasti bisa segera menemukannya–!”

Aku mencari railgun (palsu) melalui gundukan game itu.

“Hey Kazuma, waktu berlalu di Jepang, surga dan dunia ini semuanya berbeda. Contohnya, satu bulan di Jepang itu hanya beberapa jam di surga, tapi itu beberapa bulan di dunia ini. Dan juga, umurku… hey, apa kau mendengarkan?”

Aqua terus menjelaskannya sampai sekarang.

“Itu tidaklah penting! Kita perlu menemukan railgun itu! Railgun! Bantu aku menemukannya! Itu sesuatu sepanjang gantungan jemuran…”

… Sepanjang gantungan jemuran?

Railgun?

Tunggu, bukankah aku melihat sesuatu yang mirip di suatu tempat di dalam desa beberepa hari lalu?

Benar itu di toko jahit dari orang itu yang bernama Chekera–!

“Hey Aqua! Aku mengerti, senjata itu ada di…!”

Aku berteriak dan berbalik.

Ding ding!

“Ha, ini masih berfungsi, aku mencoba menggunakan sihir untuk pengganti baterai, dan ini benar-benar berfungsi. Berapa banyak catridge game yang berfungsi dengan ini? Aku akan membawa semua kembali sebanyak yang aku bisa…”

Aku mengambil game console itu tanpa kata-kata dan menarik tanganku kembali dengan kencang…

“Enyahlah ahhhh!”

“Waahhhhh! Game Girl-ku!”


Part 6

Di dalam desa itu yang terbakar oleh api, aku berlari dengan seluruh kekuatanku.

… Aku bisa mendengar suara berisik Aqua di telingaku.

“Berikan! Berikan kembali Game Girl-ku! Kau tidak bisa menemukannya lagi di dunia ini! Ganti rugi! Saat kita kembali ke Axel, ganti rugi dengan semua uang yang kau punya! Dengan menurut kelangkaan ini, 300 juta itu terlalu murah untukmu!”

“Apa kau sudah selesai?! Sekarang bukan waktunya untuk ini!! Dan lagipula benda itu bukan punyamu! Kau lebih sangat tua dariku, jadi kenapa kau selalu mengatakan hal-hal seperti anak kecil?!”

“Kau sudah selesai sekarang, aku sudah mengatakan bahwa dewi itu selamanya muda! Aku akan membuatmu menyesal karena telah membuat dewi jengkel! Aku akan mengutukmu, toilet-mu akan mampet dan air hangat di bak-mu akan menjadi dingin!”

Selagi Aqua yang terus meneriakkan kutukan aneh, kami akhirnya sampai di pintu masuk toko jahit.

Di halaman, senapan perak di tempatkan di atas rak cucian, berkilau logam.

Aku merasa ingin membunuh orang yang membuat benteng berjalan, Pembunuh Penyihir dan benda ini.

Dan apa yang benda berbahaya ini lakukan di sini, setidaknya simpanlah dengan aman!

Dan penduduk desa itu memiliki keberanian juga, aku sungguh ingin menceramahi mereka seharian karena menggunakan alat berbahaya ini sebagai gantungan jemuran.

Benda ini tiga meter lebih panjang.

Aku ingin mengambilnya, tapi tidak bisa melakukannya sendiri, jadi aku membawa Aqua untuk membantuku.

Ada sesuatu yang sangat berat di belakang senjata itu, itu mungkin beberapa mekanisme yang menghisap mana.

Dia datang dengan nama railgun yang biasa, tapi benda ini benar-benar terasa seperti semacam senjata futuristik.

“Baiklah, sekarang bawa benda ini ke klan penyihir merah… hmm?”

Sesuatu menghilang dan jantungku mulai berdegup.

Tiba-tiba, suara dari ledakan menghilang.

Aku melihat ke sekitar dengan heran.

Tidak peduli berada di mana aku di dalam desa, aku bisa melihat lokasi dari tubuh besar Sylvia.

Di kejauhan, Sylvia berdiri tidak bergerak.


Part 7

Aku mengendap-endap membawa railgun itu ke suatu tempat dekat Sylvia…

Dan melihat dia menatap ke suatu tempat tanpa bergerak.

Di depan tatapan dia adalah—

“Bukankah itu Yunyun?! Apa yang dia lakukan di sana…!”

Melihat secara teliti, aku bisa melihat Yunyun berdiri di atas batu dan berhadapan dengan Sylvia.

Melihat dia sendirian, aku langsung mengerti.

Klan penyihir merah lain telah menghabiskan mana mereka.

Bagaimanapun, ini bukannya satu-satunya alasan kenapa klan penyihir merah menatap ke arahnya.

“Yunyun…!”

“Yunyun dia…!”

“Putri dari kepala desa Yunyun dia…!”

Seakan-akan mereka memperhatikan pahlawan yang mereka puja, klan penyihir merah mengagumi Yunyun dengan mata yang berkilau.

Saat ini, klan penyihir merah berkata:

“Apa matahari terbit dari barat? Si aneh Yunyun itu yang bahkan tidak berani memperkenalkan dirinya sendiri…”

Aku menelan ludah dan melihat situasinya dengan Aqua secara diam-diam.

Sylvia tersenyum angkuh selagi dia mendekat.

Dia pasti sudah muak karena diejek oleh klan penyihir merah, jadi kenapa dia terpancing lagi?

Keraguanku telah dikecewakan oleh perkataan Sylvia dan Yunyun menunjukkan sesuatu ke Sylvia.

“… Jadi itu benar bahwa kartu petualangmu itu tidak mempunyai sihir teleport… apa itu ide bagus untuk memberitahuku dengan sukarela bahwa kau tidak bisa menggunakan teleport untuk melarikan diri?”

Aku tidak mendengar seluruh percakapannya, tapi aku bisa mengerti inti dari percakapan itu.

Sylvia pasti kesal setelah dipermainkan oleh klan penyihir merah yang teleport menjauh sebelum serangan dia bisa mendarat.

Tiba-tiba, Yunyun memberitahu informasi secara sukarela bahwa dia tidak bisa menggunakan sihir teleport.

Dan Yunyun berdiri di tebing tinggi, dengan tidak ada tempat untuk melarikan diri.

Jika dia melompat ke bawah dan berlari menuju ke temannya di kejauhan, Sylvia sangat mungkin bisa menangkapnya.

Meskipun dia ingin menarik perhatian Sylvia, itu tidak perlu sejauh itu…

Aku ingin berteriak ke arah Yunyun saat aku merasa bajuku ditarik.

Aku berbalik dan melihat Megumin yang memegang tangan Komekko dan Darkness yang depresi di belakangku. Kapan mereka ke sini…

“Kazuma, apa kau menemukan senjatanya? Kami menyadari bahwa Komekko tidak sedang mengungsi, jadi Yunyun secara rela menarik perhatian Sylvia. Kami menggunakan kesempatan ini untuk menyelamatkan dia dari rumah…”

Komekko terlihat mengantuk dan berdiri dengan goyah.

Meskipun ada keributan di luar, dia masih tidur nyenyak di rumah.

Anak ini pasti akan menjadi orang hebat di masa depan.

“Itu bagus bahwa kalian semua selamat. Aku juga menemukan senjatanya. Ngomong-ngomong, ada apa Darkness? Apa ada sesuatu yang terjadi?”

“Aku mencoba memancing Sylvia menjauh… itu berhasil dengan baik saat pertama kali, tapi akhirnya dia berkata ‘aku tidak mau bertarung dengan wanita dengan serangan yang lemah dan pertahanan yang kuat’…”

Aqua membelai kepala Darkness yang depresi dengan lembut.

Tapi daripada ini…

“Aku mengerti, mau bagaimana lagi. Tapi sekarang, ayo cari cara untuk menyelamatkan Yunyun…”

“Tidak, kita hanya akan mengganggu jika kita melakukannya sekarang! Dia pasti merencanakan sesuatu! Tidak apa-apa, dari rumput yang terinjak di sekitar batu itu, seseorang sudah mengendap-endap ke sana untuk menyelamatkannya, perhatikan saja dari sini!”

Megumin berkata dengan bersemangat, seakan-akan dia mengira apa yang akan terjadi nanti.

Seseorang sedang menyelamatkannya?

Tapi aku tidak melihat siapapun.

Dibawah tatapan dari semua orang di desa, Yunyun mengangkat satu kakinya dan menyeimbangkan dirinya di atas batu yang sempit dan tinggi, berpose seperti crane.

“Namaku Yunyun… seorang arch wizard… pengguna sihir tingkat atas…”

Saat ini, dia menatap ke arah Megumin yang berdiri di sampingku.

“Orang nomer satu di klan penyihir merah, seseorang yang akan menjadi kepala desa!”

“Aahhhh?!”

Megumin berteriak kaget saat dia mendengar pernyataan Yunyun.

Tampaknya seperti dia tidak senang tentang Yunyun yang menyatakan bahwa dia nomer satu di klan penyihir merah.

Dengan seluruh klan penyihir merah memperhatikannya—

“Pemimpin pasukan raja iblis Sylvia! Sebagai putri dari kepala desa penyihir merah…! Aku akan menunjukkan sihir tabu kepadamu yang diwarisi dari generasi kepala desa!”

Dengan satu tangannya mengangkat ke atas, Yunyun merapal.

Kata-kata itu pasti untuk merapal sihir tipe petir.

Petir kilat berwarna biru melewati langit pagi yang terang dan petir itu bergema dari belakang Yunyun.

Seperti special effect dari pahlawan super yang membuat kemunculannya.

part-7

Semua klan penyihir merah menangis dengan air mata bergairah setelah melihat Yunyun berpose.

Huh?

“… Ugh……. ugh……!”

Suara tersedu-sedu datang dari sampingku. Memutar kepalaku, aku melihat bahkan Megumin sedang menangis.

… Eh?

Sebelum aku mengerti apa yang terjadi, klan penyihir merah menjadi heboh.

“Yunyun! Yunyun dia! Yunyun dia akhirnya telah bangkit!”

“Putri dari kepala desa Yunyun, akhirnya telah keluar dari kepompongnya!”

“Terlalu keren! Yunyun terlalu keren!”

“Kekuatan di dalam dirinya akhirnya telah bangkit!”

“Itulah muridku! Aku mengajar dan melatihnya dengan sangat peduli!! Bagus Yunyun, kau telah menggunakan pengetahuan yang aku ajarkan kepadamu dengan baik…!”

Tampaknya itu untuk klan penyihir merah, penampilannya barusan terlalu keren untuk pendidikan di sekolah.

Dengan cara ini, Yunyun yang selalu sendiri akhirnya akan menjadi bagian dari penduduk desa.

Disaat yang sama, ini adalah saat-saat gadis sempurna yang normal telah jatuh.

Dia pasti membuat perkataan yang memalukan itu karena dia ingin menyelamatkan yang lain.

Bagaimanapun, kami perlu memperhatikan dia dengan hati-hati agar dia tidak mencoba bunuh diri setelah mengingat kejadian ini beberapa hari ke depan.

Yunyun yang terlihat seakan-akan dia telah membakar semuanya menatap Sylvia dengan terdiam.

Yunyun menatap ke tempat kosong di sampingnya.

“Ada apa? Gadis kecil yang tidak bisa menggunakan teleport. Gadis kecil, bukankah kau tipikal klan penyihir merah yang hanya bisa mengatakan teknik rahasia, sihir mematikan dan jurus andalan? Jika tidak, kenapa kau tidak menunjukkan kepadaku sihir yang kau sebut sihir tabu itu?”

Sylvia mengejek Yunyun, tapi Yunyun masih tetap terdiam.

Sylvia menghampiri Yunyun dengan perlahan.

Meskipun begitu, Yunyun masih tidak bergerak.

Akhirnya, Sylvia menurunkan posisinya seperti pegas yang menarik, menggeliatkan tubuh bagian bawahnya yang seperti ular seperti menarik panah dan bersiap untuk meluncurkan dirinya sendiri ke Yunyun.

Yunyun tiba-tiba melompat dari batu dan berlari.

Sylvia yang sudah muak karena dipermainkan oleh klan penyihir merah berkata dengan mata niat membunuh:

“Aku tidak akan membiarkanmu kabur, aku tidak akan membiarkanmu kabur, aku tidak akan membiarkanmu kabur, aku tidak akan…?!”

Dia mengejar Yunyun dengan gila-gilaan dan melompat ke atas batu. Secara instan, dia tiba-tiba menghentikan pengejarannya.

Seakan-akan dia menyadari sesuatu ke arah Yunyun berlari.

Pria dan wanita muncul di udara yang tipis di depan Yunyun.

Itu adalah Buzucoily dan Soketto.

Salah satu dari mereka menggunakan sihir refleksi untuk bersembunyi dan mengendap-endap ke sini, dan melepaskan sihirnya saat ini.

Dan tentu saja yang lain telah selesai merapal sihir teleport, dan berdiri di sisi.

Yunyun berlari ke sisi mereka. Sylvia mengulurkan tangannya saat dia melihat itu…!

“Hey…! Tunggu…!”

“Teleport!”

Itu terlalu kejam.

Sylvia gemetar dengan amarah. Klan penyihir merah juga menelan ludah dengan gugup.

“……. Fufufu, hahaha! Ini kumpulan penyihir terkuat?! Bukankah kalian semua hanya bajingan yang hanya bisa ngomong doang! Semua orang yang terlibat denganmu pasti orang-orang tingkat tiga!”

Itu tidak jelas jika dia tertawa karena amarah atau kekonyolan.

Sylvia gemetar selagi dia tertawa terbahak-bahak.

Kami menjaga jarak jauh dari Sylvia dan bersembunyi—

“Hey Aqua, bersiap untuk menyerang selagi dia mengendurkan penjagaannya. Kompres pakaian sihir penghancur itu ke dalam benda ini. Misi kita hanya membawa ini kembali, tapi kita harus melakukan ini daripada tidak melakukan apapun!”

“Hoho, akhirnya waktu untuk profesional sepertiku turun tangan. Tidak masalah, serahkah serangan terakhir padaku!”

Kami tidak perlu menegur dia sama sekali.

Itu salah Sylvia menjadi ceroboh.

Saat ini, Aqua mengangguk, sihirnya telah siap.

Aku menggunakan hide menyembunyikan niat membunuhku, dan membidik dengan snipe.

Targetnya adalah Sylvia yang masih tertawa kencang.

Aku merasa seperti penembak jitu. Aku akan menunjukkan kepada mereka skill yang aku kuasai berkali-kali melalui game menembak.

“Sacred Exorcism!”

Saat Aqua merapal sihirnya, itu terhisap oleh bagian belakang dari railgun.

“Snipe!”

Disaat yang sama, aku membidik ke arah Sylvia dan menekan pelatuknya tanpa ragu. Sihir yang dikompres itu—

–Tidak menembak.

“Hmm?”

Aku menekan pelatuknya beberapa kali, tapi tidak ada yang terjadi.

“Hey, apa-apaan ini? Apa ini rusak? Atau aku membiarkan pengamannya terbuka…”

Aku menggoyangkan railgun-nya dengan panik, tapi itu masih saja.

“Sacred Exorcism! Sacred Exorcism!”

Selagi aku memeriksa senjatanya, Aqua merapal beberapa sihir, dia mungkin senang dengan bagaimana sihirnya terhisap.

Hmm, ini digunakan sebagai jemuran selama beberapa tahun, ini mungkin rusak.

“Sini sini, biar aku coba. Kau bisa memperbaiki mesin dengan melakukan ini!”

Darkness berkata selagi memukul railgun itu dengan keras.

Apa dia sungguh wanita bangsawan yang menerima pelajaran sebagai bangsawan?

“Hey Darkness, pukul di suatu tempat dengan kencang… ya, tepat di situ. Mungkin mana-nya mampet di situ.”

“Ngomong-ngomong, apa ini yang disebut senjata itu? Ini terlihat seperti gantungan jemuran barang warisan keluarganya… mungkin beberapa kotoran mampet di dalamnya? Ayo bersihkan dengan sesuatu seperti tongkat.”

Selagi Darkness terus memukul railgun itu, Megumin bangun untuk mencari tongkat.

“Hey… hey, hey…!”

Aqua berkata selagi menarik lengan bajuku selagi menunjuk dari kejauhan.

“Apa?! Cobalah rapal sihirmu lagi! Mungkin sihir itu tidak cocok dengan railgun ini, cobalah sihir lain…!”

Aku berkata selagi aku melihat ke arah dia menunjuk.

Sylvia melihat ke arah sini dengan mata berniat membunuh.

“Ara ara, apa yang kalian semua lakukan di sana?! Hmm, apa itu? Kau memegang sesuatu yang menarik!!”

Sylvia dari kejauhan menatapku sebagai targetnya!


Part 8

“Tunggu sebentar nak! Taruh benda itu di tanah secara perlahan. Itu terlihat berbahaya, itu apa yang intuisiku sebagai pemimpin pasukan raja iblis katakan padaku!”

Sylvia menggeliatkan tubuh perak besarnya, mengabaikan klan penyihir merah yang mencoba melambatkannya selagi dia menuju tepat ke arahku.

Tampaknya seperti dia sangat mengetahui bahwa railgun yang aku pegang adalah benda berbahaya.

Apa yang harus aku lakukan, bisakah aku memberikan tugas ini kepada orang lain?!

“Tunggu! Sungguh, Kazuma, statusmu lebih lemah daripadaku, tapi kenapa kau sangat cepat saat melarikan diri?! Apa kau mempelajari skill ‘melarikan diri’ hanya untuk ini?! Jangan tinggalkan aku!”

Aqua yang sedang membawa Komekko tepat di sampingku.

Komekko yang ada di lengan Aqua membiarkan Aqua melakukan apa yang dia inginkan dan memeluk Chomusuke yang muncul entah dari mana.

Anak ini pasti akan menjadi orang hebat di masa depan.

“Berhenti membuang-buang waktu dan cepatlah! Cepat! Hey, Darkness tertinggal di belakang! Dia terlalu berat!”

“Ja-jangan mengatakan aku berat! Ini armor-ku yang berat!”

Darkness yang memakai armor-nya saat aku tidak di sisinya tidak bisa berlari cepat karena armor beratnya.

Sylvia mendekatinya.

Apa boleh buat, aku harus meninggalkan senjata berat dan bodoh ini…!

“Kau tidak bisa kabur, Satou Kazuma! Dan dengarkan, klan penyihir merah! Dari hari ini hingga selanjutnya, aku akan menjadi bencana bagi kalian! Tidak peduli kalian berlari sampai ke ujung dunia, aku akan mencari kalian semua dan memusnahkannya! Aku akan menghancurkan desa kalian tidak peduli di mana kalian akan bangun!”

Di desa yang terbakar oleh lautan api, Sylvia berkata dengan kencang.

Jika aku memberikan railgun ini kepadanya, mungkin dia akan membiarkan kami pergi…

“Pengecut kalian klan penyihir merah! Kalian semua, dan siapapun yang berhubungan dengan kalian, akan hidup dengan kehidupan selalu melarikan diri sampai hari akhir kalian!”

Meskipun Sylvia mengejek, klan penyihir merah tidak bergerak atau bereaksi terhadap perkataannya.

Orang-orang ini sungguh pintar.

Jika mungkin, aku benar-benar berharap mereka bisa menggunakan kepintaran mereka dengan benar.

“Kakak bukanlah pengecut!”

Teriakan itu menggema melalui desa, dan bahkan lebih keras daripada teriakan ejekkan Sylvia.

Dengan Chomusuke yang dia peluk di lengannya dengan erat, Komekko sedang digendong di lengan Aqua saat dia berteriak ke arah Sylvia.

Aku juga penasaran dengan Chomusuke yang gemetar dan ada bekas gigitan di kepalanya, tapi—

“Aku tidak bisa berpura-pura tidak mendengar itu. Ini kejadian antara klan penyihir merah dan pasukan raja iblis. Jika Kazuma memberikan senjata itu ke sini, bisakah kau membiarkan mereka bertiga pergi?”

Penyihir ceroboh dari timku berkata dengan menantang.

Aku sungguh tidak mengerti apakah titik didih ini tinggi ataukah rendah.

Dia tiba-tiba berhenti berlari dan mengarahkan tongkat sihirnya ke arah Sylvia.

Sylvia juga berhenti dan memperhatikan Megumin dengan teliti. Akhirnya, dia tersenyum dengan merendahkan.

“Ara, bukankah kau gadis kecil dengan aura kehadiran yang lemah? Ngomong-ngomong, aku belum melihatmu menggunakan sihir. Sihir ‘port’ macam apa yang akan kau rapal?”

Saat dia mendengar perkataan tajam Sylvia, Megumin berkata dengan suara jelas.

“Aku belum memperkenalkan diriku. Namaku Megumin. Juga, aku penyihir nomer satu di klan penyihir merah.”

Tampaknya seperti dia sungguh gelisah tentang Yunyun yang menyatakan dia adalah ‘penyihir nomer satu di penyihir merah’.

Megumin tidak membuat pengenalan spektakuler seperti biasanya, tapi mengucapkan namanya dengan santai.

Sylvia sangat terkejut oleh pengenalan dia.

“Kau sungguh klan penyihir merah yang unik… jadi kau tidak ingin mengenalkan dirimu dengan cara yang aneh? Untuk klan penyihir merah, bukankah berakting keren itu penting?”

Sylvia mempermainkan Megumin. Tapi Megumin tidak mengambil umpannya, bahkan tidak mengedipkan matanya sekali.

Tiba-tiba.

“Kakakku itu luar biasa! Sihirnya sangat kuat bahkan dia menghancurkan dewa jahat!”

Komekko yang masih di lengan Aqua berteriak.

Megumin menatap ke arah Komekko dan tersenyum.

“Aku akan menyerahkan Komekko padamu. Generasi yang baru lahir tidak takut terhadap ancaman, dia akan membuat banyak musuh dengan itu. Aku akan menghancurkan dia dengan sihir mematikanku.”

Megumin berkata—

“Hey!”

Mengabaikanku, dia melepas penutup mata yang menutupi salah satu matanya.

Bukankah itu akan buruk jika penduduk desa tahu bahwa kau mengetahui explosion!

Sylvia terejek setelah mendengar perkataan Megumin.

“Ara ara, ini lagi, sihir mematikan! Aku sudah lelah mendengar itu!”

Aku bisa mendengar klan penyihir merah sedang berbisik dengan yang lain.

“Ada apa dengan putri Hyoizaburo? Dia biasanya selalu riuh.”

“Dia perlu membangun ketegangan lagi jika dia ingin menggunakan sihir mematikan!”

“Kata-kata pembukanya terlalu datar, terlalu datar!”

Klan penyihir merah tidak tahu bahwa Megumin serius menggunakan sihir mematikan.

Aku menenangkannya dengan mengatakan bahwa dia adalah kartu as untuk saat-saat yang genting, tapi aku hanya melakukan itu untuk menghentikan penyihir kecil ini dalam menggunakan sihirnya di dalam desa.

Megumin termotivasi, tapi jika dia menggunakan sihirnya, desa itu akan mengetahui rahasianya. Terlebih, itu meragukan apakah sihirnya benar-benar berhasil. Menggunakan explosion dengan sangat ceroboh adalah ide buruk.

Aku tidak bisa menjamin bahwa aku bisa melarikan diri dengan Megumin yang menghabiskan mana-nya.

“… Hey, Megumin, aku punya sesuatu untuk diberitahu kepadamu.”

“Kazuma kau—“

Sebelum aku bisa mencoba membujuk dia, Megumin memotong kalimatku dengan pelan.

“Aku mendengar dari Aqua sebelumnya… Kazuma bisa membaca bahasa kuno di ruang bawah tanah itu kan?”

Seluruh tubuhku gemetar.

Gadis itu, mengatakan hal yang tidak perlu lagi!

Bagaimanapun, jika dia memberitahuku ini sekarang berarti…

Megumin tersenyum.

“… Maaf tentang membuatmu membersihkan kekacauan yang aku buat sebelumnya. Kali ini, aku akan membersihkan kekacauan yang Kazuma buat.”

… Klan penyihir merah itu pintar.

Aku menyadari sekali lagi kali ini.

–Mata Megumin berkilau merah terang.

Tertarik, Sylvia mengejeknya:

“Gadis kecil, apa kau selesai? Lagipula kau tidak akan mengambil inisiatif kan? Saat aku menyerangmu, kau akan teleport menjauh disaat yang tepat huh?”

Bagaimanapun, penyihir ceroboh dalam timku hanya berdiri dengan tenang dengan mengangkat tongkat sihirnya di sana setelah mendengar ejekkan ini.

Tidak hanya Sylvia, semua klan penyihir merah terkejut.

… Oh tidak.

Dia serius.

Aku sangat tahu kekuatan explosion milik Megumin.

Dari posisi klan penyihir merah melihat pertunjukkan, mereka berada di luar jangkauan ledakan.

Tapi berada di luar jangkauan ledakan hanya berarti mereka tidak akan mati dari ledakan itu.

Karena tidak ada orang yang akan mati dari explosion itu, dia bisa menggunakan seluruh kekuatannya tanpa ragu.

“Hey kalian semua! Menjauhlah dari Sylvia! Sejauh yang kalian bisa!”

Entah mengapa, klan penyihir merah yang mendengar teriakkanku mulai bersorak—

“Seperti yang diduga dari rekan Megumin! Dia pendatang, tapi dia tahu bagaimana mengatur suasananya!”

“Dia cukup bagus… wajah gelisahnya itu terlihat bahwa dia sedang serius.”

Mereka terus mengatakan hal yang tidak jelas.

“Bodoh! Dia benar-benar akan menggunakan sihir mematikan sekarang! Larilah! Cepat larilah!”

Tidak hanya klan penyihir merah, bahkan Sylvia tertawa.

O-orang-orang ini mereka semua berpikir bahwa aku sedang bercanda kepada mereka…!

Sudahlah bodo amat.

Aku berdiri bersama dengan Darkness dan yang lain di sisi Megumin.

“Megumin, jangan khawatir, meskipun explosion-nya tidak berhasil, aku akan memperlambat wanita ular itu. Hanya membayangkan dililit oleh tubuh logamnya itu membuatku, ahhh…!”

“Kau masih sangat teguh dengan fetish-mu itu bahkan dibawah ancaman kematian!”

“Untuk melindungi Komekko, aku hanya perlu menjauh.”

Aku memegang Aqua yang ingin melarikan diri dengan alasan yang acak, menaruh railgun di dekat kakiku dan menghunuskan katana-ku.

Megumin melihat interaksi kami dengan tersenyum lemah.

Setelah itu, dia dengan percaya diri dan tenang merapal sihir explosion-nya.

Klan penyihir merah langsung terdiam saat mereka mendengar rapalan ini.

Seperti yang diduga dari penyihir profesional, mereka sudah mengerti—

–Bahwa Megumin tidaklah sedang menggertak.

Klan penyihir merah mulai berlari dengan panik, selagi Sylvia membalikkan kepalanya dan memperhatikan, tidak mengerti apa yang terjadi.

Selama setahun menghabiskan waktu bersama, aku mendengar Megumin merapal sihir ini setiap hari.

Setelah mengenalnya untuk waktu yang lama, aku bisa mengukur dengan kasar saat sihir dia sudah siap.

Sylvia akhirnya menyadari dari aliran mana di tubuh Megumin dan reaksi dari klan penyihir bahwa ‘sihir mematikan’-nya bukanlah candaan.

Megumin belum pernah bertingkah serius sebelumnya, jadi dia terlihat menakutkan saat melakukannya.

“Sihir mematikan? … A-aku tidak peduli jika memang itu sihir Implosion atau sihir Explosive, itu tidak akan melukaiku karena aku telah bersatu dengan Pembunuh Penyihir, cobalah jika kau tidak mempercayaiku! Ini akan sia-sia, waktunya untuk mati…!”

Sylvia berteriak selagi dia menyilangkan tangannya di depannya seperti Ultraman.

Megumin membuka mata merahnya lebar-lebar dan meneriakkan sihirnya setelah mengalirkan mana-nya.

“Explosion–!!”

Mana dalam jumlah besar melebar dan keluar dari tongkat sihir Megumin!

“Huh?!”

Menyadari sihir apa yang Megumin gunakan, ekspresi Sylvia menjadi panik. Sihir Megumin melayang menuju ke Sylvia—

… Di pertengahan jalan, itu terhisap oleh penghisap mana bagian dari railgun yang aku lempar ke tanah.

“Huh?” x4

Itu terjadi dengan sangat mendadak, tidak hanya kami, bahkan Sylvia dan klan penyihir merah terkejut.

Sylvia mungkin marah dari saat dia merasa ketakutan sesaatnya itu—

“Menakutiku untuk tidak ada, kau bocah sialan! Aku akan merobekmu sampai menjadi serpihan!”

Suara Sylvia yang berubah menjadi laki-laki menuju ke sini dengan wajah yang menakutkan.

Banci yang marah sungguh menyeramkan! Sangat menyeramkan!

Setidaknya berbicaralah dengan suara perempuanmu–!

“Sialan! Karena sampah ini, situasinya menjadi buruk!”

“Ka-Kazuma, Sylvia menuju ke sini! Aku akan menyerahkan Megumin yang menghabiskan mana-nya padamu! Jangan khawatirkan aku, biarkan aku menikmati diriku sendiri selama beberapa jam sebelum menyelamatkanku…”

“Kazuma! Sebagai dewi, melindungi kehidupan yang lemah seperti Komekko adalah kewajibanku jadi aku akan pergi duluan!”

Kenapa semua dari kalian sangat tidak berguna?!

“Hey, benda ini berbunyi.”

Di sampingku, Komekko yang berada di lengan Aqua berkata tiba-tiba.

Aku melihat—

Di sisi railgun yang aku taruh di tanah, meteran pengukur ‘FULL’ berkedip.

Aku ingat sekarang bahwa notebook itu berkata mesin ini yang mengkompres mana dan menembakkannya.

Ini tidaklah rusak, ini hanya kekurangan mana untuk mengaktifkannya.

Aku mengangkat railgun dengan satu gerakan dan membidik ke arah Sylvia yang menghampiri…!

“Pemimpin pasukan raja iblis Sylvia! Ingatlah namaku! Kirim salamku kepada pemimpin lain di neraka! Namaku adalah Sa—“

Boom!

Aku ingin menekan pelatuknya setelah memberitahukan namaku dengan keren, tapi Komekko yang berada di lengan Aqua menarik pelatuknya sebelum kulakukan.

Dengan goncangan yang kuat, bagian depan dari railgun itu mengeluarkan sinar cahaya terang.

Sinar terang ini menembus ekor Sylvia yang dia angkat tepat pada waktunya untuk melindungi dirinya sendiri. Tidak hanya itu, sinar itu membuat lubang besar di dada Sylvia.

Sinar cahaya itu tidak melemah sama sekali, mengenai bukit di belakang desa penyihir merah, tepat di bagian atas bukit…!

Ditengah-tengah cahaya yang menyilaukan itu dan suara boom yang kencang, bagian atas dari bukit itu menghilang.

Saat aku melempar railgun yang tidak berguna lagi karena sangat panas, Sylvia bertekuk ke tanah dengan bunyi keras.

Sylvia yang mati jatuh ke tanah memuntahkan darah masih tidak percaya apa yang baru saja terjadi.

“… Hmm? Mu-mungkinkah, aku…?”

Setelah menyaksikan kejadian ini, kami dan klan penyihir merah yang sudah jauh melarikan diri berdiri terkaku di tempat.

Komekko yang di lengan Aqua turun ke tanah dan membuat pose.

“Namaku Komekko! Adik iblis nomer satu di penyihir merah! Seseorang yang lebih kuat dibanding pemimpin pasukan raja iblis!”

Dia mencuri bagian yang enak!


Part 9

Klan penyihir merah memeriksa mayat Sylvia.

Aku mendengar bahwa Sylvia yang bergabung dengan Pembunuh Penyihir bisa menggunakannya untuk peralatan dengan sangat kebal terhadap sihir.

Ini pasti apa yang dimaksud ‘berkat dalam penyamaran’ itu.

Lalu—

Desa penyihir merah yang telah dihancurkan sampai fajar sekarang…

“Apa-apaan tuh.”

Melihat desa itu dibangun lagi dengan kecepatan yang menakutkan, aku tercengang.

Puing-puing dibuang dengan sihir, batu yang terpotong itu berubah menjadi golem, dan berajalan ke tempat konstruksi dengan diri mereka sendiri.

Iblis bertangan enam yang mungkin di-summon dengan sihir menggunakan peralatan konstruksi di setiap tangannya.

“… Hey Megumin, apa-apaan ini? Kenapa proses pembangunan ulangnya sangat cepat?”

Aku bertanya kepada Megumin.

Sekali lagi, aku mengetahui betapa konsletnya klan penyihir merah itu.

“Apa maksudmu? Aku tidak tahu seberapa lama pembangunan ulang di kota lain, tapi kau tidak seharusnya menggunakan itu sebagai standar untuk dibandingkan.”

“… Beritahu saja, berapa lama itu untuk mengembalikan desanya dengan cara seperti itu?”

“Tiga hari?”

Itu hanya membutuhkan tiga hari…?

Desa itu dihancurkan oleh pasukan raja iblis dan bisa dibangun ulang dalam waktu tiga hari.

“… Aku melihat gadis mengatakan ‘desanya… terbakar…’ atau sesuatu seperti itu dengan sedih, dan merasa sangat bersalah karena itu.”

“Itu aneh. Jika memang hanya api, itu akan mudah dibangun kembali, semua orang di desa seharusnya tahu itu… bagaimana penampilan dia?”

Penampilannya?

Aku ingat dia mempunyai penutup mata yang sama dengan Megumin.

“… Itu dia.”

Aku menunjuk ke arah gadis dengan penutup mata yang sedang berjalan di depan kami.

“Apa? Apa ada perlu denganku, pendatang? Hee, Megumin, aku mencarimu.”

“Hey Arue, lama tidak bertemu.”

Tampaknya mereka kenal satu sama lain.

Eh, Arue?

“Megumin, bisakah kau melihat ini, aku baru saja menyelesaikan chapter kedua ‘Legenda pahlawan penyihir merah’. Kejadian tentang desa penyihir merah yang terbakar sungguh tergambarkan, aku sangat percaya diri terhadap itu.”

Kejadian tentang desa penyihir merah yang terbakar…

Arue…?

Bukankah Arue itu…!

Si aneh itu yang mengirim surat entah dari mana.

“Hoho, biarkan aku membaca hasil karyamu…”

Seseorang yang memaksaku untuk datang ke desa ini!

“Jadi itu kau ahhhhh!!”

“Ahhhh?!”

Aku mengambil kertas dari Megumin dan merobeknya menjadi dua bagian.

“Ahhhh… ha-hasil karyaku… perwujudan dari usahaku setelah berdiam selama seminggu…”

“Ini pertama kalinya aku melihat Arue yang biasanya keren dan tenang bertingkah seperti ini.”

Arue memeluk potongan kertas itu dan terjatuh ke tanah. Megumin menepuk bahunya.

“Ini salahmu…! Semua karenamu! Kau tahu betapa senangnya aku saat membayangkan itu?! Kau tahu betapa menjadi depresinya aku?! Berhentilah memainkan hati pria!”

“Me-Megumin, ada apa dengan pria kasar ini?! Melakukan sesuatu dengan sangat kejam kepada seseorang yang baru saja dia temuinya! Aku sangat ketakutan!”

“Kau membuat serangkaian kesalahpahaman yang hampir menakutiku sampai mati! Kau bahkan mengatakan sesuatu seperti ‘desanya… terbakar…’! Dan ada apa dengan kerjaan barumu! Selagi aku mempertaruhkan nyawaku dalam pertarungan di luar, kau meringkuk di rumah dan menulis itu?! Kau tahu betapa banyak masalah yang telah aku lalui karena tulisan yang kau kirim kepada Yunyun?!”

“Tulisan?!”

“Hey, kalian berdua tenanglah, ini pertama kalinya kalian berdua bertemu, kenapa kalian berdua sangat… hey! …. Kalian berdua! Jika kalian berantem, aku akan menggunakan status sangat tinggiku untuk membuat kalian menderita!”


Part 10

Setelah menyaksikan kecepatan pembangunan yang tidak normal di desa penyihir merah, kami menghabiskan malam terakhir kami di sini.

“—Kazuma, ada apa denganmu? Kau sedang dalam mood baik saat kita semua sedang makan malam, tapi wajahmu terlihat buruk setelah keluar beberapa saat yang lalu.”

Megumin tidak tahu kenapa aku merajuk dan bertanya.

“Ada apa denganku?! ‘mata air panas campuran’-mu itu ‘apa’! Apa itu cuman nama candaan?! Itu bukan gender campuran dan itu bukan mata air panas, jadi kenapa menggunakan nama seperti itu!”

Setelah mengerti kenapa aku marah—

“Oh, jadi ke sana kau pergi. Itu salah satu daya tarik dari desa ini, tempat semua pendatang pasti berkunjung.”

“Desa ini terlalu berlebihan! Aku bahkan tidak bisa mandi tanpa dipermainkan olehnya, ini liburan yang buruk!”

Sylvia telah terbunuh dan anak buahnya telah dimusnahkan.

Pembangunan ulang desanya juga berjalan mulus, seluruh insidennya telah berakhir.

“Aku sangat puas dengan liburan ini.”

Megumin yang tertidur di sampingku berkata.

Aku ingin berisitirahat dengan baik di malam terakhir di desa penyihir merah, tapi aku tidak pernah mengira aku akan dipaksakan tidur dengan Megumin lagi.

Sebaliknya bukan dengan dipaksa dengan sihir penidur dan dipaksa oleh nyonya, Megumin memilih untuk tidur denganku secara bersedia.

Karena dia bersikap seperti itu dari awal, aku terlena bahkan kehilangan keinginanku untuk melecehkan dia.

Seperti biasanya Darkness keberatan, dan dibuat tidur seperti Hyoizaburo.

Sekarang, aku berbagi tempat tidur bersama dengan Megumin.

“… Sungguh, aku diincar oleh orc, lalu Sylvia beberapa hari lalu— orang-orang yang lebih baik aku tidak melakukan apapun dengan mereka.”

“Betapa kebetulannya, aku juga.”

“A-aku sungguh minta maaf…”

Mengingat kembali aksiku beberapa hari lalu, aku memalingkan mataku dengan perasaan bersalah.

Tertawa jahil Megumin datang dari sisi.

“Jika Kazuma merasa bersalah tentang itu, kalau begitu… benar, beritahu sesuatu yang lucu. Aku ingin mendengar cerita Kazuma dari negara Kazuma tinggal.”

Megumin berkata selagi melihat ke arahku—

“—Dan juga, aku bersemangat dan meminta gadis tetanggaku untuk menggunakan uangku untuk membeli coklat dan memberikannya padaku hari ini. Aku bahkan menjanjikan bahwa dia bisa menyimpan kembaliannya. Pada akhirnya, rencanannya berjalan mulus, jadi adikku hanya mendapatkan coklat dari ibuku, tapi aku juga dapat dari ibuku mirip dengan yang dibeli oleh gadis itu. Saat ini, kompetensi panjang antara aku dan adikku telah berakhir, dan aku melindungi harga diriku sebagai kakak.”

Megumin yang selama ini mendengarkanku secara serius berkata:

“Jadi kau menyewa bantuan untuk memenangkan pertarungannya. Aku lega bahwa Kazuma seperti ini juga saat dulu… tapi itu kebiasaan yang aneh, apa sungguh buruk kalau tidak menerima coklat pada saat hari itu?”

Megumin bertanya tentang hari menyebalkan itu dengan penasaran.

“Kata buruk bahkan tidak bisa untuk menjelaskanya. Jika aku bisa kembali ke masa lalu, aku akan membunuh orang yang menciptakan budaya sialan itu. Itulah betapa menyedihkan untuk pria manapun yang tidak menerima coklat apapun. Dan itu bukanlah akhir. Kami harus mengembalikan kebaikan itu kepada gadis itu.”

“… Mengembalikan kebaikan? Apa itu?”

Aku menjelaskan budaya yang jahat ini kepadanya.

“Jika kau menerima coklat dari gadis, kau harus memberikan sesuatu yang 3 kali lebih mahal kepada gadis itu satu bulan selanjutnya sebagai rasa terima kasih. Itulah betapa jahatnya itu. Jika kau tidak melakukannya, kau akan dijauhi oleh para gadis. Kau akan diejek jika kau tidak mendapatkan coklat, dan meskipun kau melakukannya, kau masih perlu untuk menghancurkan tabunganmu. Hari itu penuh dosa dan kotor.”

Setelah mendengarkanku, Megumin memiringkan kepalanya dengan penasaran.

“Kenapa Kazuma tidak menerima coklat apapun? Kazuma mungkin kekurangan beberapa sikap dasar sebagai orang, tapi dari penglihatanku setelah menghabiskan banyak waktu denganmu, kau juga masih punya beberapa poin bagus. Contohnya, kau sangat… sangat…? Ramah… bukan. Rendah hati…? Bukan juga… hmm? … hmm? Apa kau punya tujuan hidup? Tapi kau berdosa… eh, bagaimana aku mengatakan ini…”

“Mengatakan ini pala lu! Bekerja keras itu poin bagusku!”

Ayolah, aku punya banyak poin bagus kan?!

“… Eh, kau sangat tidak jujur tentang ini, tapi kau selalu khawatir dengan temanmu…? Aku tidak membenci bagian ini dari Kazuma.”

Khawatir dengan teman?

Itu adalah slogan dari para gadis, perkataan klasik yang menunjukkan bahwa tidak ada perasaan romantis kepada seseorang, sama seperti perkataan ‘kau orang yang baik’.

Aku sungguh tidak peduli tentang ini, jadi tidak ada perasaan sakit hati.

Karena berhadapan dengan orc dan Sylvia, aku sangat rentan bahwa aku akan menyimpan perasaan positif kepada wanita manapun dengan penampilan yang normal.

Dan juga, bukannya tidak puas dengan pujian seperti yang tidak terdengar seperti pujian sama sekali itu!

“Jika aku pergi ke negara Kazuma tinggal… saat itu valentine, aku akan memberikan coklat kepada Kazuma. Lalu kau bisa menunjukkannya kepada adikmu.”

Gadis ini juga kejam, mengatakan hal seperti itu dengan santai.

“Bukankah kau mendengar apa yang aku katakan? Itu adalah hari saat kau memberikan coklat kepada seseorang yang kau suka. Jika kau memberikan coklat dengan tidak peduli hanya karena kau sedikit dekat dengan para lelaki, laki-laki itu akan langsung salah paham dan berakhir dengan menyedihkan. Jangan lakukan itu, jika kau melakukan sesuatu seperti itu di negaraku, kau akan dicap sebagai gadis gampangan.”

Setelah mendengar balasanku—

“Tapi aku menyukai Kazuma?”

Dia berkata dengan santai.

“Apa yang kau katakan? Tolong ulang lagi dengan jelas.”

Telingaku tidak mempunyai masalah aneh yang menyaring kata kunci seperti itu.

Megumin mengeluarkan kepalanya keluar selimut dan terkikik dengan jahil.

“Aku tidak membenci Kazuma.”

“Hey, itu berbeda dari apa yang kau katakan barusan, kau pikir ingatanku sangat lemah?”

Megumin tertawa lagi.

Lalu dia berkata dengan nada yang tenang.

“Kazuma, jika…”

“Apa? Apaan? Aku sudah bersiap dan siap untuk melakukannya!”

Apa dia terpengaruh oleh suasana ini dan akan melakukannya dengan mood dan mengaku?

Apa seperti itu?

Sylvia telah terbunuh. Tidak ada yang akan mengganggu kami malam ini.

Megumin meneguhkan dirinya—

“Kazuma jika mungkin…”

Apa?

Katakan!

Katakan sekarang!

Selagi aku menunggu dengan penuh harapan, Megumin berkata dengan pelan:

“—Kau ingin penyihir yang hebat?”

All Translation Thanks To: Pantsu Translation





tags: baca Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 05 Chapter 05, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 05 Chapter 05 manga, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 05 Chapter 05 online, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 05 Chapter 05 bab, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 05 Chapter 05 chapter, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 05 Chapter 05 high quality, Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! Volume 05 Chapter 05 manga scan, ,

Partner: Oploverz | Mangaku | Mangacan | Mangakyo | Mangashiro | Mangaindo | Silver Yasha | Komikstation | Komikfox | Achanime | NilaiTP | Pecinta Komik | NeuManga | Kiryuu | Overlordfree | Bacamanga

Totobet SGP